Sabtu, 14 Maret 2020

Ribuan Turis Austria Siap Terpikat 10 Bali Baru

Ribuan turis dari Austria siap terpikat dengan pesona 10 Bali Baru. Stan Indonesia di acara pameran wisata terbesar di Austria pun diserbu pengunjung.

Dari keterangan pers KBRI Wina yang diterima detikTravel, Jumat (11/1/2019), KBRI Wina yang bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata RI, kembali menggelar promosi Indonesia untuk menarik minat wisatawan Austria. Promosi ini digelar pada acara pameran pariwisata terbesar di Austria, Ferien Messe Wien 2019.

Tahun ini, Indonesia berhasil terpilih menjadi Partner Country Ferien Messe Wien 2019, dengan mengusung tema 10 Destinasi Bali Baru yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo. Stan Indonesia menghadirkan 10 tour operator dan ASITA yang memasarkan berbagai produk wisata destinasi Bali baru tersebut kepada pengunjung Stan Indonesia dari Austria dan negara sekitarnya.

Dalam pidato pembukaan Ferien Messe 2019, Duta Besar RI untuk Austria dan Slovenia, Darmansjah Djumala, menyampaikan bahwa jumlah wisatawan Austria yang berkunjung ke Indonesia meningkat dari tahun ke tahun.

"Masih banyak peluang untuk terus meningkatkan kunjungan wisatawan Austria di masa mendatang. Untuk itu, dalam pameran wisata Ferien Messe kali ini, Indonesia tampil dengan stan yang lebih besar dan kegiatan yang lebih banyak, seperti tampilan tarian tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, cooking show, tourism film screening, dan demo membatik," ungkap Dubes Djumala.

Dalam pembukaan Stan Indonesia juga dilaksanakan pemotongan tumpeng yang diberikan kepada Mr. Benedikt Binder-Krieglstein, CEO Reed Messe selaku penyelenggara Ferien Messe Wien 2019.

"Pemotongan tumpeng ini adalah ungkapan rasa syukur atas eratnya persahabatan dan kemitraan Indonesia dan Austria. Bali bukan satu-satunya tujuan wisata ke Indonesia, mari kunjungi 10 destinasi lain yang akan menjadi Bali Baru," imbuh Dubes Djumala.

Sebagian besar pengunjung tertarik dengan berbagai jenis paket wisata yang ditawarkan oleh para tour operator, khususnya paket wisata ke Bali. Sementara itu para pengunjung yang sudah pernah berkunjung ke Bali memperlihatkan minat yang besar terhadap program wisata 'Beyond Bali', seperti Kepulauan Raja Ampat, Derawan resort, Pulau Komodo, Labuan Bajo, Wakatobi, Morotai, Belitung, Danau Toba dan Borobudur.

Selama penyelenggaraan Pameran, diperoleh beberapa pemesanan langsung paket wisata ke Bali dan Raja Ampat, serta permintaan pengaturan khusus ke berbagai wilayah Indonesia lainnya. Para peserta di Stan Indonesia juga mendapatkan peningkatan jejaring kerja.

Sebagai salah satu sajian utama di Stan Indonesia, disajikan demo membatik yang dibimbing oleh seniman batik Bayu Aria. Para pengunjung Stan Indonesia diajarkan dasar-dasar teknik membatik dengan menggunakan canting dan malam yang dipersiapkan khusus dari Indonesia.

Antusiasme pengunjung tampak nyata dengan mengantrinya pengunjung di depan demo membatik, serta dipesannya sejumlah kain yang tengah dipamerkan oleh kalangan pengusaha setempat.

Kesenian Indonesia seperti tari Kalimantan, tari Rantak, tari Panji Semirang dan tari lainnya juga ditampilkan oleh oleh Sanggar Hapsari dari Bandung, sanggar tari binaan KBRI Wina GPN (Gema Puspa Nusantara), Shivanata, dan KBRI Wina. Ditampilkan juga musik Kolintang yang membawakan berbagai lagu-lagu tradisional Indonesia, yang mengajak pengunjung untuk berjoget besama dengan lagu Poco-Poco dan Maumere.

Partisipasi KBRI Wina dalam Ferien Messe Wien 2019 juga dimeriahkan dengan penampilan Cooking Show juru masak Indonesia yang bermukim di Wina, Austria. Dalam acara Cooking Show, disajikan berbagai makanan khas Indonesia seperti Rendang, Sate Ayam, Gado-gado, dan Soto Betawi. Disajikan pula Nasi Goreng sebagai menu sarapan a la Indonesia.

Acara dipandu oleh pembawa acara dengan sangat menarik, dan menggunakan kamera dan layar besar, sehingga dapat disaksikan oleh banyak pengunjung yang hadir. Penyajian cara memasak yang praktis ditujukan untuk lebih menarik warga setempat untuk mencoba dan mempraktekannya. Masakan disajikan di meja makan ala Indonesia dan dicicipi oleh pengunjung.

KBRI/PTRI Wina pada kesempatan juga memanfaatkan event ini untuk mempromosikan produk Indonesia. Dengan dukungan perusahaan mie instant Indomie, kepada para pengunjung juga diberikan paket produk mie instant khas Indonesia tersebut. Hal ini juga menambah daya tarik Stan Indonesia.

Pengunjung Stan Indonesia juga diberikan berbagai hadiah dari para peserta pameran dari Indonesia, dengan hadiah utama berupa satu tiket pesawat PP Wina-Bali-Wina yang disediakan oleh KBRi/PTRI Wina, kerajian Indonesia lainnya, dan ikut serta Famtrip Kementerian Pariwisata untuk Jounalis, travel writer, Blogger, Vloger dan Tour Operator.

Yang Tersembunyi Tapi Cantik di Bulukumba (2)

Beberapa kali kami juga melewati jalan sempit yang hanya dilewati satu mobil saja. Kiri kanan pun hutan. Tapi semua rintangan tersebut terbayarkan begitu kami sampai di Apparalang dan melihat betapa indahnya pantai dengan tebing yang cantik ini.

Kami mengambil foto dari atas tebing, pemandangannya betul-betul menyegarkan mata. Hanya beberapa warung kecil yang ada di dalam lokasi Apparalang. Tempat ini memang belum terlalu ramai dikunjungi. Mungkin karena aksesnya yang masih sulit.

Kami juga mengunjungi desa Bonto Bahari, Bulukumba, yang merupakan pusat tempat pembuatan perahu pinisi.

Selain Bulukumba, daerah yang patut dikunjungi di Sulawesi Selatan adalah Maros. Maros dapat ditempuh sekitar 2 jam dari Kota Makassar.
Salah satu objek wisata di kabupaten Maros adalah Rammang Rammang. Rammang Rammang adalah lembah dengan gugusan pegunungan karst dimana ditengahnya terdapat sungai yang mengalir.

Kami menaiki perahu yang disewakan. Setelah beberapa menit mengendarai perahu, kami tiba diperkampungan dimana hamparan sawah membentang luas. Hijaunya sawah benar-benar menyejukkan mata.

Jangan ketinggalan untuk mengunjungi taman wisata prasejarah Leang Leang yang terletak di dalam wilayah taman nasional Bantimurung. Taman wisata ini merupakan kawasan pegunungan karst yang sudah berumur ribuan tahun. Nikmati suasananya, ambil foto foto cantik di sana. Termasuk disela goa goa prasejarah.

Sulawesi Selatan bukan hanya Makassar. Jelajahi wilayah lain, maka akan kita temukan pantai Bira yang cantik, hamparan sawah dan pegunungan karst di Rammang Rammang dan Leang Leang, di kabupaten Maros. Dan masih banyak lagi tempat tempat indah lainnya, termasuk Tana Toraja.

Selain keindahan alam, Sulawesi Selatan juga terkenal kaya dengan beragam wisata kuliner. Sebut saja: Coto Makassar, Konro, Pallubasa, Pallumara, Mie Titi, dan aneka kue seperti jalangkote, barongko, pisang epe, putu cangkiri, lalu es palu butung, dan masih banyak lagi lainnya. Bersiaplah tambah berat badan sepulang dari sana.

Yuk berkunjung ke Sulawesi Selatan!

Kami berhasil menemukan alamat salah satu kerabat ayah. Dan dengan sekejab beberapa saudara dan kerabat pun berkumpul. Rumah mereka memang berdekatan satu dengan lainnya, bisa dikatakan seperti dalam satu komplek bahkan di jalan yang sama,sehingga begitu satu orang menginformasikan saudara dari Jakarta datang maka semua anggota keluarga berkumpul dengan segera.

Tidak hanya bercerita dan melepas rindu, kami juga disuguhkan makanan khas mereka seperti pallumara (ikan), pallubasa (jeroan sapi/kerbau), pisang goreng, dan aneka masakan ikan lainnya. Maklumlah desa ini dekat dengan pantai, jadi mudah sekali mendapatkan ikan segar.

Malam hari kami menginap di salah satu resort ditepi pantai Bira.
Resortnya indah, kamar kami betul betul di tepi tebing yang menjorok ke laut. Keesokan paginya kami bisa menikmati pemandangan air laut yang bening dan terlihat biru, teduh dan indah dari beranda kamar.

Bulukumba tak hanya tentang Bira, ada satu pantai dengan tebing cantik yang tersembunyi dan masih sepi dengan pengunjung. Apparalang namanya. Untuk mencapai tempat ini, mobil kami harus melewati jalanan yang tidak beraspal, menanjak, dan beberapa jalan masih berbatu kapur.