Sabtu, 04 April 2020

Masih Ada yang Nggak Tahu Lagi Ada Wabah Corona di Dunia, Siapa Dia?

Masih ada orang-orang di dunia ini yang tidak tahu jika ada pandemi virus Corona. Seperti contohnya: para tentara yang bertugas di dalam kapal selam.

Ya, para tentara yang bertugas di dalam kapal selam sama sekali tidak tahu jika ada pandemi virus Corona di luar sana. Para tentara ini pergi bertugas sebelum virus Corona datang menyerang.

Sampai sekarang pun, para tentara ini tidak tahu jika dunia sedang berjibaku dan berperang melawan virus Corona.

"Mereka tidak tahu," kata Laksamana Dominique Salles, yang pernah memimpin Skuadron Kapal Selam Balistik Prancis periode 2003-2006, seperti dikutip dari Associated Press, Jumat (4/2/2020).

Berita buruk tentang pandemi virus Corona yang menimpa dunia, memang sengaja disembunyikan dari mereka, dengan alasan agar tetap fokus dalam menjalankan misinya. Selain itu, juga untuk menjaga moral mereka agar tidak jatuh.

"Anak-anak ini harus tetap tersedia untuk misi mereka," imbuh Dominique yang kini sudah pensiun dari dunia militer.

Para tentara yang bertugas di dalam kapal selam bisa pergi selama berbulan-bulan dan baru bisa pulang setelah misinya selesai.

Tarian Perpisahan Pramugari Virgin Australia di Penerbangan Terakhir

Beberapa maskapai telah mengandangkan pesawatnya, tak terkecuali Virgin Australia. Saat penerbangan terakhir, para pramugari dengan kompak menari bersama.
Seperti dilansir Travel+Leisure, Jumat (3/4/2020), puluhan pramugari maskapai Virgin Australia berusaha memanfaatkan momen penerbangan terakhir mereka dengan menari bersama di Bandara Internasional Brisbane, Australia. Maskapai penerbangan Virgin Australia telah menangguhkan semua penerbangan internasional mereka hingga 14 Juni 2020.

Dalam video, terdapat tarian koreografi awak kabin yang berseragam dan melambaikan tangan ke pesawat, sementara pesawat tengah bersiap meninggalkan landasan. Sedangkan di dalam terminal, awak-awak kabin juga dengan kompak menari dan berputar-putar dengan gembira.

Tarian-tarian yang dilakukan lengkap dengan gerakan tangan pramugari yang biasanya dilakukan untuk menunjukkan penumpang ke pintu darurat.

Rekaman ini sejenak menghibur masyarakat di tengah virus Corona yang telah membuat banyak perubahan. Pesawat dikandangkan, pramugari dan pilot tak bekerja untuk sementara waktu. Sebuah fenomena yang tak pernah terjadi.

"Brisbane Internasional! Betapa luar biasa pengiriman ke keberangkatan internasional terakhir kami (untuk sementara waktu)," tulis maskapai dalam sebuah tweet,"


Virgin Australia
@VirginAustralia
Brisbane International! What an amazing send off to our last international departure (for a little while). Thank you team for keeping our spirits high! We can't wait to see what the welcome back party looks like.

Video terlekat
683
12.51 - 30 Mar 2020
Info dan privasi Iklan Twitter
173 orang memperbincangkan tentang ini





Dalam sebuah pernyataan, seperti maskapai lainnya, Virgin Australia memutuskan untuk menangguhkan penerbangan internasional. Tujuannya adalah sebagai tanggapan atas pembatasan perjalanan pemerintah yang diperluas dan peningkatan dampak dari COVID-19 dalam permintaan perjalanan.

"Kami telah memasuki masa yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam industri penerbangan global, yang mengharuskan kami untuk mengambil tindakan signifikan untuk mengelola bisnis kami secara bertanggung jawab,sambil menyeimbangkan permintaan wisatawan dan mendukung kesejahteraan warga Australia," kata CEO dan Direktur Pelaksana Perusahaan, Paul Scurrah.

Nekat Liburan, Puluhan Remaja Kena Virus Corona

Sekitar 70 remaja berusia 20 tahunan nekat liburan di tengah pandemi Corona. Hasilnya beberapa di antara mereka terkena virus Corona, padahal sebelumnya mereka sudah diperingatkan untuk tidak liburan.
Mengutip CNN, puluhan remaja itu berangkat dari Austin, Texas, menuju Meksiko untuk liburan musim semi atau spring breaker dua minggu lalu. Mereka menentang saran pejabat Gedung Putih yang meminta agar orang-orang menghindari perkumpulan lebih dari 10 orang dan tidak melakukan perjalanan udara yang tidak penting.

Kini sebanyak 44 orang dari 70 remaja itu dinyatakan positif mengidap virus Corona. Remaja-remaja itu merupakan mahasiswa University of Texas di Austin. Tingkah laku remaja ini pastinya menimbulkan keprihatinan. Malah ada yang berbicara keras.

"Berhentilah menjadi orang brengsek. Kendalikan dirimu, entah itu kamu berpikir ini sebuah masalah atau tidak. Entah kami berpikir kamu akan terinfeksi atau tidak, faktanya iya. Jika saya seorang mahasiswa dan akan berlibur di Meksiko, kamu akan menulari orang lain. Dewasa lah!," ujar Ketua Parlemen Texas Dennis Bonnen di CNN.

Penumpang lain di penerbangan menuju Meksiko itu langsung dalam pemantauan. "Virus itu sering bersembunyi dalam tubuh orang yang sehat dan kemudian ditularkan kepada mereka yang berisiko besar dirawat di rumah sakit atau sekarat," kata Otoritas Kesehatan Sementara Daerah Austin-Travis, Mark Escott.

"Sementara orang yang lebih muda memiliki risiko komplikasi yang lebih sedikit, mereka tidak kebal dari penyakit parah dan kematian akibat COVID-19," tambahnya.

Departemen kesehatan umum setempat dan layanan kesehatan Universitas Texas itu telah menghubungi semua penumpang di pesawat menggunakan data manifest penerbangan. "Universitas bekerja sama dengan Austin Public Health untuk membantu pelacakan kontak. Insiden ini merupakan pengingat akan pentingnya mengambil peringatan serius dari otoritas kesehatan masyarakat tentang risiko terinfeksi COVID-19 dan menyebarkannya kepada orang lain," ujar juru bicara universitas J.B. Bird.

Yah, selama wabah ini masih menyebar, sebaiknya di rumah dulu ya Traveler...

Masih Ada yang Nggak Tahu Lagi Ada Wabah Corona di Dunia, Siapa Dia?

Masih ada orang-orang di dunia ini yang tidak tahu jika ada pandemi virus Corona. Seperti contohnya: para tentara yang bertugas di dalam kapal selam.

Ya, para tentara yang bertugas di dalam kapal selam sama sekali tidak tahu jika ada pandemi virus Corona di luar sana. Para tentara ini pergi bertugas sebelum virus Corona datang menyerang.

Sampai sekarang pun, para tentara ini tidak tahu jika dunia sedang berjibaku dan berperang melawan virus Corona.

"Mereka tidak tahu," kata Laksamana Dominique Salles, yang pernah memimpin Skuadron Kapal Selam Balistik Prancis periode 2003-2006, seperti dikutip dari Associated Press, Jumat (4/2/2020).

Berita buruk tentang pandemi virus Corona yang menimpa dunia, memang sengaja disembunyikan dari mereka, dengan alasan agar tetap fokus dalam menjalankan misinya. Selain itu, juga untuk menjaga moral mereka agar tidak jatuh.

"Anak-anak ini harus tetap tersedia untuk misi mereka," imbuh Dominique yang kini sudah pensiun dari dunia militer.

Para tentara yang bertugas di dalam kapal selam bisa pergi selama berbulan-bulan dan baru bisa pulang setelah misinya selesai.