Sabtu, 04 April 2020

Gegara Corona, KAI Daop 5 Purwokerto Ganti 18 Ribu Tiket Penumpang

 Gegara corona, PT KAI Daop 5 Purwokerto harus mengganti sekitar 18.000 tiket yang dikembalikan oleh calon penumpang. Tak kurang 54 perjalanan KA dibatalkan.

"Pembatalan tiket selama bulan Maret 2020 sebanyak 17.529. Sampai kemarin, tanggal 2 April 2020 totalnya lebih kurang ada 18.954 dan yang reschedule (ubah jadwal) ada 5.295," kata Manager Humas Daop 5 Purwokerto, Supriyanto ketika dihubungi detikcom, Jumat (3/4/2020) sore.

Supriyanto menambahkan, pembatalan tiket tersebut untuk semua jurusan dengan tujuan mayoritas ke berbagai kota besar di Pulau Jawa. Pembatalan tiket paling banyak terjadi pada masa angkutan Lebaran.

"Ke semua jurusan, rata-rata arah Surabaya, Bandung, Jakarta," lanjutnya.

Sebelumnya, pihak PT KAI Daop 5 juga telah membatalkan sedikitnya 54 perjalanan KA. Bagi penumpang yang hendak membatalkan perjalanannya, maka tiket akan dikembalikan 100% secara tunai di stasiun keberangkatan atau stasiun lainnya.

Sedangkan penumpang yang dialihkan ke KA lainnya dan mendapatkan kelas yang sama atau lebih tinggi, tidak dikenakan penambahan bea.

Sebaliknya, jika dialihkan dan mendapat kelas yang lebih rendah, maka KAI akan memberikan pengembalian selisih bea di stasiun kedatangan, dengan batas waktu pengembalian 3 hari dari tanggal tiket.

"Saat ini rata-rata penumpang KA di wilayah Daop 5 Purwokerto ada penurunan hingga 74% dibanding tahun lalu sehingga 54 perjalanan KA dibatalkan perjalanannya," tutup Supriyanto.

Ekuador Kehilangan Air Terjun Terbesarnya

Air terjun terbesar di Ekuador akan lenyap. Sebab, ada sebuah lubang yang menelan sebagian sumber airnya. Adalah air terjun San Rafael namanya. Berada di Sungai Coca, destinasi wisata ini menjadi daya tarik utama bagi negara itu.
Menurut NASA, air terjun San Rafael mampu menarik puluhan ribu orang setiap tahun. Aliran airnya jatuh 45 meter ke lubang seperti kawah di sisi sebelahnya.

Sekarang, air terjun ikonik hilang, digantikan oleh tiga aliran, kata NASA. Semua perjalanan ke destinasi air terjun San Rafael telah ditutup dan sudah tidak lagi informasi di situs resmi pariwisata negara itu.

Para ahli di Kementerian Lingkungan Hidup (MOE) di Ekuador percaya peristiwa itu terjadi pada awal Februari. Mulai hilang di hulu, dan pola aliran sungai saat ini beralih menjadi di bawah tanah.

Tidak lama kemudian, para ahli di MOE mengatakan bahwa mereka telah memeriksa air terjun. Dalam laporannya, ada kemungkinan merusak aliran sungai dan mempertahankan air terjun.

Namun, mereka tidak dapat menentukan penyebab pasti hilangnya aliran sungai itu. Ada beberapa perbedaan mengenai apakah itu fenomena alam atau disebabkan oleh konstruksi hydroplant di sekitarnya.

Kementerian Pariwisata tidak berencana merekonstruksi ulang air terjun itu, kata NASA.

Suhu di Antartika Kian Panas

Para ilmuwan kembali mencatat gelombang panas pertama di Antartika. Lokasi kejadiannya di sebuah pangkalan penelitian di Antartika Timur.
Diberitakan CNN, Jumat (3/4/2020), ilmuwan iklim memperingatkan bahwa suhu yang belum pernah terjadi sebelumnya seperti itu dapat berdampak pada hewan dan tumbuhan di wilayah tersebut.

Para peneliti dari Program Antartika Australia mencatat gelombang panas di Stasiun Penelitian Casey yang terletak di bagian utara Semenanjung Bailey di Pantai Budd. Pencatatan gelombang panas terjadi antara tanggal 23 dan 26 Januari, jatuh pada musim panas di kawasan itu.

Selama tiga hari, para ahli menemukan bahwa daerah itu mengalami suhu tertingginya. Memecahkan rekor, yakni bersuhu 9,2 derajat Celcius di Casey pada 24 Januari.

Selama tiga hari, suhu minimum naik di atas nol, dan suhu maksimum mencapai di atas 7,5 derajat Celcius.

"Gelombang panas terjadi selama tiga hari berturut-turut dengan suhu maksimum dan minimum ekstrem," kata ahli biologi, Dr Sharon Robinson dalam jurnal Global Change Biology.

Para ilmuwan mengatakan bahwa suhu di atas nol mempercepat pencairan es. Wilayah Antartika memanas dengan cepat karena polusi dan gas rumah kaca.

Pemanasan yang diamati di daerah tersebut juga memiliki konsekuensi global yang serius. Utamanya yakni bagi jutaan orang yang tinggal di pesisir, rentan terhadap kenaikan permukaan laut.

Ekolog Antartika, Dr Dana Bergstrom memperingatkan bahwa musim panas yang menghangat di sana dapat mengakibatkan gangguan jangka panjang pada populasi lokal, komunitas, dan menimbulkan ancaman bagi ekosistem yang lebih luas.

"Banjir lelehan air dari es memang dapat menyediakan air tambahan untuk ekosistem gurun di Antartika. Itu mengarah pada peningkatan pertumbuhan dan reproduksi lumut, mikroba, dan invertebrata," kata dia.

Disney Donasi 150 Ribu Jas Hujan untuk Tenaga Medis

Disney Parks mendonasikan 150 ribu jas hujan untuk tenaga medis yang terjun langsung menangani pasien virus Corona. Jas hujan dinilai menjadi kostum paling pas untuk tenaga medis.
Disney untuk kali pertama menutup seluruh taman hiburan. Itu diambil setelah virus Corona mewabah dan menjadi pandemi.

Tak cuma itu, Disney juga turut mendukung kerja tenaga medis. Mereka mendonasikan jas hujan.

Thomas Smith, direktur konten editorial Disney Park, mengatakan telah menyumbangkan 150.000 ponco atau jas hujan kepada MedShare, sebuah organisasi bantuan kemanusiaan. Ponco-ponco itu nantinya didistribusikan ke rumah sakit yang membutuhkan.

"Gagasan itu diinspirasi oleh para perawat di seluruh negeri yang dengan bekerja dengan penuh semangat dan menyebut bahwa jas hujan bisa menjadi cara terbaik untuk melindungi pakaian mereka dan melapisi penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Selain itu, juga bisa menjadi pengganti saat APD tidak ada," ujar Smith seperti dikutip The Sun.

"Disney Park baru-baru ini juga menyumbangkan lebih dari 100.000 masker N95 ke New York, California, dan Florida, dan sedang mencari cara tambahan untuk berdonasi lagi," dia menambahkan.

"Selain itu, Disneyland Paris menyumbangkan lebih dari 100.000 persediaan medis, termasuk masker, cap, dan sepatu pelindung kepada pemerintah Prancis untuk distribusi ke rumah sakit di Prancis,: Smith menegaskan.

Smith mengatakan langkah itu lanjutan langkah kemanusiaan berupa sumbangan lebih dari 270 ton makanan kepada bank makanan lokal dari Walt Disney World Resort, Disneyland Resort, Disneyland Paris, dan Aulani, resort & spa Disney.

Gegara Corona, KAI Daop 5 Purwokerto Ganti 18 Ribu Tiket Penumpang

 Gegara corona, PT KAI Daop 5 Purwokerto harus mengganti sekitar 18.000 tiket yang dikembalikan oleh calon penumpang. Tak kurang 54 perjalanan KA dibatalkan.

"Pembatalan tiket selama bulan Maret 2020 sebanyak 17.529. Sampai kemarin, tanggal 2 April 2020 totalnya lebih kurang ada 18.954 dan yang reschedule (ubah jadwal) ada 5.295," kata Manager Humas Daop 5 Purwokerto, Supriyanto ketika dihubungi detikcom, Jumat (3/4/2020) sore.

Supriyanto menambahkan, pembatalan tiket tersebut untuk semua jurusan dengan tujuan mayoritas ke berbagai kota besar di Pulau Jawa. Pembatalan tiket paling banyak terjadi pada masa angkutan Lebaran.

"Ke semua jurusan, rata-rata arah Surabaya, Bandung, Jakarta," lanjutnya.

Sebelumnya, pihak PT KAI Daop 5 juga telah membatalkan sedikitnya 54 perjalanan KA. Bagi penumpang yang hendak membatalkan perjalanannya, maka tiket akan dikembalikan 100% secara tunai di stasiun keberangkatan atau stasiun lainnya.

Sedangkan penumpang yang dialihkan ke KA lainnya dan mendapatkan kelas yang sama atau lebih tinggi, tidak dikenakan penambahan bea.

Sebaliknya, jika dialihkan dan mendapat kelas yang lebih rendah, maka KAI akan memberikan pengembalian selisih bea di stasiun kedatangan, dengan batas waktu pengembalian 3 hari dari tanggal tiket.

"Saat ini rata-rata penumpang KA di wilayah Daop 5 Purwokerto ada penurunan hingga 74% dibanding tahun lalu sehingga 54 perjalanan KA dibatalkan perjalanannya," tutup Supriyanto.