Minggu, 12 April 2020

Jakarta Mulai PSBB, Ini Tips Tetap Bugar Ala Ade Rai Meski Karantina Rumah

Penerapan physical distancing atau jaga jarak aman karena virus Corona COVID-19 berdampak pada penutupan pusat-pusat kebugaran. Hal ini juga terjadi setelah penerapan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jakarta. Meski demikian, penutupan pusat kebugaran jangan kamu jadikan alasan ya untuk tidak melakukan olahraga detikers. Walaupun di rumah, kamu tetap bisa melakukannya guna menjaga kesehatan
Masih banyak cara yang bisa dilakukan kok agar kita bisa berolahraga meskipun di rumah saja. Maestro binaraga Indonesia Ade Rai berbagi tips olahraga yang bisa dilakukan saat karantina.

"Yang paling utama dan paling gampang sebenarnya, adalah menggunakan tubuh sendiri, sebagai gym kita. Mulai dari olahraga kardio, lari, jalan kaki, lompat-lompat di tempat, atau jalan di tempat. Bisa juga menggunakan alat bantu seperti treadmill, skipping dan sebagainya untuk membantu kita," kata Ade Rai saat dihubungi detikcom. Kamis (9/4/2020).

Selain itu, Ade juga mengatakan, selama kita melakukan olahraga di rumah, kita bisa juga melatih otot rangka dengan latihan seperti push up, plank dan juga squat jump.

"Selanjutnya bisa melatih otot rangka, yaitu berhubungan dengan tulang kita. Ini bisa dilakukan dan dilatih dengan push up, plank, dan squat jump. Bisa juga menggunakan alat bantu seperti dumbbell dan barbel," pungkasnya.

Masa Inkubasi Virus Corona di Tubuh Pasien Hingga Jangka Waktu Pemulihan

Sejak akhir 2019 lalu, pandemi virus Corona semakin meluas bahkan sampai ke Indonesia. Ini membuat banyak orang terpapar hingga dirawat di rumah sakit dan obatnya pun belum ditemukan.
Namun, banyak ilmuwan yang sampai saat ini terus mempelajari sifat dari penyakit, virus, dan bagaimana itu bisa berdampak pada orang lain. Tidak ketinggalan, mereka juga mencari tahu berapa lama virus Corona COVID-19 itu bisa bertahan di dalam tubuh.

Dikutip dari The Sun, berikut ini waktu yang diperlukan para pasien COVID-19 dari masa inkubasi sampai pemulihan.

1. Masa inkubasi
Sebuah penelitian menunjukkan rata-rata masa atau periode inkubasi COVID-19 ini adalah 5 hari. Menurut tim peneliti yang mempelajari 138 pasien dengan COVID-19 di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan, bahwa rata-rata pasien butuh waktu 5 hari sampai muncul gejala awal seperti sulit bernapas.

Penelitian lain mengatakan, masa inkubasi bisa dialami dari 2-14 hari. Namun, di beberapa kasus periode ini bisa membutuhkan waktu hinga 27 hari untuk gejalanya berkembang.

2. Masa berlangsungnya gejala
Gejala awal yang muncul pada orang terinfeksi, di antaranya demam, batuk kering, dan sesak napas. Selain itu, nyeri otot, kelelahan, radang tenggorokan, sampai pilek itu malah jarang terjadi.

Pada 85 persen orang dengan COVID-19, gejala-gejala tersebut akan hilang minimal dalam waktu satu minggu. Tetapi, gejala ini bisa saja terjadi hingga berminggu-minggu tergantung pada keadaan pasiennya. Untuk itulah disarankan melakukan social distancing atau jaga jarak sosial.

3. Masa berkembangnya gejala
Pada pasien dengan gejala infeksi yang parah, gejala sesak napas sering dialami selama 7-10 hari. Rata-rata dari mereka yang mengalami gejala ini, akan diarahkan untuk perawatan intensif pada hari ke-10.

Menurut peniliti di China, gejala awal COVID-19 bisa berkembang sekitar 18-22 hari, jika mereka berhasil melalui masa perawatan intensif.

Potensi Bahaya Sederet Obat Virus Corona, Salah Satunya Klorokuin

 Klorokuin, hidroksi klorokuin, dan azithromycin telah digunakan untuk mengobati virus Corona COVID-19. Meski belum ada bukti yang pasti terhadap keefektivitasan dan kelemahannya, dokter tetap harus waspada kemungkinan efek samping serius dari obat-obatan tersebut.
Sebuah ulasan yang dilakukan oleh Canadian Medical Association Journey, menuliskan beberapa potensi berbahaya dari obat-obatan yang digunakan untuk menyembuhkan virus Corona.

"Dokter dan pasien harus mewaspadai beberapa efek samping yang jarang tetapi berpotensi mengancam jiwa dari klorokuin dan hidroksi klorokuin," kata Dr. David Juurlink, Divisi Farmakologi dan Toksikologi Klinis, Pusat Ilmu Kesehatan Sunnybrook, dan ilmuwan senior, dikutip dari Science Daily.

Ulasan yang dipublikasikan dalam jurnal Safety Considerations with Chloroquine, Hydroxychloroquine and Azithromycin in The Management of SARS-CoV-2 Infection pada 8 April lalu memberikan tinjauan umum tentang bahaya yang terkait dengan obat tersebut berdasarkan bukti-bukti yang dihimpun.

Efek samping potensial meliputi:

- Aritmia jantung
- Hipoglikemia
- Efek neuropsikiatri seperti agitasi, kebingungan, halusinasi dan paranoia
- Variabilitas metabolik
- Overdosis yang menyebabkan kejang, koma, dan henti jantung
- Kekurangan obat bagi pasien gangguan autoimun seperti rheumatoid arthritis dan lupus

Studi tersebut juga merangkum rendahnya bukti yang menunjukkan bahwa perawatan dengan obat-obatan di atas bermanfaat bagi pasien COVID-19 dan memperingatkan adanya kemungkinan pemberian obat dapat memperburuk penyakit.

"Inilah sebabnya kita membutuhkan basis bukti yang lebih luas sebelum secara rutin memberikan obat ini untuk mengobati pasien COVID-19," pungkas Dr Juurlink.

Jakarta Mulai PSBB, Ini Tips Tetap Bugar Ala Ade Rai Meski Karantina Rumah

Penerapan physical distancing atau jaga jarak aman karena virus Corona COVID-19 berdampak pada penutupan pusat-pusat kebugaran. Hal ini juga terjadi setelah penerapan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jakarta. Meski demikian, penutupan pusat kebugaran jangan kamu jadikan alasan ya untuk tidak melakukan olahraga detikers. Walaupun di rumah, kamu tetap bisa melakukannya guna menjaga kesehatan
Masih banyak cara yang bisa dilakukan kok agar kita bisa berolahraga meskipun di rumah saja. Maestro binaraga Indonesia Ade Rai berbagi tips olahraga yang bisa dilakukan saat karantina.

"Yang paling utama dan paling gampang sebenarnya, adalah menggunakan tubuh sendiri, sebagai gym kita. Mulai dari olahraga kardio, lari, jalan kaki, lompat-lompat di tempat, atau jalan di tempat. Bisa juga menggunakan alat bantu seperti treadmill, skipping dan sebagainya untuk membantu kita," kata Ade Rai saat dihubungi detikcom. Kamis (9/4/2020).

Selain itu, Ade juga mengatakan, selama kita melakukan olahraga di rumah, kita bisa juga melatih otot rangka dengan latihan seperti push up, plank dan juga squat jump.

"Selanjutnya bisa melatih otot rangka, yaitu berhubungan dengan tulang kita. Ini bisa dilakukan dan dilatih dengan push up, plank, dan squat jump. Bisa juga menggunakan alat bantu seperti dumbbell dan barbel," pungkasnya.