Penerapan physical distancing atau jaga jarak aman karena virus Corona COVID-19 berdampak pada penutupan pusat-pusat kebugaran. Hal ini juga terjadi setelah penerapan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jakarta. Meski demikian, penutupan pusat kebugaran jangan kamu jadikan alasan ya untuk tidak melakukan olahraga detikers. Walaupun di rumah, kamu tetap bisa melakukannya guna menjaga kesehatan
Masih banyak cara yang bisa dilakukan kok agar kita bisa berolahraga meskipun di rumah saja. Maestro binaraga Indonesia Ade Rai berbagi tips olahraga yang bisa dilakukan saat karantina.
"Yang paling utama dan paling gampang sebenarnya, adalah menggunakan tubuh sendiri, sebagai gym kita. Mulai dari olahraga kardio, lari, jalan kaki, lompat-lompat di tempat, atau jalan di tempat. Bisa juga menggunakan alat bantu seperti treadmill, skipping dan sebagainya untuk membantu kita," kata Ade Rai saat dihubungi detikcom. Kamis (9/4/2020).
Selain itu, Ade juga mengatakan, selama kita melakukan olahraga di rumah, kita bisa juga melatih otot rangka dengan latihan seperti push up, plank dan juga squat jump.
"Selanjutnya bisa melatih otot rangka, yaitu berhubungan dengan tulang kita. Ini bisa dilakukan dan dilatih dengan push up, plank, dan squat jump. Bisa juga menggunakan alat bantu seperti dumbbell dan barbel," pungkasnya.
Masa Inkubasi Virus Corona di Tubuh Pasien Hingga Jangka Waktu Pemulihan
Sejak akhir 2019 lalu, pandemi virus Corona semakin meluas bahkan sampai ke Indonesia. Ini membuat banyak orang terpapar hingga dirawat di rumah sakit dan obatnya pun belum ditemukan.
Namun, banyak ilmuwan yang sampai saat ini terus mempelajari sifat dari penyakit, virus, dan bagaimana itu bisa berdampak pada orang lain. Tidak ketinggalan, mereka juga mencari tahu berapa lama virus Corona COVID-19 itu bisa bertahan di dalam tubuh.
Dikutip dari The Sun, berikut ini waktu yang diperlukan para pasien COVID-19 dari masa inkubasi sampai pemulihan.
1. Masa inkubasi
Sebuah penelitian menunjukkan rata-rata masa atau periode inkubasi COVID-19 ini adalah 5 hari. Menurut tim peneliti yang mempelajari 138 pasien dengan COVID-19 di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan, bahwa rata-rata pasien butuh waktu 5 hari sampai muncul gejala awal seperti sulit bernapas.
Penelitian lain mengatakan, masa inkubasi bisa dialami dari 2-14 hari. Namun, di beberapa kasus periode ini bisa membutuhkan waktu hinga 27 hari untuk gejalanya berkembang.
2. Masa berlangsungnya gejala
Gejala awal yang muncul pada orang terinfeksi, di antaranya demam, batuk kering, dan sesak napas. Selain itu, nyeri otot, kelelahan, radang tenggorokan, sampai pilek itu malah jarang terjadi.
Pada 85 persen orang dengan COVID-19, gejala-gejala tersebut akan hilang minimal dalam waktu satu minggu. Tetapi, gejala ini bisa saja terjadi hingga berminggu-minggu tergantung pada keadaan pasiennya. Untuk itulah disarankan melakukan social distancing atau jaga jarak sosial.
3. Masa berkembangnya gejala
Pada pasien dengan gejala infeksi yang parah, gejala sesak napas sering dialami selama 7-10 hari. Rata-rata dari mereka yang mengalami gejala ini, akan diarahkan untuk perawatan intensif pada hari ke-10.
Menurut peniliti di China, gejala awal COVID-19 bisa berkembang sekitar 18-22 hari, jika mereka berhasil melalui masa perawatan intensif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar