Sabtu, 30 Mei 2020

Apple Caplok Startup AI Demi Tingkatkan Siri

 Apple kembali melakukan aksi akuisisi startup. Kali ini tujuannya untuk meningkatkan kemampuan asisten digitalnya, Siri.
Kepada Bloomberg, perusahaan yang dikomandoi Tim Cook itu mengaku telah mencaplok Inductiv. Perusahaan rintisan yang berlokasi di Waterloo, Ontario, Kanada ini menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mengoreksi data yang akan meningkatkan machine learning.

Seperti biasa kendati mengumumkan akusisi, Apple tidak mengungkap tujuan dan rencana. Namun laporan menyebut setelah akuisisi ini, tim teknik dari Inductiv akan bergabung dengan Apple dalam beberapa minggu ini. Mereka akan mengerjakan beberapa proyek berbeda, salah satunya Siri.

Sepertinya Apple tengah fokus meningkatkan asisten digitalnya itu. Belum lama raksasa teknologi yang bermarkas di Cupertino itu mencaplok Voysis untuk meningkatkan pemahaman bahasa alami.

Awla tahun ini Apple meminang Xnor.ai yang dapat mendeteksi orang di perangkat yang digunakan . Lalu mengakusisi startup AI bernama Silk Labs pada 2018 dan Turi 2016.

Selain akusisi startup, Apple turut mempekerjakan mantan pemimpin AI Google bernama John Ginnandea. Bisa jadi perusahaan besutan Steve Jobs itu tidak mau Siri tertinggal dengan dua rival beratnya Google Assistant dan Alexa.

Bandara Italia akan Dibuka Kembali Awal Juni

 Italia tengah bersiap untuk membuka kembali seluruh bandaranya. Kabarnya, pada awal Juni mendatang.
Setelah ditutup sejak pertengahan Maret lalu, Italia mulai kembali tancap gas dan memasuki era eew normal atau kenormalan baru. Dilansir detikcom dari AFP, Kamis (28/5/2020), semua bandara di Italia akan kembali dibuka pada 3 Juni mendatang tanpa terkecuali.

"Hal itu dapat dilakukan (bepergian) dengan pembukaan kembali semua bandara dari 3 Juni, ketika perpindahan antar daerah dan internasional akan kembali diizinkan," ujar Menhub Italia, Paola De Micheli.

Kebijakan itu pun mengikuti keputusan pemerintah pada Sabtu pekan lalu (16/5), yang mulai membuka pintu bagi turis Uni Eropa. Kebijakan wajib karantina selama 14 hari pun tak lagi diwajibkan.

Sebelumnya, sejumlah bandara di Italia memang ditutup sementara atau beroperasi tak penuh. Contohnya seperti bandara Fiumicino Roma, Malpensa Milan dan bandara di Bologna, Palermo, Bari dan Turin.

Sementara itu, Bandara Ciampino di Roma dan Peretola di Florence disebut telah dibuka kembali sejak 4 Mei lalu. Maskapai Alitalia juga mengungkapkan soal rencananya menaikkan jumlah kapasitas penumpang sebanyak 36% di bulan Juni ketimbang Mei lalu.

Lebih lanjut, maskapai Alitalia mengatakan kalau akan kembali beroperasi terhitung 2 Juni antara Roma dan New York. Termasuk juga untuk rute antara Milan dan Italia Selatan serta penerbangan ke Spanyol.

Hanya walaupun bandara di buka kembali, pihak Italia disebut masih belum memperbolehkan turis untuk datang ke Italia untuk tujuan traveling. Kedatangan dan kepergian hanya diperkenankan khusus bagi orang yang memiliki urusan khusus untuk urusan pekerjaan, kesehatan dan gawat darurat saja.
https://kamumovie28.com/black-clover-episode-73-subtitle-indonesia/

Kenapa Siri dan Asisten Virtual Lainnya Pakai Suara Perempuan?

Pengguna smartphone kini terbiasa menggunakan asisten virtual di smartphone untuk navigasi GPS, menanyakan cuaca, mengatur alarm, dan hal lain untuk membantu memudahkan.
Sadarkah kalian kalau asisten virtual lebih sering menggunakan suara perempuan? Kalian akan menemukan suara perempuan pada Siri, Alexa, Google Assistant, atau Cortana.

Tak cuma di smartphone, komputer hingga perangkat seperti mesin ATM lebih sering menggunakan suara perempuan dalam fitur voice assistant atau asisten suara mereka. Kira-kira apa ya alasan di baliknya?

Beberapa ilmuwan berpendapat, mendengarkan suara perempuan yang disukai semua orang jauh akan lebih mudah ketimbang memodulasi suara laki-laki. Ini terkait dengan suara ibu, sehingga kebanyakan orang cenderung meresponsnya secara positif.

Secara psikologis, seseorang cenderung lebih mendengar suara perempuan. Dikutip dari PC Mag, sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2014 menyebutkan bahwa pada tahap prenatal, janin merespons suara kedua orang tua, dan bayi yang baru lahir sudah lebih memilih suara ibu daripada suara ayah.

Namun, ada juga asisten virtual yang menawarkan opsi suara laki-laki, di antaranya, Siri dan Google Assistant. Pilihan ini tak dimiliki oleh Alexa dan Cortana yang hanya punya suara perempuan.

Berbeda lagi dengan asisten suara Watson dari IBM. Lantaran dianggap maskulin dan memiliki kesan pemimpin, Watson pun menggunakan suara laki-laki.

Juru bicara Microsoft menjelaskan, asisten suara Cortana yang mereka kembangkan secara teknis dapat dikatakan tak memiliki gender. Akan tetapi, mereka melakukan penelitian gender ketika memilih suara dan mencari yang lebih baik.

Microsoft ingin menghadirkan asisten yang dapat membantu, mendukung, sekaligus dapat dipercaya. Maka, suara perempuan pun dipilih karena dipercaya lebih unggul untuk tiga faktor tersebut.

Dalam hal ini, psikolog James W. Pennebaker menjelaskan, perempuan biasanya menggunakan lebih banyak kata ganti dan kata tentatif daripada laki-laki.

Pengucapan kata ganti, khususnya 'saya', banyak dilakukan perempuan. Asisten suara yang ada saat ini pun cenderung lebih sering menggunakan kata 'saya'.

Para engineer telah memodulasi sejumlah besar suara laki-laki, perempuan, dan bahkan gender-netral untuk semua jenis perangkat dan layanan online, tetapi sepertinya, belum ada yang bisa menandingi pengalaman berbicara dengan orang sungguhan.

Tapi setidaknya, dengan masa pandemi dan lockdown seperti sekarang, pengalaman menggunakan asisten virtual mulai dianggap nyata karena banyak orang mencari teman ngobrol.

Kalau kalian lebih suka suara perempuan atau laki-laki?

Apple Caplok Startup AI Demi Tingkatkan Siri

 Apple kembali melakukan aksi akuisisi startup. Kali ini tujuannya untuk meningkatkan kemampuan asisten digitalnya, Siri.
Kepada Bloomberg, perusahaan yang dikomandoi Tim Cook itu mengaku telah mencaplok Inductiv. Perusahaan rintisan yang berlokasi di Waterloo, Ontario, Kanada ini menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mengoreksi data yang akan meningkatkan machine learning.

Seperti biasa kendati mengumumkan akusisi, Apple tidak mengungkap tujuan dan rencana. Namun laporan menyebut setelah akuisisi ini, tim teknik dari Inductiv akan bergabung dengan Apple dalam beberapa minggu ini. Mereka akan mengerjakan beberapa proyek berbeda, salah satunya Siri.

Sepertinya Apple tengah fokus meningkatkan asisten digitalnya itu. Belum lama raksasa teknologi yang bermarkas di Cupertino itu mencaplok Voysis untuk meningkatkan pemahaman bahasa alami.

Awla tahun ini Apple meminang Xnor.ai yang dapat mendeteksi orang di perangkat yang digunakan . Lalu mengakusisi startup AI bernama Silk Labs pada 2018 dan Turi 2016.

Selain akusisi startup, Apple turut mempekerjakan mantan pemimpin AI Google bernama John Ginnandea. Bisa jadi perusahaan besutan Steve Jobs itu tidak mau Siri tertinggal dengan dua rival beratnya Google Assistant dan Alexa.