Selasa, 02 Juni 2020

Tips Psikolog Supaya Tidak Bosan Saat Jalani Karantina Rumah

 Wabah virus corona COVID-19 yang sedang menyebar di hampir seluruh dunia saat ini. Meningkatnya kasus membuat makin banyak orang harus dikarantina agar tidak menyebarkan virus pada orang lain.
Proses karantina dilakukan bagi mereka yang mengalami gejala-gejala virus COVID-19 seperti batuk, sesak napas, pilek, dan demam. Orang-orang yang dikaterogikan sebagai suspek virus COVID-19 harus menjalani karantina selama 14 hari.

Bila gejalanya ringan, beberapa pasien mungkin akan diminta tetap berada di rumah dan menghindari kontak dengan orang lain sampai dinyatakan negatif terinfeksi virus COVID-19.

Menanggapi hal tersebut, psikolog Veronica Adelsa, MPsi, dari Personal Growth menyarankan agar orang-orang melakukan aktivitas tertentu. Menurutnya aktivitas seperti menonton film, membaca buku, melukis, atau menulis, bisa dilakukan sehingga terhindar dari rasa bosan.

Melakukan aktivitas saat masa karantina dapat melahirkan perasaan positive sehingga tidak mudah stres.

"Banyak hal yang dapat dilakukan, membaca buku, menonton film, series, melukis, menulis, olahraga bahkan bermain. Lakukan hobi yang masih bisa dilakukan saat karantina," kata Veronica saat dihubungi detikcom Jumat, (13/3/2020).

Veronica menambahkan mereka yang dikarantina harus tetap menjaga kesehatan dengan meminum vitamin, menjaga kebersihan, dan berolahraga.

"Jaga kesehatan tentunya, minum vitamin, jaga kebersihan, makan sehat bergizi, dan berolahraga yang dapat dilakukan di dalam rumah," jelas Veronica.

Daftar Lengkap 132 RS Rujukan Penanganan Virus Corona di Indonesia

 Hingga hari Jumat (13/4/2020), Indonesia sudah melaporkan 69 kasus positif pasien virus corona COVID-19. Dari jumlah tersebut lima di antaranya sembuh dan empat meninggal dunia.
Menanggapi kasus yang semakin bertambah, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga meningkatkan jumlah rumah sakit (RS) rujukan penanganan virus corona di Indonesia. Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 169 Tahun 2020.

Total sudah ada 132 RS di berbagai daerah yang menjadi rujukan penanganan virus corona. Berikut daftarnya seperti dikutip dari situs resmi Infeksi Emerging milik Kemenkes:

Aceh
1. RSUD Dr. Zainoel Abidin
2. RSU Cut Meutia

Sumatera Utara
3. RSUP H. Adam Malik
4. RSU Djasamen Saragih
5. RSU Padang Sidempuan
6. RSU Kabanjahe
7. RSUD Tarutung

Sumatera Barat
8. RSUP dr. M. Djamil
9. RSU Achmad Mochtar

Riau
10. RSU Arifin Achmad
11. RSUD Kota Dumai
12. RSUD Puri Husada Tembilahan

Kepulauan Riau
13. RSUD Prov. Kep. Riau Tanjung Pinang
14. RSUD Embung Fatimah
15. RSUD Muhammad Sani Kab. Karimun
16. RS Badan Pengusahaan Batam

Jambi
17. RSUD Raden Mattaher

Sumatera Selatan
18. RSUP M. Hoesin
19. RS Dr. Rivai Abdullah
20. RSUD Siti Fatimah Prov. Sumsel
21. RSUD Lahat
22. RSUD Kayuagung

Bangka Belitung
23. RSUD Depati Hamzah
24. RSUD dr. H. Marsidi Judono

Bengkulu
25. RSUD M. Yunus Bengkulu
26. RSUD Arga Makmur
27. RSUD Hasanuddin Damrah Manna

Lampung
28. RSUD Dr. H. Abdul Moeloek
29. RSUD Ahmad Yani Metro
30. RSUD Dr. H. Bob Bazar, SKM
31. RSUD Masyjen H. M. Ryacudu

DKI Jakarta
32. RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso
33. RSUP Persahabatan
34. RSUP Fatmawati
35. RSUD Cengkareng
36. RSUD Pasar Minggu
37. RS Bhayangkara Tk. I R. Said Sukanto
38. RSPAD Gatot Soebroto
39. RSAL dr. Mintoharjo

Jawa Barat
40. RSUP dr. Hasan Sadikin
41. RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu
42. RS Paru dr. M. Goenawan Partowidigdo
43. RSUD Gunung Jati Cirebon
44. RSUD R. Syamsudin SH
45. RSUD dr. Slamet Garut
46. RSUD Kab. Indramayu
47. RSU Tk. II Dustira

Banten
48. RSUD Kab. Tangerang
49. RSUD dr. Drajat Prawiranegara Serang

Jawa Tengah
50. RSUP dr. Kariadi
51. RS dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten
52. RS Paru dr. Ario Wirawan
53. RSUD Prof Dr. Margono Soekarjo
54. RSUD dr. Moewardi Surakarta
55. RSUD Tidar Magelang
56. RSUD KRMT Wongsonegoro
57. RSUD Kardinah Tegal
58. RSUD Banyumas
59. RSU dr. Loekmonohadi
60. RSUD Kraton Kab. Pekalongan
61. RSUD dr. Soeselo Slawi
62. RSUD RAA Soewondo Kendal

DI Yogyakarta
63. RSUP dr. Sardjito
64. RSUD Panembahan Senopati Bantul
65. RSUD Kota Yogyakarta
66. RSUD Wates

Seperti DKI, 5 Negara Ini Juga Tutup Sekolah karena Corona

Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo mengumumkan untuk menutup sekolah selama dua minggu pada Jumat (13/3/2020), setelah adanya satu pasien meninggal dunia positif virus corona. Hari ini, Sabtu (14/3/2020), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga memutuskan hal yang sama sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona di lingkungan sekolah.
Keputusan menutup sekolah di tengah wabah virus corona sebetulnya telah dilakukan oleh berbagai negara. Keputusan ini diambil mengingat penyebaran virus corona yang tinggi.

Berikut adalah beberapa negara yang telah memutuskan menutup sementara sekolah:

1. Italia
Italia pada awalnya memerintahkan sekolah-sekolah dan universitas-universitas untuk tutup hingga Minggu (15/3/2020). Namun demikian karena kondisi yang semakin parah akhirnya penutupan diperluas menjadi lockdown seluruh negeri.

2. Prancis
Negara ini menutup hampir 120 sekolah pada awal pekan Maret lalu. Hal ini juga dilakukan pemerintah Perancis demi memperlambat penyebaran virus corona.

3. Korea Selatan
Presiden Moon Jae-in menetapkan Korea Selatan dalam siaga satu corona pada akhir Februari lalu dan memutuskan untuk menutup sekolah di seluruh Korea pada tanggal 2 Maret hingga 22 Maret 2020.

4. Jepang
Jepang menghentikan hampir seluruh sekolah setelah Perdana Menteri Shinzo Abe memutuskan kegiatan belajar mengajar ditunda demi mencegah penyebaran virus corona. Seluruh sekolah diliburkan mulai 2 Maret hingga liburan musim semi 2020.

5. Iran
Pada Sabtu (22/2/2020), pemerintah Iran mengumumkan negara meliburkan sekolah, universitas dan pusat pendidikan di beberapa kota selama satu minggu.

Tips Psikolog Supaya Tidak Bosan Saat Jalani Karantina Rumah

 Wabah virus corona COVID-19 yang sedang menyebar di hampir seluruh dunia saat ini. Meningkatnya kasus membuat makin banyak orang harus dikarantina agar tidak menyebarkan virus pada orang lain.
Proses karantina dilakukan bagi mereka yang mengalami gejala-gejala virus COVID-19 seperti batuk, sesak napas, pilek, dan demam. Orang-orang yang dikaterogikan sebagai suspek virus COVID-19 harus menjalani karantina selama 14 hari.

Bila gejalanya ringan, beberapa pasien mungkin akan diminta tetap berada di rumah dan menghindari kontak dengan orang lain sampai dinyatakan negatif terinfeksi virus COVID-19.

Menanggapi hal tersebut, psikolog Veronica Adelsa, MPsi, dari Personal Growth menyarankan agar orang-orang melakukan aktivitas tertentu. Menurutnya aktivitas seperti menonton film, membaca buku, melukis, atau menulis, bisa dilakukan sehingga terhindar dari rasa bosan.

Melakukan aktivitas saat masa karantina dapat melahirkan perasaan positive sehingga tidak mudah stres.

"Banyak hal yang dapat dilakukan, membaca buku, menonton film, series, melukis, menulis, olahraga bahkan bermain. Lakukan hobi yang masih bisa dilakukan saat karantina," kata Veronica saat dihubungi detikcom Jumat, (13/3/2020).

Veronica menambahkan mereka yang dikarantina harus tetap menjaga kesehatan dengan meminum vitamin, menjaga kebersihan, dan berolahraga.

"Jaga kesehatan tentunya, minum vitamin, jaga kebersihan, makan sehat bergizi, dan berolahraga yang dapat dilakukan di dalam rumah," jelas Veronica.
https://indomovie28.com/star/ryan-driller/