Selasa, 02 Juni 2020

Seperti DKI, 5 Negara Ini Juga Tutup Sekolah karena Corona

Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo mengumumkan untuk menutup sekolah selama dua minggu pada Jumat (13/3/2020), setelah adanya satu pasien meninggal dunia positif virus corona. Hari ini, Sabtu (14/3/2020), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga memutuskan hal yang sama sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona di lingkungan sekolah.
Keputusan menutup sekolah di tengah wabah virus corona sebetulnya telah dilakukan oleh berbagai negara. Keputusan ini diambil mengingat penyebaran virus corona yang tinggi.

Berikut adalah beberapa negara yang telah memutuskan menutup sementara sekolah:

1. Italia
Italia pada awalnya memerintahkan sekolah-sekolah dan universitas-universitas untuk tutup hingga Minggu (15/3/2020). Namun demikian karena kondisi yang semakin parah akhirnya penutupan diperluas menjadi lockdown seluruh negeri.

2. Prancis
Negara ini menutup hampir 120 sekolah pada awal pekan Maret lalu. Hal ini juga dilakukan pemerintah Perancis demi memperlambat penyebaran virus corona.

3. Korea Selatan
Presiden Moon Jae-in menetapkan Korea Selatan dalam siaga satu corona pada akhir Februari lalu dan memutuskan untuk menutup sekolah di seluruh Korea pada tanggal 2 Maret hingga 22 Maret 2020.

4. Jepang
Jepang menghentikan hampir seluruh sekolah setelah Perdana Menteri Shinzo Abe memutuskan kegiatan belajar mengajar ditunda demi mencegah penyebaran virus corona. Seluruh sekolah diliburkan mulai 2 Maret hingga liburan musim semi 2020.

5. Iran
Pada Sabtu (22/2/2020), pemerintah Iran mengumumkan negara meliburkan sekolah, universitas dan pusat pendidikan di beberapa kota selama satu minggu.

Tips Psikolog Supaya Tidak Bosan Saat Jalani Karantina Rumah

 Wabah virus corona COVID-19 yang sedang menyebar di hampir seluruh dunia saat ini. Meningkatnya kasus membuat makin banyak orang harus dikarantina agar tidak menyebarkan virus pada orang lain.
Proses karantina dilakukan bagi mereka yang mengalami gejala-gejala virus COVID-19 seperti batuk, sesak napas, pilek, dan demam. Orang-orang yang dikaterogikan sebagai suspek virus COVID-19 harus menjalani karantina selama 14 hari.

Bila gejalanya ringan, beberapa pasien mungkin akan diminta tetap berada di rumah dan menghindari kontak dengan orang lain sampai dinyatakan negatif terinfeksi virus COVID-19.

Menanggapi hal tersebut, psikolog Veronica Adelsa, MPsi, dari Personal Growth menyarankan agar orang-orang melakukan aktivitas tertentu. Menurutnya aktivitas seperti menonton film, membaca buku, melukis, atau menulis, bisa dilakukan sehingga terhindar dari rasa bosan.

Melakukan aktivitas saat masa karantina dapat melahirkan perasaan positive sehingga tidak mudah stres.

"Banyak hal yang dapat dilakukan, membaca buku, menonton film, series, melukis, menulis, olahraga bahkan bermain. Lakukan hobi yang masih bisa dilakukan saat karantina," kata Veronica saat dihubungi detikcom Jumat, (13/3/2020).

Veronica menambahkan mereka yang dikarantina harus tetap menjaga kesehatan dengan meminum vitamin, menjaga kebersihan, dan berolahraga.

"Jaga kesehatan tentunya, minum vitamin, jaga kebersihan, makan sehat bergizi, dan berolahraga yang dapat dilakukan di dalam rumah," jelas Veronica.
https://indomovie28.com/star/ryan-driller/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar