Senin, 06 Juli 2020

Seberapa Sering Harus Bercinta Jika Ingin Cepat Hamil?

 Sebuah studi dari Indiana University menemukan cara untuk meningkatkan peluang kehamilan, yaitu dengan semakin seringnya bercinta. Menurut studi yang dipublikasi di jurnal Fertility and Sterility, Physiology and Behavior, menyebut bahwa semakin sering berhubungan seks maka sistem imun akan berubah, serta membantu wanita untuk hamil.
Untuk membuktikannya, studi ini melibatkan 30 wanita dengan gaya hidup yang hampir serupa, tapi kehidupan seksnya berbeda. Separuh dari mereka aktif, sementara sisanya tidak. Pada wanita yang aktif berhubungan seksual, terjadi perubahan sistem imun yang bisa meningkatkan peluang untuk kehamilan.

Tapi, apa ini berhasil?
"Ini penting bagi pasangan untuk sering bercinta, dan tidak hanya menargetkan waktu untuk menunggu ovulasi (lepasnya sel telur dari indung telur)," kata ahli fertilitas, Emma Cannon, yang dikutip dari Metro.

Menurut Emma, banyak pasangan yang hanya bercinta saat masa subur saja dan menurutnya itu hal yang salah. Itu akan berdampak buruk pada sperma pasangannya. Selain itu, ia juga selalu menganjurkan kliennya untuk bercinta sebelum jam 08.00 pagi.

"Riset menunjukkan bahwa zat dalam sperma bisa menunjang tubuh wanita dalam proses implantasi embrio (pelekatan sel telur pada dinding rahim)," imbuhnya.

Lalu, sebaiknya berapa kali bercinta dalam seminggu agar cepat hamil?
Ahli fertilitas lainnya, Victoria Walker, mengatakan jika ingin cepat hamil pasangan bisa berhubungan intim sebanyak 2 kali dalam seminggu. Ini akan jauh lebih baik daripada dilakukan satu kali seminggu.

"Ini karena jumlah dan kualitas sperma pasangan bisa memburuk, jika terus berada di dalam tubuh lebih dari tiga hari," katanya.

Berdasarkan studi ini juga, untuk menjaga kualitas sperma bisa dengan berhubungan intim setiap 48 jam sekali. Selain itu, cara memperbesar peluang kehamilan lainnya bisa dengan berhubungan seks di masa subur.

"Tetapi jika tidak memungkinkan, berhubungan seks dua atau 3 kali seminggu juga sudah cukup," lanjut Walker.

Cegah Baby Boom Saat Pandemi, Alat Kontrasepsi di Klaten Dikirim Via Ojol

 Fenomena kelahiran bayi massal atau baby boom di masa pandemi COVID 19 mulai diwaspadai Pemkab Klaten. Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB tetap memasok alat dan obat kontrasepsi ke layanan KB melalui jasa ojek online.
"Dengan menggunakan ojek online, kita berharap dengan cara seperti itu fasilitas kesehatan tetap menerima pasokan alkon yang sesuai. Sehingga pelayanan KB dapat maksimal dan baby boom dapat dicegah," ungkap Kepala Dinsos P3A dan KB Pemkab Klaten, Much Nasir pada detikcom, Minggu (5/7/2020).

Nasir menjelaskan di situasi pandemi saat ini, fenomena baby boom yang tak terkendali bisa terjadi karena stay at home dan interaksi di rumah intensif. Dinas memastikan distribusi alat dan obat terjamin dengan protokol COVID.

"Distribusi alat dan obat kontrasepsi di masa pandemi dengan ojek online (Diskon Mami Ojol) ini untuk meminimalisir kontak langsung sekaligus physical distancing. Kardus berisi alokon yang didistribusikan juga disemprot cairan desinfektan," sambung Nasir.

Dikatakan Nasir, ada sedikitnya 110 fasilitas kesehatan atau faskes yang melayani KB dan tersebar di daerah-daerah. Faskes tersebut meliputi puskesmas, klinik pratama negeri maupun swasta, serta melibatkan dokter keluarga maupun bidan praktek mandiri.

"Faskes baik puskesmas, klinik dan bidan itu tersebar di 26 Kecamatan. Sejauh ini jumlah kehamilan berdasarkan data bulan Mei tercatat 7.076," imbuh Nasir.

Dari angka itu, sambung Nasir, rata-rata kehamilan antara 1.000- 1.200 per bulan. Apabila dalam setahun tidak melebihi 16.000 kehamilan masih dinilai wajar.

"Jadi jika setahun tidak lebih dari 16.000 kehamilan, itu masih dalam angka wajar. Namun kemungkinan tetap kita antisipasi," tambah Nasir.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB, Dinas Sosial P3A dan KB Kabupaten Klaten, Retno Setyaningsih menyebutkan bahwa di masa pandemi ini dimungkinkan akan terjadi lonjakan kelahiran bayi atau baby boom. Dengan adanya kebijakan stay at home serta work from home membuat interaksi antar keluarga lebih meningkat.

"Tren baby boom ini akan terlihat jelas beberapa waktu ke depan, terlebih jika pelayanan KB tidak digiatkan. Termasuk dengan memastikan ketersediaan alat kontrasepsi di faskes-faskes," terang Retno.
https://cinemamovie28.com/cast/mark-obrien/

Terjawab! Bersepeda dengan Celana Padding, Boleh Tetap Pakai Celana Dalam

Celana padding atau celana khusus bersepeda umumnya didesain cukup ketat sehingga tidak perlu pakai celana dalam. Tapi bagi yang masih risih kalau tidak pakai celana dalam, tidak perlu cemas karena dirangkap juga ada manfaatnya.
Menurut praktisi kesehatan olahraga dr Michael Triangto, SpKO, pilihan untuk pakai celana dalam atau tidak seharusnya tidak perlu dipikirkan terlalu berat. Dalam kondisi normal, tidak ada dampak serius dari keduanya.

"Dalam keadaan sehat, bersepeda dalam waktu tidak terlalu panjang, tidak masalah. Apapun bisa kita pakai," kata dr Michael.

Bagi yang merasa risih ketika tidak pakai celana dalam, tidak perlu merasa malu karena melapisi celana padding dengan celana dalam juga ada manfaatnya. Terlebih, menurut dr Michael, ketika bersepeda dalam waktu yang lama dan banyak berkeringat.

Bersepeda dalam durasi yang lama bisa memicu gesekan, yang akan diperburuk oleh keringat berlebih. Menggunakan pelapis berupa celana dalam, bagi sebagian orang, akan membantu penyerapan keringat.

"Celana dalam dapat mengurangi risiko tadi," kata dr Michael.

Dengan catatan tentunya, celana dalamnya tidak dipakai di luar celana padding.

Seberapa Sering Harus Bercinta Jika Ingin Cepat Hamil?

 Sebuah studi dari Indiana University menemukan cara untuk meningkatkan peluang kehamilan, yaitu dengan semakin seringnya bercinta. Menurut studi yang dipublikasi di jurnal Fertility and Sterility, Physiology and Behavior, menyebut bahwa semakin sering berhubungan seks maka sistem imun akan berubah, serta membantu wanita untuk hamil.
Untuk membuktikannya, studi ini melibatkan 30 wanita dengan gaya hidup yang hampir serupa, tapi kehidupan seksnya berbeda. Separuh dari mereka aktif, sementara sisanya tidak. Pada wanita yang aktif berhubungan seksual, terjadi perubahan sistem imun yang bisa meningkatkan peluang untuk kehamilan.

Tapi, apa ini berhasil?
"Ini penting bagi pasangan untuk sering bercinta, dan tidak hanya menargetkan waktu untuk menunggu ovulasi (lepasnya sel telur dari indung telur)," kata ahli fertilitas, Emma Cannon, yang dikutip dari Metro.

Menurut Emma, banyak pasangan yang hanya bercinta saat masa subur saja dan menurutnya itu hal yang salah. Itu akan berdampak buruk pada sperma pasangannya. Selain itu, ia juga selalu menganjurkan kliennya untuk bercinta sebelum jam 08.00 pagi.

"Riset menunjukkan bahwa zat dalam sperma bisa menunjang tubuh wanita dalam proses implantasi embrio (pelekatan sel telur pada dinding rahim)," imbuhnya.

Lalu, sebaiknya berapa kali bercinta dalam seminggu agar cepat hamil?
Ahli fertilitas lainnya, Victoria Walker, mengatakan jika ingin cepat hamil pasangan bisa berhubungan intim sebanyak 2 kali dalam seminggu. Ini akan jauh lebih baik daripada dilakukan satu kali seminggu.

"Ini karena jumlah dan kualitas sperma pasangan bisa memburuk, jika terus berada di dalam tubuh lebih dari tiga hari," katanya.

Berdasarkan studi ini juga, untuk menjaga kualitas sperma bisa dengan berhubungan intim setiap 48 jam sekali. Selain itu, cara memperbesar peluang kehamilan lainnya bisa dengan berhubungan seks di masa subur.

"Tetapi jika tidak memungkinkan, berhubungan seks dua atau 3 kali seminggu juga sudah cukup," lanjut Walker.
https://cinemamovie28.com/cast/dave-lawson/