Senin, 06 Juli 2020

Terjawab! Bersepeda dengan Celana Padding, Boleh Tetap Pakai Celana Dalam

Celana padding atau celana khusus bersepeda umumnya didesain cukup ketat sehingga tidak perlu pakai celana dalam. Tapi bagi yang masih risih kalau tidak pakai celana dalam, tidak perlu cemas karena dirangkap juga ada manfaatnya.
Menurut praktisi kesehatan olahraga dr Michael Triangto, SpKO, pilihan untuk pakai celana dalam atau tidak seharusnya tidak perlu dipikirkan terlalu berat. Dalam kondisi normal, tidak ada dampak serius dari keduanya.

"Dalam keadaan sehat, bersepeda dalam waktu tidak terlalu panjang, tidak masalah. Apapun bisa kita pakai," kata dr Michael.

Bagi yang merasa risih ketika tidak pakai celana dalam, tidak perlu merasa malu karena melapisi celana padding dengan celana dalam juga ada manfaatnya. Terlebih, menurut dr Michael, ketika bersepeda dalam waktu yang lama dan banyak berkeringat.

Bersepeda dalam durasi yang lama bisa memicu gesekan, yang akan diperburuk oleh keringat berlebih. Menggunakan pelapis berupa celana dalam, bagi sebagian orang, akan membantu penyerapan keringat.

"Celana dalam dapat mengurangi risiko tadi," kata dr Michael.

Dengan catatan tentunya, celana dalamnya tidak dipakai di luar celana padding.

Seberapa Sering Harus Bercinta Jika Ingin Cepat Hamil?

 Sebuah studi dari Indiana University menemukan cara untuk meningkatkan peluang kehamilan, yaitu dengan semakin seringnya bercinta. Menurut studi yang dipublikasi di jurnal Fertility and Sterility, Physiology and Behavior, menyebut bahwa semakin sering berhubungan seks maka sistem imun akan berubah, serta membantu wanita untuk hamil.
Untuk membuktikannya, studi ini melibatkan 30 wanita dengan gaya hidup yang hampir serupa, tapi kehidupan seksnya berbeda. Separuh dari mereka aktif, sementara sisanya tidak. Pada wanita yang aktif berhubungan seksual, terjadi perubahan sistem imun yang bisa meningkatkan peluang untuk kehamilan.

Tapi, apa ini berhasil?
"Ini penting bagi pasangan untuk sering bercinta, dan tidak hanya menargetkan waktu untuk menunggu ovulasi (lepasnya sel telur dari indung telur)," kata ahli fertilitas, Emma Cannon, yang dikutip dari Metro.

Menurut Emma, banyak pasangan yang hanya bercinta saat masa subur saja dan menurutnya itu hal yang salah. Itu akan berdampak buruk pada sperma pasangannya. Selain itu, ia juga selalu menganjurkan kliennya untuk bercinta sebelum jam 08.00 pagi.

"Riset menunjukkan bahwa zat dalam sperma bisa menunjang tubuh wanita dalam proses implantasi embrio (pelekatan sel telur pada dinding rahim)," imbuhnya.

Lalu, sebaiknya berapa kali bercinta dalam seminggu agar cepat hamil?
Ahli fertilitas lainnya, Victoria Walker, mengatakan jika ingin cepat hamil pasangan bisa berhubungan intim sebanyak 2 kali dalam seminggu. Ini akan jauh lebih baik daripada dilakukan satu kali seminggu.

"Ini karena jumlah dan kualitas sperma pasangan bisa memburuk, jika terus berada di dalam tubuh lebih dari tiga hari," katanya.

Berdasarkan studi ini juga, untuk menjaga kualitas sperma bisa dengan berhubungan intim setiap 48 jam sekali. Selain itu, cara memperbesar peluang kehamilan lainnya bisa dengan berhubungan seks di masa subur.

"Tetapi jika tidak memungkinkan, berhubungan seks dua atau 3 kali seminggu juga sudah cukup," lanjut Walker.
https://cinemamovie28.com/cast/dave-lawson/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar