Seorang bayi berusia 67 hari di Provinsi Guizhou, China Barat Daya telah dinyatakan sembuh dari penyakit COVID-19 akibat dari virus corona. Ia diperbolehkan keluar dari rumah sakit bersama tiga pasien lainnya setelah menjalani perawatan di rumah sakit selama 13 hari.
"Selama lebih dari 20 hari, petugas medis kami telah bekerja keras (menangani), terutama dari klinik demam, departemen infeksi, pernapasan, dan darurat, serta tim manajemen rumah sakit," ujar Divisi Sekretaris Rumah Sakit Rakyat Provinsi Guizhou, Zhang Xiangyan.
Dikutip dari Xinhua News, bayi yang diketahui bermarga Jiang tersebut terinfeksi virus corona setelah kembali dari Guizhou pada 25 Januari lalu. Bayi tersebut langsung dirujuk ke Guizhou Provincial People's Hospital untuk mendapatkan perawatan.
Sebelumnya, bayi tersebut mengalami gejala seperti pilek dan batuk. Setelah diperiksa, ia dinyatakan positif COVID-19 pada 2 Februari. Kedua orang tuanya juga didiagnosis mengalami pneumonia yang disebabkan oleh virus corona.
"Ketika bayi diperiksa di klinik komunitas, hasil menunjukkan positif virus corona," kata Direktur Pediatri Guizhou Provincial People's Hospital, Cui Yuxia.
Menurut Zhang Xiangyan, hingga saat ini di rumah sakit tempatnya bekerja belum ada petugas medis yang terinfeksi virus corona COVID-19.
Lucinta Luna Positif Amphetamin, Obat Apakah Itu?
Artis kontroversial Lucinta Luna beberapa waktu lalu diamankan oleh Polres Metro Jakarta Barat di apartemennya. Ia beserta 3 temannya juga sejumlah barang bukti ikut diamankan, seperti obat penenang dan ekstasi.
Baru-baru ini, Lucinta telah menjalani tes darah dan rambut. Hasilnya, rambut dan darahnya positif mengandung amfetamin atau amphetamin.
"Iya positif amfetamin," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, saat dihubungi detikcom, Senin (17/2/2020).
Amphetamin atau dikenal sebagai sabu-sabu adalah sejenis obat stimulan yang bekerja di sistem saraf pusat. Efeknya bisa mempercepat sinyal dari otak menuju ke seluruh tubuh.
Beberapa jenis obat ini juga digunakan untuk mengobati ADHD (Attention Deficit and Hyperactivity Disorder) dan narkolepsi.
Dikutip dari Medical News Today, obat ini bisa meningkatkan libido, kesadaran, kontrol kognitif, kekuatan otot, dan mengatasi kelelahan. Ada dua jenis amphetamin, yaitu MDMA (Metil Dioksi Metamfetamin) dan metamfetamin.
MDMA ini biasa dikenal dengan ekstasi, fantacy pils, dan inex. Jika sering menggunakannya, bisa menimbulkan adiksi atau kecanduan.
Jika disalahgunakan, efek sampingnya bisa menyebabkan jantung berdebar, pingsan, stroke, serangan jantung, halusinasi, hingga kematian. Efek lainnya bisa menekan nafsu makan sampai menurunkan berat badan.
Health Alert Card di Bandara Bikin Ribet, Ini Saran Guru Besar FKM UI
Beberapa orang meragukan efektivitas health alert card dalam menangkal penyebaran virus corona (COVID-19). Bisa saja setelah mengisi, seseorang tidak melapor meski jatuh sakit dan mengalami gejala infeksi virus corona dalam periode inkubasi 14 hari.
Lantas apakah health alert card masih dibutuhkan dalam mencegah penyebaran virus corona?
"Kalau saya katakan, harus lebih gencar gitu untuk orang yang masuk ini, karena jumlahnya kan ribuan. Kalau dikasih alert card saja, tergantung dia disiplin atau tidak," kata Guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKMUI), Prof dr Ascobat Gani, MPH, DrPH, kepada detikcom, Senin (17/2/2020).
Prof Ascobat menyarankan agar health alert card menjadi lebih efektif, maka penumpang pesawat yang berasal dari negara terinfeksi untuk dikumpulkan terlebih dahulu sebelum diizinkan keluar dari bandara.
"Orang dari bandara kan langsung kabur gitu biasanya. Ini barangkali khusus yang dari Singapura ini, semua penumpang di pesawat sebelum masuk ke imigrasi itu dikumpulkan dulu lalu dijelaskan tentang COVID-19 dan berikan secarik kertas atau alert card," ucap Prof Ascobat.
Selain itu untuk meminimalisir penyebaran virus corona di masyarakat, akibat beberapa orang yang tidak melapor bila mengalami gejala-gejala COVID-19. Prof Ascobat juga menegaskan perlunya memperkuat puskesmas di seluruh Indonesia, agar para petugas kesehatan bisa mengetahui siapa saja yang berpotensi terkena COVID-19.
"Supaya puskesmas bisa cepat mencurigai bila ada gejala-gejala COVID-19, dengan dilakukannya pertanyaan tambahan kepada pasien yang lebih terperinci," jelasnya
"Nah sekarang orang batuk, pilek, sesak napas itu tolong ditanya anda tinggal di mana? Anda pernah berkontak dengan orang yang habis dari negara terinfeksi tidak? Kalau iya, maka petugas wajib melapor kepada kepala dinasnya, sehingga orang ini bisa dilacak dia punya tetangga ini siapa? Sudah berapa lama dia terpapar," pungkasnya.
https://kamumovie28.com/zero-no-tsukaima-s2-episode-2/