Sebagai antisipasi masuknya virus corona COVID-19, Kementerian Kesehatan RI membagikan Health Alert Card (HAC) atau kartu kewaspadaan kesehatan di setiap pintu masuk negara. Termasuk juga di bandara, HAC wajib diisi oleh setiap penumpang pesawat dari daerah yang terdampak wabah penyakit.
Kartu ini disimpan selama 14 hari dan ditunjukkan ke petugas kesehatan jika dalam periode tersebut mengalami keluhan. Pasien dengan kartu tersebut artinya punya riwayat bepergian ke daerah yang terdampak COVID-19.
"Pemberian ini merupakan standar internasional. Di dalam kartu tersebut disebutkan bahwa dalam 14 hari sejak kedatangan ke Indonesia manakala sakit, atau merasakan panas dan gejala influenza maka Kementerian Kesehatan mengimbau mereka untuk ke rumah sakit atau Puskesmas dan menunjukkan kartunya," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Ahmad Yurianto.
Dalam praktiknya, pengisian HAC ini dirasa merepotkan oleh sebagian penumpang. Selain karena makan waktu, juga terkesan hanya formalitas karena informasi yang ada dalam kartu tersebut diisi sendiri oleh penumpang dan tidak diperiksa lagi.
"Habis itu dikasih ke petugas, dan nggak diapa-apain," kata Kristo, seorang karyawan di Jakarta yang baru-baru ini baru pulang dari luar negeri.
Guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKMUI), Prof dr Ascobat Gani, MPH, DrPH berpendapat, yang terpenting dalam pengisian HAC adalah edukasi tentang penularan penyakit. Sebab kenyataannya, memang tidak semua penumpang membaca informasi yang ada dalam HAC saat mengisi dan menyimpannya.
"(Seharusnya) Tidak hanya diberikan alert card, tapi kumpulkan saja semuanya pada saat pesawat turun untuk dilakukan edukasi," jelasnya.
Ini Olahraga yang Dapat Dilakukan untuk Turunkan Kadar Kolesterol
Gaya hidup yang tidak sehat dapat meningkatkan kadar kolesterol di dalam tubuh yang berpotensi besar untuk terkena risiko penyakit jantung di masa yang akan datang. Salah satu cara untuk menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh adalah dengan berolahraga.
Namun, ada yang perlu diketahui tentang kolesterol yang ada di dalam tubuh manusia. Medical Marketing Manager Kalbe Nutritionals dr Adeline Devita mengatakan ada dua jenis kolesterol yang ada di dalam tubuh kita yaitu kolesterol baik (HDL-High Density Lipoprotein) dan kolesterol jahat (LDL-Low Density Lipoprotein).
HDL dianggap sebagai kolesterol baik karena dapat mengangkut kolesterol ke dalam organ hati untuk dibuang ke kantung empedu, sehingga tubuh tidak kelebihan kolesterol. HDL juga dapat mencegah penumpukan plak, melindungi arteri dan mencegah terjadinya penyakit kardiovaskular.
"Kadar HDL normal adalah lebih tinggi dari 55 mg/dL untuk wanita dan 45 mg/dL untuk pria. Semakin tinggi angka kolesterol HDL Anda, semakin rendah risiko Anda terkena penyakit jantung, penyakit pembuluh darah, ataupun stroke," ujar dr Adeline kepada detikHealth, baru-baru ini.
Bagai dua sisi koin, kolesterol juga mempunyai sisi jahatnya atau yang bisa disebut sebagai LDL. LDL dikenal sebagai kolesterol jahat,yang mengangkut kolesterol dari organ hati ke sel-sel yang membutuhkan. LDL mengandung lebih banyak lemak daripada HDL, semakin banyak jumlah LDL dapat mengganggu kesehatan manusia, karena LDL dapat menempel di dinding arteri sehingga terbentuk plak.
"Penumpukan plak dapat menghambat aliran darah dan oksigen ke organ tubuh. Kurangnya oksigen pada organ atau arteri dapat menyebabkan penyakit ginjal atau penyakit arteri perifer, di samping serangan jantung atau stroke. Oleh karena itu semakin rendah kadar LDL semakin baik. Kadar yang baik dalam darah adalah kurang dari 130 mg/dL," jelas dr Adeline.
Lalu bagaimana agar dapat terhindar dari menumpuknya kolesterol LDL agar terhindar dari berbagai penyakit serius yang bisa menyerang kapan saja? dr Adeline menyarankan agar terus melakukan olahraga rutin sehari minimal 30 menit dan paling tidak dilakukan selama 12 minggu.
https://kamumovie28.com/zero-no-tsukaima-s2-episode-9/