Minggu, 02 Agustus 2020

Ganjil Genap di DKI Berlaku Lagi, Begini Cegah Corona di Transportasi Umum

Kebijakan ganjil genap akan kembali diberlakukan di tengah PSBB (pembatasan sosial berskala besar) transisi. Transportasi umum akan jadi andalan bagi yang tidak bisa menggunakan kendaraan pribadi.
Karena memungkinkan terjadi interaksi dengan banyak orang di dalam ruang tertutup, transportasi umum menjadi salah satu tempat dengan risiko tinggi menularkan virus Corona COVID-19. Karenanya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mencegahnya.

Dirangkum dari protokol kesehatan yang berlaku, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan:

1. Jaga jarak
Berbagai moda transportasi umum sudah menerapkan physical distancing. Kapasitas angkut dibatasi, tidak semua bangku bisa diduduki, ditandai dengan tanda silang atau sejenisnya. Demikian juga area berdiri, ada penanda yang memudahkan antar penumpang untuk saling jaga jarak.

2. Lengan Panjang
Selain wajib menggunakan masker, pengguna angkutan umum juga disarankan untuk menerapkan berbagai langkah pencegahan lain. Termasuk menggunakan baju lengan panjang atau jaket saat naik KRL.

3. Tidak ngobrol dan makan-minum
Aktivitas yang mengharuskan penumpang angkutan umum membuka masker tidak diperbolehkan. Ini artinya, tidak boleh makan dan minum saat berada di kendaraan umum. Ngobrol atau berbicara baik melalui telepon atau secara langsung juga tidak diperbolehkan untuk menghindari keluarnya droplet maupun mikrodroplet yang bisa menularkan virus Corona.

4. Bawa helm sendiri jika naik ojek
Bagi pengguna ojek, online maupun offline, bawa helm sendiri sangat dianjurkan. Helm yang digunakan bersama-sama berisiko menularkan virus Corona karena dipegang oleh banyak orang sehingga sangat mungkin menularkan virus Corona ketika terpegang lalu tangannya menyentuh wajah.

5. Sepeda untuk alternatif
Tidak ingin ambil risiko kontak dekat dengan orang lain? Sepeda bisa jadi pilihan karena tidak terkena kebijakan ganjil genap. Manfaat lainnya adalah bisa sekalian olahraga. Ingat, tetap pakai masker ya. Kan, bukan mau balapan?

4 Petunjuk Ganjil Virus Corona, Gangguan Pendengaran hingga Kebotakan

Meski utamanya menyerang pernapasan, infeksi virus Corona COVID-19 tidak terbatas pada keluhan batuk dan sesak napas. Berbagai gejala yang tak biasa makin banyak dilaporkan, termasuk kebotakan dan gangguan pendengaran.
Demikian juga faktor risikonya, virus Corona mulai dikaitkan juga dengan berbagai kondisi yang tak terbayangkan sebelumnya. Siapa sangka pria botak lebih rentan mengalami dampak fatal ketika terinfeksi?

Dikutip dari Guardian, berikut 5 gejala dan faktor risiko tak biasa virus Corona.

1. Rambut rontok
Beberapa pasien COVID-19 melaporkan kerontokan rambut. Tidak secara langsung disebabkan oleh virus, tetapi para ilmuwan punya penjelasannya.

"Salah satu bentuk kerontokan yang disebut telogen effluvium bisa menyebabkan kerontokan sementara sebagai akibat dari beberapa pemicu termasuk demam dan penyakit parah, yang mungkin menjelaskan beberapa kasus kerontokan yang dilaporkan bersama infeksi COVID-19," kata Dr Tanya Bleiker dari British Association of Dermatologists.

2. Gangguan pendengaran
Kajian sistematis atas bukti-bukti ilmiah mengungkap beberapa laporan gangguan pendengaran pada pasien COVID-19. Tim peneliti yang sama juga mengungkap 16 dari 121 pasien yang dirawat karena COVID-19 mengalami perubahan pada pendengaran 8 pekan setelah sembuh.

"Secara teori mungkin ada kaitan karena kita tahu beberapa virus bisa memicu gangguan pendengaran seperti campak contohnya," kata Kevin Munro dari University of Manchester.

3. Punya postur tinggi
Sebuah penelitian yang belum menjalani telaah sejawat (peer review) menyebut orang-orang yang badannya tinggi punya risiko lebih besar tertular COVID-19. Diyakini berhubungan dengan penularan melalui aerosol. Penelitian ini banyak dipertanyakan oleh ilmuwan lain.

4. Botak
Hormon androgen dikaitkan dengan risiko keparahan seseorang ketika terinfeksi COVID-19. Hormon yang sama juga berperan pada kebotakan. Sebuah riset kecil mengungkap kaitan antara botak dengan risiko mengalami dampak lebih serius ketika terinfeksi COVID-19.
https://indomovie28.net/cohabitation-with-my-sister-2/

Sabtu, 01 Agustus 2020

Bikin Ribet, Pengisian 'Health Alert Card' di Bandara Dikeluhkan

Sebagai antisipasi masuknya virus corona COVID-19, Kementerian Kesehatan RI membagikan Health Alert Card (HAC) atau kartu kewaspadaan kesehatan di setiap pintu masuk negara. Termasuk juga di bandara, HAC wajib diisi oleh setiap penumpang pesawat dari daerah yang terdampak wabah penyakit.
Kartu ini disimpan selama 14 hari dan ditunjukkan ke petugas kesehatan jika dalam periode tersebut mengalami keluhan. Pasien dengan kartu tersebut artinya punya riwayat bepergian ke daerah yang terdampak COVID-19.

"Pemberian ini merupakan standar internasional. Di dalam kartu tersebut disebutkan bahwa dalam 14 hari sejak kedatangan ke Indonesia manakala sakit, atau merasakan panas dan gejala influenza maka Kementerian Kesehatan mengimbau mereka untuk ke rumah sakit atau Puskesmas dan menunjukkan kartunya," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Ahmad Yurianto.

Dalam praktiknya, pengisian HAC ini dirasa merepotkan oleh sebagian penumpang. Selain karena makan waktu, juga terkesan hanya formalitas karena informasi yang ada dalam kartu tersebut diisi sendiri oleh penumpang dan tidak diperiksa lagi.

"Habis itu dikasih ke petugas, dan nggak diapa-apain," kata Kristo, seorang karyawan di Jakarta yang baru-baru ini baru pulang dari luar negeri.

Guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKMUI), Prof dr Ascobat Gani, MPH, DrPH berpendapat, yang terpenting dalam pengisian HAC adalah edukasi tentang penularan penyakit. Sebab kenyataannya, memang tidak semua penumpang membaca informasi yang ada dalam HAC saat mengisi dan menyimpannya.

"(Seharusnya) Tidak hanya diberikan alert card, tapi kumpulkan saja semuanya pada saat pesawat turun untuk dilakukan edukasi," jelasnya.

Ini Olahraga yang Dapat Dilakukan untuk Turunkan Kadar Kolesterol

Gaya hidup yang tidak sehat dapat meningkatkan kadar kolesterol di dalam tubuh yang berpotensi besar untuk terkena risiko penyakit jantung di masa yang akan datang. Salah satu cara untuk menurunkan kadar kolesterol di dalam tubuh adalah dengan berolahraga.
Namun, ada yang perlu diketahui tentang kolesterol yang ada di dalam tubuh manusia. Medical Marketing Manager Kalbe Nutritionals dr Adeline Devita mengatakan ada dua jenis kolesterol yang ada di dalam tubuh kita yaitu kolesterol baik (HDL-High Density Lipoprotein) dan kolesterol jahat (LDL-Low Density Lipoprotein).

HDL dianggap sebagai kolesterol baik karena dapat mengangkut kolesterol ke dalam organ hati untuk dibuang ke kantung empedu, sehingga tubuh tidak kelebihan kolesterol. HDL juga dapat mencegah penumpukan plak, melindungi arteri dan mencegah terjadinya penyakit kardiovaskular.

"Kadar HDL normal adalah lebih tinggi dari 55 mg/dL untuk wanita dan 45 mg/dL untuk pria. Semakin tinggi angka kolesterol HDL Anda, semakin rendah risiko Anda terkena penyakit jantung, penyakit pembuluh darah, ataupun stroke," ujar dr Adeline kepada detikHealth, baru-baru ini.

Bagai dua sisi koin, kolesterol juga mempunyai sisi jahatnya atau yang bisa disebut sebagai LDL. LDL dikenal sebagai kolesterol jahat,yang mengangkut kolesterol dari organ hati ke sel-sel yang membutuhkan. LDL mengandung lebih banyak lemak daripada HDL, semakin banyak jumlah LDL dapat mengganggu kesehatan manusia, karena LDL dapat menempel di dinding arteri sehingga terbentuk plak.

"Penumpukan plak dapat menghambat aliran darah dan oksigen ke organ tubuh. Kurangnya oksigen pada organ atau arteri dapat menyebabkan penyakit ginjal atau penyakit arteri perifer, di samping serangan jantung atau stroke. Oleh karena itu semakin rendah kadar LDL semakin baik. Kadar yang baik dalam darah adalah kurang dari 130 mg/dL," jelas dr Adeline.

Lalu bagaimana agar dapat terhindar dari menumpuknya kolesterol LDL agar terhindar dari berbagai penyakit serius yang bisa menyerang kapan saja? dr Adeline menyarankan agar terus melakukan olahraga rutin sehari minimal 30 menit dan paling tidak dilakukan selama 12 minggu.
https://kamumovie28.com/zero-no-tsukaima-s2-episode-9/