Kebijakan ganjil genap akan kembali diberlakukan di tengah PSBB (pembatasan sosial berskala besar) transisi. Transportasi umum akan jadi andalan bagi yang tidak bisa menggunakan kendaraan pribadi.
Karena memungkinkan terjadi interaksi dengan banyak orang di dalam ruang tertutup, transportasi umum menjadi salah satu tempat dengan risiko tinggi menularkan virus Corona COVID-19. Karenanya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk mencegahnya.
Dirangkum dari protokol kesehatan yang berlaku, berikut beberapa hal yang harus diperhatikan:
1. Jaga jarak
Berbagai moda transportasi umum sudah menerapkan physical distancing. Kapasitas angkut dibatasi, tidak semua bangku bisa diduduki, ditandai dengan tanda silang atau sejenisnya. Demikian juga area berdiri, ada penanda yang memudahkan antar penumpang untuk saling jaga jarak.
2. Lengan Panjang
Selain wajib menggunakan masker, pengguna angkutan umum juga disarankan untuk menerapkan berbagai langkah pencegahan lain. Termasuk menggunakan baju lengan panjang atau jaket saat naik KRL.
3. Tidak ngobrol dan makan-minum
Aktivitas yang mengharuskan penumpang angkutan umum membuka masker tidak diperbolehkan. Ini artinya, tidak boleh makan dan minum saat berada di kendaraan umum. Ngobrol atau berbicara baik melalui telepon atau secara langsung juga tidak diperbolehkan untuk menghindari keluarnya droplet maupun mikrodroplet yang bisa menularkan virus Corona.
4. Bawa helm sendiri jika naik ojek
Bagi pengguna ojek, online maupun offline, bawa helm sendiri sangat dianjurkan. Helm yang digunakan bersama-sama berisiko menularkan virus Corona karena dipegang oleh banyak orang sehingga sangat mungkin menularkan virus Corona ketika terpegang lalu tangannya menyentuh wajah.
5. Sepeda untuk alternatif
Tidak ingin ambil risiko kontak dekat dengan orang lain? Sepeda bisa jadi pilihan karena tidak terkena kebijakan ganjil genap. Manfaat lainnya adalah bisa sekalian olahraga. Ingat, tetap pakai masker ya. Kan, bukan mau balapan?
4 Petunjuk Ganjil Virus Corona, Gangguan Pendengaran hingga Kebotakan
Meski utamanya menyerang pernapasan, infeksi virus Corona COVID-19 tidak terbatas pada keluhan batuk dan sesak napas. Berbagai gejala yang tak biasa makin banyak dilaporkan, termasuk kebotakan dan gangguan pendengaran.
Demikian juga faktor risikonya, virus Corona mulai dikaitkan juga dengan berbagai kondisi yang tak terbayangkan sebelumnya. Siapa sangka pria botak lebih rentan mengalami dampak fatal ketika terinfeksi?
Dikutip dari Guardian, berikut 5 gejala dan faktor risiko tak biasa virus Corona.
1. Rambut rontok
Beberapa pasien COVID-19 melaporkan kerontokan rambut. Tidak secara langsung disebabkan oleh virus, tetapi para ilmuwan punya penjelasannya.
"Salah satu bentuk kerontokan yang disebut telogen effluvium bisa menyebabkan kerontokan sementara sebagai akibat dari beberapa pemicu termasuk demam dan penyakit parah, yang mungkin menjelaskan beberapa kasus kerontokan yang dilaporkan bersama infeksi COVID-19," kata Dr Tanya Bleiker dari British Association of Dermatologists.
2. Gangguan pendengaran
Kajian sistematis atas bukti-bukti ilmiah mengungkap beberapa laporan gangguan pendengaran pada pasien COVID-19. Tim peneliti yang sama juga mengungkap 16 dari 121 pasien yang dirawat karena COVID-19 mengalami perubahan pada pendengaran 8 pekan setelah sembuh.
"Secara teori mungkin ada kaitan karena kita tahu beberapa virus bisa memicu gangguan pendengaran seperti campak contohnya," kata Kevin Munro dari University of Manchester.
3. Punya postur tinggi
Sebuah penelitian yang belum menjalani telaah sejawat (peer review) menyebut orang-orang yang badannya tinggi punya risiko lebih besar tertular COVID-19. Diyakini berhubungan dengan penularan melalui aerosol. Penelitian ini banyak dipertanyakan oleh ilmuwan lain.
4. Botak
Hormon androgen dikaitkan dengan risiko keparahan seseorang ketika terinfeksi COVID-19. Hormon yang sama juga berperan pada kebotakan. Sebuah riset kecil mengungkap kaitan antara botak dengan risiko mengalami dampak lebih serius ketika terinfeksi COVID-19.
https://indomovie28.net/cohabitation-with-my-sister-2/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar