Minggu, 02 Agustus 2020

Viral Dukun Cabul Masukan Telur ke Vagina, Dokter Sebut Ada Risiko Infeksi

Seorang dukun berinisial AR (40), warga Bondowoso, dipolisikan oleh pasiennya. Pria itu diduga melakukan tindakan asusila terhadap seorang wanita.
Menurut laporan, wanita berusia 30 tahun yang menjadi korban sempat diminta telanjang dan disetubuhi. Tidak hanya itu pelaku juga sempat memasukkan telur ke dalam vagina korbannya dengan dalih untuk pengobatan asam lambung.

Menanggapi peristiwa ini, ahli penyakit kulit dan kelamin Dr dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK(K), FINSDV, FAADV dari klinik DNI Skin Care mengungkapkan bahwa ada risiko kesehatan ketika organ intim dimasukkan benda asing.

"Kalau benda asing tersebut engga steril, akibatnya vagina jadi terinfeksi." Jelas dr Darma saat dihubungi detikcom, Sabtu (01/08/2020).

dr Darma juga menambahkan bahwa reaksi peradangan dari vagina yang terinfeksi dapat dilihat dari tanda-tanda banyaknya cairan keluar yang sering disebut keputihan. Perempuan yang sudah terinfeksi disarankan segera pergi ke dokter untuk diperiksa keparahan dari keputihan tersebut.

"Keputihan itu kan bisa berbau atau berwarna, sehingga harus diperiksa ke dokter untuk mengetahui tingkat keparahan infeksi itu agar bisa segera diobati." pungkasnya.

Berapa Kali Seminggu Frekuensi Bercinta yang Ideal? Ini Kata Studi

Bicara tentang hubungan intim, orang-orang mungkin memiliki pertanyaan seberapa sering bercinta dengan pasangan yang dianggap ideal. Apakah ada tolak ukurnya?
Riset tahun 2015 di jurnal Social Psychological and Personality Science yang melihat data dari 2.400 pasangan menemukan semakin sering bercinta, maka mereka bisa semakin bahagia. Namun, tingkat kebahagiaan ini ada di titik maksimalnya pada frekuensi bercinta satu kali dalam seminggu.

Hal serupa juga diteliti oleh Universitas Carnegie Mellon yang mengklaim bahwa terlalu sering melakukan sesi bercinta, dapat menimbulkan kebosanan berdampak pada menurunnya rasa bahagia bagi kedua pasangan.

Satu hal yang harus digarisbawahi adalah yang terpenting kedua pasangan sama-sama merasa puas saat sesi bercinta. Mungkin ada saja yang bisa bercinta lebih dari sekali dalam seminggu atau sebaliknya.

Ahli menyarankan agar lebih fokus pada keintiman, komunikasi, dan menentukan posisi bercinta dengan pasangan daripada mengkhawatirkan target seberapa sering bercinta, apalagi membandingkannya dengan pasangan lain.

Pasien Keluhkan Rambut Rontok dan Gangguan Pendengaran, Gejala Baru COVID-19?

Seorang wanita yang berjuang melawan virus Corona lebih dari dua bulan mengeluhkan gejala lain yang jarang dialami, yaitu rambut rontok. Peggy Goroly menceritakan, rambutnya mulai rontok selama tiga bulan lebih sejak gejala Corona muncul.
Goroly, warga Long Island yang berusia 56 tahun, merasakan kondisi ini membuat dirinya merasa belum sepenuhnya pulih. Ia dinyatakan positif Corona sejak 5 Maret dengan beragam gejala.

Mulai dari gejala kelelahan, jantung berdebar, hingga sesak napas. Bahkan, untuk menaiki tangga saja ia merasa terengah-engah.

Dikutip dari Business Insider, Goroly bercerita bahwa ia bukan satu-satunya yang mengalami rambut rontok kala terinfeksi. Dalam sebuah grup Facebook khusus pasien COVID-19, adapula pasien lain, mengeluhkan hal yang sama.

"Cukup traumatis, kehilangan rambut," katanya kepada Business Insider.

"Saya pergi ke sana (grup Facebook) suatu hari, dan seseorang memposting, 'Apakah ada yang kehilangan rambut?' Dan orang-orang benar-benar menunjukkan gumpalan rambut di tangan mereka," kata Goroly.

"Jadi aku tahu aku tidak gila sekarang," lanjutnya.

Rambut rontok
Putrinya yang berusia 23 tahun dan positif Corona pada bulan April, juga mulai mengalami kondisi rambut rontok. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS tidak mencantumkan kerontokan rambut sebagai gejala COVID-19, tetapi beberapa dokter telah memperhatikan kondisi ini di antara pasien mereka.

"Ini cenderung terjadi pada orang-orang yang memiliki kasus yang cukup parah yang telah kita saksikan," sebut Dr Nate Favini, pemimpin medis di Forward, praktik perawatan primer yang mengumpulkan data tentang pasien virus Corona.

Favini mengatakan pasien Corona mungkin mengidap telogen effluvium. Suatu kondisi yang membuat rambut berhenti tumbuh dan akhirnya rontok kira-kira tiga bulan setelah peristiwa traumatis saat terinfeksi COVID-19.

Sedangkan rata-rata orang sehat kehilangan sekitar 100 helai rambut per hari, orang dengan telogen effluvium mungkin kehilangan sekitar tiga kali lipatnya. Kondisi ini biasanya berlangsung selama sekitar enam bulan, dengan pasien kehilangan hingga setengah rambut di kulit kepala mereka.
https://indomovie28.net/guardian/

Hati-hati, Ini Bahaya Menjemur Pakaian di Dalam Ruangan

Belakangan ini cuaca sedang tidak menentu. Kadang matahari terik, tetapi beberapa saat kemudian hujan. Hal ini bisa membuat sebagian orang 'kecolongan' saat mengeringkan jemuran.
Untuk mengantisipasi agar jemuran tidak terkena hujan, ada orang yang akhirnya memilih menjemur pakaian di dalam ruangan.

Memang menjemur pakaian di dalam ruangan membantu agar tidak khawatir jemuran terkena hujan, tapi ternyata menjemur pakaian bisa berisiko juga bagi kesehatan.

Dikutip dari Rte, sebuah penelitian dari Mackintosh School of Architecture di Skotlandia menemukan kebiasaan menjemur pakaian basah di dalam ruangan akan meningkatkan kelembapan hingga 30 persen. Dampaknya jamur jadi lebih mudah untuk tumbuh dan melepaskan sporanya di dalam ruangan.

"Lingkungan lembap mendorong tumbuhnya jamur yang dapat melepaskan spora di dalam ruangan," jelas Pheena Kenny, perwakilan Asthma Society of Ireland.

Spora merupakan sel berkembang biaknya jamur. Bila terhirup bisa menyebabkan batuk, bersin, alergi, dan asma.

Kenny menambahkan kelompok yang rentan, seperti anak bayi, orang tua, dan orang dengan sistem kenalan tubuh yang lemah akan mudah mengalami masalah kesehatan bila terpapar spora jamur ini.

Viral Dukun Cabul Masukan Telur ke Vagina, Dokter Sebut Ada Risiko Infeksi

Seorang dukun berinisial AR (40), warga Bondowoso, dipolisikan oleh pasiennya. Pria itu diduga melakukan tindakan asusila terhadap seorang wanita.
Menurut laporan, wanita berusia 30 tahun yang menjadi korban sempat diminta telanjang dan disetubuhi. Tidak hanya itu pelaku juga sempat memasukkan telur ke dalam vagina korbannya dengan dalih untuk pengobatan asam lambung.

Menanggapi peristiwa ini, ahli penyakit kulit dan kelamin Dr dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK(K), FINSDV, FAADV dari klinik DNI Skin Care mengungkapkan bahwa ada risiko kesehatan ketika organ intim dimasukkan benda asing.

"Kalau benda asing tersebut engga steril, akibatnya vagina jadi terinfeksi." Jelas dr Darma saat dihubungi detikcom, Sabtu (01/08/2020).

dr Darma juga menambahkan bahwa reaksi peradangan dari vagina yang terinfeksi dapat dilihat dari tanda-tanda banyaknya cairan keluar yang sering disebut keputihan. Perempuan yang sudah terinfeksi disarankan segera pergi ke dokter untuk diperiksa keparahan dari keputihan tersebut.

"Keputihan itu kan bisa berbau atau berwarna, sehingga harus diperiksa ke dokter untuk mengetahui tingkat keparahan infeksi itu agar bisa segera diobati." pungkasnya.

Berapa Kali Seminggu Frekuensi Bercinta yang Ideal? Ini Kata Studi

Bicara tentang hubungan intim, orang-orang mungkin memiliki pertanyaan seberapa sering bercinta dengan pasangan yang dianggap ideal. Apakah ada tolak ukurnya?
Riset tahun 2015 di jurnal Social Psychological and Personality Science yang melihat data dari 2.400 pasangan menemukan semakin sering bercinta, maka mereka bisa semakin bahagia. Namun, tingkat kebahagiaan ini ada di titik maksimalnya pada frekuensi bercinta satu kali dalam seminggu.

Hal serupa juga diteliti oleh Universitas Carnegie Mellon yang mengklaim bahwa terlalu sering melakukan sesi bercinta, dapat menimbulkan kebosanan berdampak pada menurunnya rasa bahagia bagi kedua pasangan.

Satu hal yang harus digarisbawahi adalah yang terpenting kedua pasangan sama-sama merasa puas saat sesi bercinta. Mungkin ada saja yang bisa bercinta lebih dari sekali dalam seminggu atau sebaliknya.

Ahli menyarankan agar lebih fokus pada keintiman, komunikasi, dan menentukan posisi bercinta dengan pasangan daripada mengkhawatirkan target seberapa sering bercinta, apalagi membandingkannya dengan pasangan lain.
https://indomovie28.net/terlalu-tampan-2/