Minggu, 02 Agustus 2020

Hati-hati, Ini Bahaya Menjemur Pakaian di Dalam Ruangan

Belakangan ini cuaca sedang tidak menentu. Kadang matahari terik, tetapi beberapa saat kemudian hujan. Hal ini bisa membuat sebagian orang 'kecolongan' saat mengeringkan jemuran.
Untuk mengantisipasi agar jemuran tidak terkena hujan, ada orang yang akhirnya memilih menjemur pakaian di dalam ruangan.

Memang menjemur pakaian di dalam ruangan membantu agar tidak khawatir jemuran terkena hujan, tapi ternyata menjemur pakaian bisa berisiko juga bagi kesehatan.

Dikutip dari Rte, sebuah penelitian dari Mackintosh School of Architecture di Skotlandia menemukan kebiasaan menjemur pakaian basah di dalam ruangan akan meningkatkan kelembapan hingga 30 persen. Dampaknya jamur jadi lebih mudah untuk tumbuh dan melepaskan sporanya di dalam ruangan.

"Lingkungan lembap mendorong tumbuhnya jamur yang dapat melepaskan spora di dalam ruangan," jelas Pheena Kenny, perwakilan Asthma Society of Ireland.

Spora merupakan sel berkembang biaknya jamur. Bila terhirup bisa menyebabkan batuk, bersin, alergi, dan asma.

Kenny menambahkan kelompok yang rentan, seperti anak bayi, orang tua, dan orang dengan sistem kenalan tubuh yang lemah akan mudah mengalami masalah kesehatan bila terpapar spora jamur ini.

Viral Dukun Cabul Masukan Telur ke Vagina, Dokter Sebut Ada Risiko Infeksi

Seorang dukun berinisial AR (40), warga Bondowoso, dipolisikan oleh pasiennya. Pria itu diduga melakukan tindakan asusila terhadap seorang wanita.
Menurut laporan, wanita berusia 30 tahun yang menjadi korban sempat diminta telanjang dan disetubuhi. Tidak hanya itu pelaku juga sempat memasukkan telur ke dalam vagina korbannya dengan dalih untuk pengobatan asam lambung.

Menanggapi peristiwa ini, ahli penyakit kulit dan kelamin Dr dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK(K), FINSDV, FAADV dari klinik DNI Skin Care mengungkapkan bahwa ada risiko kesehatan ketika organ intim dimasukkan benda asing.

"Kalau benda asing tersebut engga steril, akibatnya vagina jadi terinfeksi." Jelas dr Darma saat dihubungi detikcom, Sabtu (01/08/2020).

dr Darma juga menambahkan bahwa reaksi peradangan dari vagina yang terinfeksi dapat dilihat dari tanda-tanda banyaknya cairan keluar yang sering disebut keputihan. Perempuan yang sudah terinfeksi disarankan segera pergi ke dokter untuk diperiksa keparahan dari keputihan tersebut.

"Keputihan itu kan bisa berbau atau berwarna, sehingga harus diperiksa ke dokter untuk mengetahui tingkat keparahan infeksi itu agar bisa segera diobati." pungkasnya.

Berapa Kali Seminggu Frekuensi Bercinta yang Ideal? Ini Kata Studi

Bicara tentang hubungan intim, orang-orang mungkin memiliki pertanyaan seberapa sering bercinta dengan pasangan yang dianggap ideal. Apakah ada tolak ukurnya?
Riset tahun 2015 di jurnal Social Psychological and Personality Science yang melihat data dari 2.400 pasangan menemukan semakin sering bercinta, maka mereka bisa semakin bahagia. Namun, tingkat kebahagiaan ini ada di titik maksimalnya pada frekuensi bercinta satu kali dalam seminggu.

Hal serupa juga diteliti oleh Universitas Carnegie Mellon yang mengklaim bahwa terlalu sering melakukan sesi bercinta, dapat menimbulkan kebosanan berdampak pada menurunnya rasa bahagia bagi kedua pasangan.

Satu hal yang harus digarisbawahi adalah yang terpenting kedua pasangan sama-sama merasa puas saat sesi bercinta. Mungkin ada saja yang bisa bercinta lebih dari sekali dalam seminggu atau sebaliknya.

Ahli menyarankan agar lebih fokus pada keintiman, komunikasi, dan menentukan posisi bercinta dengan pasangan daripada mengkhawatirkan target seberapa sering bercinta, apalagi membandingkannya dengan pasangan lain.
https://indomovie28.net/terlalu-tampan-2/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar