Sabtu, 05 September 2020

Petaka Belanja Online, Tas Kulit Rp 280 Juta Dimusnahkan Petugas Bea Cukai

Malang betul nasib perempuan ini. Ia terpaksa merelakan tas seharga ratusan juta rupiah yang dibelinya secara online kepada petugas Bea Cukai Australia karena tak memiliki izin.
Tas tersebut diketahui berasal dari sebuah butik Saint Laurent di Prancis. Terbuat dari kulit buaya, nilai tas itu mencapai 26 ribu dolar Australia atau sekitar Rp 280 juta.

Setibanya di Perth, tas tersebut dilarang keluar dari bandara karena sang pembeli tak bisa menunjukkan izin resmi kepada petugas. Alhasil, tas mewah itu harus dimusnahkan. Demikian BBC mengabarkan, Jumat (4/9/2020).

Australia memberlakukan aturan ketat terkait impor barang-barang yang terbuat dari material seperti kulit buaya. Barang tersebut baru bisa masuk ke perbatasan Australia jika pengimpor memiliki izin yang dikeluarkan oleh pemerintah Australia lewat Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES). Adapun pembuatan izin menelan biaya 70 dolar Australia atau Rp 750 ribu.

Menteri Lingkungan Australia Sussan Ley menyatakan, kejadian yang dialami wanita tersebut seharusnya bisa menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar berpikir dua kali sebelum membeli barang yang mengandung unsur hewani.

"Kita harus lebih bijak terhadap produk yang kita beli secara online mengingat pembatasan perdagangan produk hewan sangat penting demi melestarikan hewan-hewan yang terancam punah," kata Sussan.

Bagi mereka yang ketahuan melakukan impor secara ilegal, akan dikenakan denda senilai 222 ribu dolar Australia. Ancaman 10 tahun penjara juga menanti.

Pemerintah Australia mengatakan, sangat berkomitmen dalam mendeteksi kasus-kasus perdagangan produk binatang yang ilegal. Barang tersebut mencakup barang fashion, material bulu, hingga cendera mata untuk turis.

Berkulit Albino, 6 Wanita Ini Buktikan Mereka Bisa Sukses Jadi Model

 Albino adalah kondisi langka yang menyebabkan seseorang kekurangan atau tidak memiliki melanin dalam tubuhnya. Hal itu membuat mereka tampak pucat baik pada kulit maupun rambut. Pengidap albino memang sering menjadi perhatian yang mungkin pernah membuat mereka merasa berbeda atau tidak dimengerti bahkan minder. Namun enam model wanita ini membuktikan jika mereka juga cantik dan bisa sukses.

Connie Chiu

Tak banyak model albino yang datang dari Asia. Connie Chiu adalah salah satu dari sedikit orang albino dalam industri fashion yang bahkan dikatakan adalah pelopornya. Connie yang berasal dari Hong Kong ini dibesarkan di Swedia kemudian pergi ke London untuk mengembangkan kariernya sebagai model profesional. Connie mengawali karier sebagai peragawati untuk desainer Prancis Jean-Paul Gaultier di usia 24 tahun. Connie juga merupakan seorang penyanyi jazz.

Nastya Zhidkova

Karena kondisinya, model Nastya Zhidkova mengaku pernah jadi korban bullying. Namun keunikan wanita asal Ukraina itu malah membuatnya kini sukses jadi model. Selain wajah dan rambut yang berwarna pucat, penampilan Nastya juga mencuri atensi karena mata birunya. Nastya memulai karier di dunia modeling ketika menarik perhatian sebuah agensi yang merekrutnya kemudian membuatnya jadi viral.

Diandra Forrest

Model ras kulit hitam yang mengidap kondisi albino juga banyak menghiasi industri model. Diandra Forrest pun adalah sosok yang spesial. Selain menjadi model wanita albino pertama yang dikontrak agensi terkenal, ia juga seorang advokat di Tanzania untuk mewakili anak muda dengan kondisi serupa. Niatmya menjadi advokat datang dari pengalamannya sendiri yang mengaku sering tidak dimengerti sejak kecil bahkan sampai sekarang.

Refilwe Modiselle

Model kulit hitam pengidap albino lain yang sukses dalam industi modeling adalah Refilwe. Ia merupakan model albinisme pertama yang pernah berjalan di runaway Afrika Selatan. Ia mulai jadi peragawati sejak usia 13 untuk sebuah majalah. Selain di panggung model, wanita 34 tahun tersebut juga mengembangkan kariernya menjadi penyanyi dan aktris.

Thando Hopa

Wajah Thando Hopa bukan hanya pernah menghiasi sampul majalah Vogue hingga Forbes untuk pertama kali sebagai model albino. Ia pernah terlibat dalam Pirelli Calendar 2018 di mana Thando menjadi model Afrika Selatan kulit berwarna pertama yang pernah berpartisipasi. Bukan hanya model, wanita asal Afrika Selatan tersebut juga seorang aktivis dan pengacara. Menjadi sosok yang inspiratif, ia pun masuk sebagai 100 Women dari BBC karena mengadvokasi keberagaman dan inklusivitas.

Alyona Subbotina

Sebagai orang kulit putih, Alyona Subbotina mungkin tidak terlihat mengidap albinisme. Meski begitu, bukan hal yang mudah baginya untuk masuk ke industri modeling. Tak jarang Alyona ditolak oleh agensi karena dianggap tidak cocok dengan mereka. Sampai akhirnya Wanita asal Kazakhstan tersebut muncul di iklan Givenchy hingga MAC. Tak cuma model albino, Alyona juga seorang pebisnis.
https://kamumovie28.com/gantian-dong/

Rilis Lilin Unik, Gwyneth Paltrow Minta Karyawan Cium Aroma Area Intimnya

 Gwyneth Paltrow merilis lilin beraroma area intim atau vagina pada awal 2020 kemarin. Kini salah seorang pekerjanya mengungkap kisah di balik pembuatan lilin tersebut.
"Untuk tim Goop, mencium aroma vagina Gwyneth adalah bagian dari keseharian kami di kantor," begitu kata kepala desainer dan merchandise dari Goop, Shaun Kearney.

Goop merupakan brand gaya hidup yang didirikan Gwyneth Paltrow pada 2008. Brand Goop menjual berbagai hal mulai dari baju, produk makeup, skincare hingga lilin beraroma aneh, salah satunya wangi Miss V.

Dalam wawancara dengan Closer, Shaun Kearney mengatakan, ada alasan kenapa Gwyneth Paltrow sampai melakukan hal ekstrem saat merilis sebuah produk. Menurutnya, sosok mantan istri Chris Martin itu adalah perwujudan dari brand Goop. "Oleh karena itu dia ingin memastikan keontetikan produk yang dirilisnya," kata Shaun.

Lilin beraroma intim yang dirilis Gwyneth Paltrow dinamai dengan nama yang juga kontroversoal. Lilin bernama 'This Smells Like My Vagina' itu dijual seharga US$ 75 atau sekitar Rp 1 jutaan.

Seperti apa aroma lilin This Smells Like My Vagina? Saat merilis lilin tersebut, aktris Avengers tersebut mengatakan lilin terbarunya memiliki campuran aroma geranium, citrus bergamot, cedar, mawar damask dan benih kapasan.

Gwyneth Paltrow pun menjelaskan alasannya merilis lilin beraroma Miss V. "Karena wanita selama ini diberitahu untuk malu dengan bagian tertentu tubuhnya. Jadi dengan menyalakan lilin bernama This Smells Like My Vagina ini, dan menaruhnya di meja, ini seperti sebuah pernyataan yang 'punk rock'," ujarmya.

Petaka Belanja Online, Tas Kulit Rp 280 Juta Dimusnahkan Petugas Bea Cukai

Malang betul nasib perempuan ini. Ia terpaksa merelakan tas seharga ratusan juta rupiah yang dibelinya secara online kepada petugas Bea Cukai Australia karena tak memiliki izin.
Tas tersebut diketahui berasal dari sebuah butik Saint Laurent di Prancis. Terbuat dari kulit buaya, nilai tas itu mencapai 26 ribu dolar Australia atau sekitar Rp 280 juta.

Setibanya di Perth, tas tersebut dilarang keluar dari bandara karena sang pembeli tak bisa menunjukkan izin resmi kepada petugas. Alhasil, tas mewah itu harus dimusnahkan. Demikian BBC mengabarkan, Jumat (4/9/2020).

Australia memberlakukan aturan ketat terkait impor barang-barang yang terbuat dari material seperti kulit buaya. Barang tersebut baru bisa masuk ke perbatasan Australia jika pengimpor memiliki izin yang dikeluarkan oleh pemerintah Australia lewat Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES). Adapun pembuatan izin menelan biaya 70 dolar Australia atau Rp 750 ribu.

Menteri Lingkungan Australia Sussan Ley menyatakan, kejadian yang dialami wanita tersebut seharusnya bisa menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar berpikir dua kali sebelum membeli barang yang mengandung unsur hewani.

"Kita harus lebih bijak terhadap produk yang kita beli secara online mengingat pembatasan perdagangan produk hewan sangat penting demi melestarikan hewan-hewan yang terancam punah," kata Sussan.

Bagi mereka yang ketahuan melakukan impor secara ilegal, akan dikenakan denda senilai 222 ribu dolar Australia. Ancaman 10 tahun penjara juga menanti.

Pemerintah Australia mengatakan, sangat berkomitmen dalam mendeteksi kasus-kasus perdagangan produk binatang yang ilegal. Barang tersebut mencakup barang fashion, material bulu, hingga cendera mata untuk turis.
https://kamumovie28.com/bonus/