Minggu, 04 Oktober 2020

Berbulan-bulan Bebas Corona, Negara Ini Akhirnya Punya Kasus Pertama COVID-19

 Sempat beruntung menjadi salah satu negara yang bebas dari Corona sejak wabah merebak, kini Kepulauan Solomon laporkan kasus Corona pertama. Hal ini diumumkan Perdana Menteri Manasseh Sogavare Sabtu kemarin.

"Pasien adalah seorang pelajar pria yang kembali dari Filipina awal pekan ini," demikian lapor kantor berita Xinhua.


Dikutip dari Straits Times, pasien Corona pertama yang dilaporkan disebut berasal dari Filipina. Sebelum keberangkatan ke Kepulauan Solomon, ia diketahui telah menjalani tiga kali tes atau pemeriksaan dan dinyatakan aman.


Namun, sesampai di Kepulauan Solomon, ia dinyatakan positif COVID-19. Pasien Corona pertama di Kepulauan Solomon tidak menunjukkan gejala apapun.


"Siswa, yang tidak menunjukkan gejala, ditempatkan di isolasi dengan dua kontak dekat lainnya," Radio Selandia Baru melaporkan.


"Kasus baru ini secara efektif mengaktifkan langkah-langkah kesiapsiagaan dan respons yang telah direncanakan pemerintah selama delapan bulan terakhir," kata Perdana Menteri Sogavare.


"Perencanaan, persiapan, simulasi, dan latihan tidak sia-sia dan pemerintah yakin akan kapasitasnya untuk menanggapi, menahan, dan mengelola situasi untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga," katanya.


Namun, dia mengatakan tidak akan ada penutupan nasional untuk saat ini.


Siswa yang dinyatakan kasus pertama COVID-19 di negara tersebut, termasuk di antara lebih dari 400 warga negara Kepulauan Solomon yang terdampar di Filipina setelah perbatasan ditutup.


Pemerintah Kepulauan Solomon telah menjadwalkan tiga penerbangan untuk membawa pulang orang-orang itu, yang terakhir akan dilakukan akhir bulan sesuai rencana.


"Pemerintah saya sangat menyadari risiko yang terlibat dalam pemulangan siswa kami dari Filipina. Kami juga menyadari bahwa menjaga anak-anak kami di Filipina membuat mereka menghadapi risiko yang lebih tinggi," sebut Perdana Menteri Sogavare.


"Sebagai pemerintah yang bertanggung jawab, kami tidak bisa menutup mata terhadap penderitaan anak-anak kami dan membawa mereka pulang adalah hal yang manusiawi untuk dilakukan," katanya.

https://cinemamovie28.com/mole-of-life/


Donald Trump: Beberapa Hari ke Depan 'Ujian Nyata' Lawan Corona


 Beredar kabar kritis mengenai Donald Trump Presiden Amerika Serikat, usai terpapar COVID-19. Hal ini disampaikan staf Gedung Putih yang menyebut Trump kemungkinan akan menghadapi kondisi kritis 2 hari ke depan.

Dikutip dari BBC, Trump angkat bicara mengenai kondisi kesehatannya pada 4 Oktober 2020. Dalam video yang diunggah Trump di Twitter ia menyebut dirinya telah membaik dan berterima kasih kepada para dokter dan perawat di Walter Reed National Military Medical Center.


Selain itu, Trump menyebut ujian nyata melawan COVID-19 ada di beberapa hari berikutnya. Ia menilai itulah ujian sebenarnya.


"Selama periode beberapa hari berikutnya, saya kira itu ujian yang sebenarnya. Kami akan melihat apa yang terjadi selesai beberapa hari ke depan," jelas Trump dalam unggahan video Twitternya, dikutip dari BBC International.


BBC melaporkan, pada Sabtu pagi setempat, Dr Conley mengatakan presiden tidak diberi oksigen tambahan untuk saat ini dan telah bebas demam selama 24 jam.


"Presiden diperkirakan akan tetap di Walter Reed selama "beberapa hari"" menurut keterangan Gedung Putih.


Dr Conley mengatakan dia "sangat optimis" tentang kondisi Trump. Namun, kepala staf Gedung Putih, Mark Meadows, menyatakan keprihatinannya tentang kondisi presiden tersebut, dengan mengatakan bahwa dia belum berada di jalur yang jelas menuju pemulihan.


Dia mengatakan kepada wartawan bahwa tanda-tanda vital presiden selama 24 jam terakhir 'sangat mengkhawatirkan' dan 48 jam berikutnya akan menjadi kritis. Presiden, berusia 74 tahun, seorang pria dan seseorang yang dikategorikan obesitas, berada dalam kategori risiko lebih tinggi untuk COVID-19. Ia sejauh ini disebut telah dirawat dengan suntikan obat eksperimental dan obat antivirus remdesivir.

https://cinemamovie28.com/coven/

Cegah COVID-19, Ini yang Disarankan Selain Jaga Protokol Kesehatan

 Dosen Fakultas Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dr Arie Sutopo, SpKO mengatakan olahraga merupakan benteng kedua yang dapat dilakukan dalam upaya untuk melawan COVID-19. Menurutnya, berolahraga bisa meningkatkan imunitas tubuh.

"Aktivitas olahraga menjadi benteng kedua yang melawan serangan virus corona ke dalam tubuh," ujar Arie seperti dilansir dari situs covid19.go.id, Minggu (4/10/2020).


Adapun intensitas olahraga yang disarankan sebagai benteng kedua terhadap virus Corona adalah sedang atau ringan selama 30 menit sehari.


Selain itu jangan lupa pula yang harus dilakukan untuk menangkal virus berbahaya tersebut dengan protokol kesehatan, meliputi pakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan.


"Pakai masker itu tetap, cuci tangan, dan jaga jarak. Karena ini tindakan pencegahan supaya virus nggak masuk ke tubuh," ungkap Arie.


Maka dari itu, masyarakat selalu dianjurkan untuk mematuhi protokol kesehatan, terutama jaga jarak. Jika melakukan olahraga di luar rumah, Arie menyarankan untuk tidak melakukannya secara beregu alias tetap #jagajarak.


Arie juga menyarankan beberapa aktivitas olahraga yang bisa dilakukan di dalam rumah. Seperti menggunakan fasilitas treadmill atau kolam renang.


Jadi, tetap selalu #IngatPesanIbu untuk memutus rantai COVID-19 seperti yang dijelaskan #SatgasCOVID19 dengan melakukan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

https://kamumovie28.com/the-darkness/


Berbulan-bulan Bebas Corona, Negara Ini Akhirnya Punya Kasus Pertama COVID-19


Sempat beruntung menjadi salah satu negara yang bebas dari Corona sejak wabah merebak, kini Kepulauan Solomon laporkan kasus Corona pertama. Hal ini diumumkan Perdana Menteri Manasseh Sogavare Sabtu kemarin.

"Pasien adalah seorang pelajar pria yang kembali dari Filipina awal pekan ini," demikian lapor kantor berita Xinhua.


Dikutip dari Straits Times, pasien Corona pertama yang dilaporkan disebut berasal dari Filipina. Sebelum keberangkatan ke Kepulauan Solomon, ia diketahui telah menjalani tiga kali tes atau pemeriksaan dan dinyatakan aman.


Namun, sesampai di Kepulauan Solomon, ia dinyatakan positif COVID-19. Pasien Corona pertama di Kepulauan Solomon tidak menunjukkan gejala apapun.


"Siswa, yang tidak menunjukkan gejala, ditempatkan di isolasi dengan dua kontak dekat lainnya," Radio Selandia Baru melaporkan.


"Kasus baru ini secara efektif mengaktifkan langkah-langkah kesiapsiagaan dan respons yang telah direncanakan pemerintah selama delapan bulan terakhir," kata Perdana Menteri Sogavare.


"Perencanaan, persiapan, simulasi, dan latihan tidak sia-sia dan pemerintah yakin akan kapasitasnya untuk menanggapi, menahan, dan mengelola situasi untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga," katanya.


Namun, dia mengatakan tidak akan ada penutupan nasional untuk saat ini.


Siswa yang dinyatakan kasus pertama COVID-19 di negara tersebut, termasuk di antara lebih dari 400 warga negara Kepulauan Solomon yang terdampar di Filipina setelah perbatasan ditutup.

https://kamumovie28.com/unforgettable/