Dosen Fakultas Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dr Arie Sutopo, SpKO mengatakan olahraga merupakan benteng kedua yang dapat dilakukan dalam upaya untuk melawan COVID-19. Menurutnya, berolahraga bisa meningkatkan imunitas tubuh.
"Aktivitas olahraga menjadi benteng kedua yang melawan serangan virus corona ke dalam tubuh," ujar Arie seperti dilansir dari situs covid19.go.id, Minggu (4/10/2020).
Adapun intensitas olahraga yang disarankan sebagai benteng kedua terhadap virus Corona adalah sedang atau ringan selama 30 menit sehari.
Selain itu jangan lupa pula yang harus dilakukan untuk menangkal virus berbahaya tersebut dengan protokol kesehatan, meliputi pakai masker, jaga jarak, dan mencuci tangan.
"Pakai masker itu tetap, cuci tangan, dan jaga jarak. Karena ini tindakan pencegahan supaya virus nggak masuk ke tubuh," ungkap Arie.
Maka dari itu, masyarakat selalu dianjurkan untuk mematuhi protokol kesehatan, terutama jaga jarak. Jika melakukan olahraga di luar rumah, Arie menyarankan untuk tidak melakukannya secara beregu alias tetap #jagajarak.
Arie juga menyarankan beberapa aktivitas olahraga yang bisa dilakukan di dalam rumah. Seperti menggunakan fasilitas treadmill atau kolam renang.
Jadi, tetap selalu #IngatPesanIbu untuk memutus rantai COVID-19 seperti yang dijelaskan #SatgasCOVID19 dengan melakukan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.
https://kamumovie28.com/the-darkness/
Berbulan-bulan Bebas Corona, Negara Ini Akhirnya Punya Kasus Pertama COVID-19
Sempat beruntung menjadi salah satu negara yang bebas dari Corona sejak wabah merebak, kini Kepulauan Solomon laporkan kasus Corona pertama. Hal ini diumumkan Perdana Menteri Manasseh Sogavare Sabtu kemarin.
"Pasien adalah seorang pelajar pria yang kembali dari Filipina awal pekan ini," demikian lapor kantor berita Xinhua.
Dikutip dari Straits Times, pasien Corona pertama yang dilaporkan disebut berasal dari Filipina. Sebelum keberangkatan ke Kepulauan Solomon, ia diketahui telah menjalani tiga kali tes atau pemeriksaan dan dinyatakan aman.
Namun, sesampai di Kepulauan Solomon, ia dinyatakan positif COVID-19. Pasien Corona pertama di Kepulauan Solomon tidak menunjukkan gejala apapun.
"Siswa, yang tidak menunjukkan gejala, ditempatkan di isolasi dengan dua kontak dekat lainnya," Radio Selandia Baru melaporkan.
"Kasus baru ini secara efektif mengaktifkan langkah-langkah kesiapsiagaan dan respons yang telah direncanakan pemerintah selama delapan bulan terakhir," kata Perdana Menteri Sogavare.
"Perencanaan, persiapan, simulasi, dan latihan tidak sia-sia dan pemerintah yakin akan kapasitasnya untuk menanggapi, menahan, dan mengelola situasi untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga," katanya.
Namun, dia mengatakan tidak akan ada penutupan nasional untuk saat ini.
Siswa yang dinyatakan kasus pertama COVID-19 di negara tersebut, termasuk di antara lebih dari 400 warga negara Kepulauan Solomon yang terdampar di Filipina setelah perbatasan ditutup.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar