Kamis, 03 Desember 2020

Ungkap Kondisi Mental, Penyanyi Ost Mulan Nadin Amizah Malah 'Diserang'

 Baru-baru ini nama Nadin Amizah mendadak trending di Twitter. Cuitannya yang menyinggung soal kondisi kesehatan mental telah menarik perhatian para netizen.

"Your girlfriend. your mentally unstable girlfriend," tulis Nadin Amizah dalam tweet-nya, Senin (1/12/2020), dikutip dari Insertlive.


Cuitan itu pun berbuntut panjang, banyak netizen yang menganggap Nadin Aminzah justru malah meromantisasi isu kesehatan mental. Mereka mengkhawatirkan cuitannya ini bisa berdampak buruk pada pengikutnya di Twitter.


"Kalau mental kamu ga stabil, yok semangat berobat ke psikiater atau psikolog! Biar followers kamu yg sedang ada di fase yg sama aware, bahwa pertolongan itu ada. Kejiwaan yang tidak stabil jangan dibiarkan atau dipuitisasi ya takutnya ada yg mikir, mental ga stabil itu estetik," tulis akun @r*no*wo**s.


"Mungkin maksudnya kalo punya illness itu diusahain sembuh, bukannya menerima keadaan dan didiemin bahkan sampe diromantisasi. penyakit didiemin malah komplikasi gak sih ? wkwk," tulis akun @be**to*aa.


Penyanyi Ost Mulan ini pun merasa kecewa dengan tanggapan para netizen. Menurutnya, ia tidak bermaksud untuk meromantisasi isu mental, justru ia sedang berusaha agar bisa sembuh dari kondisi yang sedang dialaminya.


"LO PIKIR GUE GA USAHA SEMBUH," tegas Nadin Amizah membalas salah satu tweet netizen.


Bagaimana respons selanjutnya dari Nadin Amizah soal isu kesehatan mental yang dihadapinya? TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

https://tendabiru21.net/movies/in-the-realm-of-the-senses/


Klorokuin-Lopinavir Tak Lagi Dipakai, BPOM Beberkan Deretan Obat COVID-19 di RI


Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI meninjau kembali penggunaan obat pasien COVID-19. Selain klorokuin, beberapa obat lain tak akan lagi digunakan khusus untuk pasien COVID-19.

Dra Togi J Hutadjulu, Apt, MHA, Plt Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor dan Zat Adiktif BPOM menjelaskan salah satu alasan lopinavir dan ritonavir tak lagi dipakai karena tak menunjukkan manfaat.


"Bukti ilmiah yang tersedia tidak menunjukkan manfaat yang berarti dalam menurunkan angka kematian dan mempercepat perbaikan gejala COVID-19 dibandingkan dengan terapi standar," jelas Dra Togi melalui kanal YouTube BPOM Kamis (3/11/2020).


Ketersediaan obat juga menjadi penilaian BPOM dalam peninjauan kembali lopinavir dan ritonavir untuk mengobati pasien COVID-19. Terutama dalam hal ini, pengobatan pasien HIV AIDS.


"Ketersediaan obat ini penting untuk indikasi utama yaitu HIV AIDS," lanjutnya.


Sementara itu, klorokuin tak lagi dipakai karena melihat data keamanan dari uji klinik WHO dan pemantauan BPOM yang menunjukkan klorokuin tidak memiliki manfaat yang signifikan pada pasien Corona.


"(Klorokuin) memberikan risiko kejadian kardiovaskular. BPOM sudah mencabut izin EUA untuk penggunaan COVID-19," jelasnya.


Adapun beberapa obat untuk pasien COVID-19 yang tetap tercantum, dan ditambahkan adalah sebagai berikut.


- Favipiravir

- Oseltamivir

- Remdesivir


Antiinflamasi


- Tosilizumab

- Deksametason

- Siklesonid


Antikoagulan akan dimasukkan.


- Heparin

- Enoksaparin


Antibiotika


- Azitromisin

- Levofloksasin

- Meropenem

- Sefotaksim


Analgesik non-opioid


Parasetamol tetap ada


Agonis reseptor beta 2 selektif


Salbutamol sulfat tetap dicantumkan


Obat sistem saraf


- Midazolam tetap ada


Obat pengencer dahak


- Asetilsistein juga ada


Tambahan


Imunoglobulin edisi kedua


Vitamin


- Vitamin C dan Vitamin E


- Ditambahkan Vitamin D


Terapi Ajuvan


- Plasma Konvalesen


- Sel Punca

https://tendabiru21.net/movies/henry-june/

Kasudindik Jaktim Meninggal kena COVID-19, Ini Gejala yang Picu Kondisi Fatal

 Kabar duka datang dari Kepala Suku Dinas Pendidikan (Kasudindik) Wilayah 1 Jakarta Timur, Ade Y Narun. Ia dinyatakan meninggal dunia karena virus Corona COVID-19.

Kabar ini pun telah dibenarkan oleh Wali Kota Jakarta Timur, M Anwar. "Iya meninggal COVID-19," ujarnya saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (3/12/2020).


Anwar mengatakan, jenazah Ade akan dimakamkan di TPU Pondok Ranggon langsung dari rumah sakit.


Saat terinfeksi COVID-19, ada beberapa faktor yang bisa memperparah gejala bahkan memicu kondisi fatal. Di antaranya, faktor usia lanjut, respons kekebalan tubuh, dan penyakit penyerta.


Selain itu, adapun kondisi fatal yang disebabkan happy hypoxia. Kondisi ini terjadi saat pasien COVID-19 memiliki saturasi oksigen yang rendah, namun tak mengalami gejala sesak napas.


Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) menyebut, ada beberapa tanda atau gejala COVID-19 yang perlu diwaspadai karena memicu kondisi fatal hingga kematian.


Berikut tanda atau gejalanya:


Kesulitan bernapas

Nyeri atau tekanan yang terus-menerus di dada

Kebingungan

Ketidakmampuan untuk bangun atau tetap terjaga

Bibir, wajah, atau kuku kebiruan (kondisi ini bisa menunjukkan happy hypoxia).

Meski begitu, sejauh ini lebih banyak pasien COVID-19 yang meninggal karena memiliki penyakit penyerta. Hal ini karena, sistem imun pada pasien COVID-19 yang memiliki penyakit penyerta cenderung akan lebih lemah, sehingga tidak mampu melawan infeksi virus Corona.


"Jika sistem kekebalan tubuh tidak kuat, kemungkinan besar virus itu dapat berkembang biak di dalam paru-paru dan menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan parut. Sistem kekebalan akan melawannya dan menghancurkan jaringan paru yang sehat dalam prosesnya," kata Dr Sarah Jarvis GP, Direktur Klinis Patient Access, dikutip dari The Sun.

https://tendabiru21.net/movies/wild-orchid/


Ungkap Kondisi Mental, Penyanyi Ost Mulan Nadin Amizah Malah 'Diserang'


Baru-baru ini nama Nadin Amizah mendadak trending di Twitter. Cuitannya yang menyinggung soal kondisi kesehatan mental telah menarik perhatian para netizen.

"Your girlfriend. your mentally unstable girlfriend," tulis Nadin Amizah dalam tweet-nya, Senin (1/12/2020), dikutip dari Insertlive.


Cuitan itu pun berbuntut panjang, banyak netizen yang menganggap Nadin Aminzah justru malah meromantisasi isu kesehatan mental. Mereka mengkhawatirkan cuitannya ini bisa berdampak buruk pada pengikutnya di Twitter.


"Kalau mental kamu ga stabil, yok semangat berobat ke psikiater atau psikolog! Biar followers kamu yg sedang ada di fase yg sama aware, bahwa pertolongan itu ada. Kejiwaan yang tidak stabil jangan dibiarkan atau dipuitisasi ya takutnya ada yg mikir, mental ga stabil itu estetik," tulis akun @r*no*wo**s.


"Mungkin maksudnya kalo punya illness itu diusahain sembuh, bukannya menerima keadaan dan didiemin bahkan sampe diromantisasi. penyakit didiemin malah komplikasi gak sih ? wkwk," tulis akun @be**to*aa.


Penyanyi Ost Mulan ini pun merasa kecewa dengan tanggapan para netizen. Menurutnya, ia tidak bermaksud untuk meromantisasi isu mental, justru ia sedang berusaha agar bisa sembuh dari kondisi yang sedang dialaminya.


"LO PIKIR GUE GA USAHA SEMBUH," tegas Nadin Amizah membalas salah satu tweet netizen.


Bagaimana respons selanjutnya dari Nadin Amizah soal isu kesehatan mental yang dihadapinya? TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

https://tendabiru21.net/movies/nine-1-2-weeks/