Kamis, 03 Desember 2020

Kasudindik Jaktim Meninggal kena COVID-19, Ini Gejala yang Picu Kondisi Fatal

 Kabar duka datang dari Kepala Suku Dinas Pendidikan (Kasudindik) Wilayah 1 Jakarta Timur, Ade Y Narun. Ia dinyatakan meninggal dunia karena virus Corona COVID-19.

Kabar ini pun telah dibenarkan oleh Wali Kota Jakarta Timur, M Anwar. "Iya meninggal COVID-19," ujarnya saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (3/12/2020).


Anwar mengatakan, jenazah Ade akan dimakamkan di TPU Pondok Ranggon langsung dari rumah sakit.


Saat terinfeksi COVID-19, ada beberapa faktor yang bisa memperparah gejala bahkan memicu kondisi fatal. Di antaranya, faktor usia lanjut, respons kekebalan tubuh, dan penyakit penyerta.


Selain itu, adapun kondisi fatal yang disebabkan happy hypoxia. Kondisi ini terjadi saat pasien COVID-19 memiliki saturasi oksigen yang rendah, namun tak mengalami gejala sesak napas.


Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat (AS) menyebut, ada beberapa tanda atau gejala COVID-19 yang perlu diwaspadai karena memicu kondisi fatal hingga kematian.


Berikut tanda atau gejalanya:


Kesulitan bernapas

Nyeri atau tekanan yang terus-menerus di dada

Kebingungan

Ketidakmampuan untuk bangun atau tetap terjaga

Bibir, wajah, atau kuku kebiruan (kondisi ini bisa menunjukkan happy hypoxia).

Meski begitu, sejauh ini lebih banyak pasien COVID-19 yang meninggal karena memiliki penyakit penyerta. Hal ini karena, sistem imun pada pasien COVID-19 yang memiliki penyakit penyerta cenderung akan lebih lemah, sehingga tidak mampu melawan infeksi virus Corona.


"Jika sistem kekebalan tubuh tidak kuat, kemungkinan besar virus itu dapat berkembang biak di dalam paru-paru dan menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan parut. Sistem kekebalan akan melawannya dan menghancurkan jaringan paru yang sehat dalam prosesnya," kata Dr Sarah Jarvis GP, Direktur Klinis Patient Access, dikutip dari The Sun.

https://tendabiru21.net/movies/wild-orchid/


Ungkap Kondisi Mental, Penyanyi Ost Mulan Nadin Amizah Malah 'Diserang'


Baru-baru ini nama Nadin Amizah mendadak trending di Twitter. Cuitannya yang menyinggung soal kondisi kesehatan mental telah menarik perhatian para netizen.

"Your girlfriend. your mentally unstable girlfriend," tulis Nadin Amizah dalam tweet-nya, Senin (1/12/2020), dikutip dari Insertlive.


Cuitan itu pun berbuntut panjang, banyak netizen yang menganggap Nadin Aminzah justru malah meromantisasi isu kesehatan mental. Mereka mengkhawatirkan cuitannya ini bisa berdampak buruk pada pengikutnya di Twitter.


"Kalau mental kamu ga stabil, yok semangat berobat ke psikiater atau psikolog! Biar followers kamu yg sedang ada di fase yg sama aware, bahwa pertolongan itu ada. Kejiwaan yang tidak stabil jangan dibiarkan atau dipuitisasi ya takutnya ada yg mikir, mental ga stabil itu estetik," tulis akun @r*no*wo**s.


"Mungkin maksudnya kalo punya illness itu diusahain sembuh, bukannya menerima keadaan dan didiemin bahkan sampe diromantisasi. penyakit didiemin malah komplikasi gak sih ? wkwk," tulis akun @be**to*aa.


Penyanyi Ost Mulan ini pun merasa kecewa dengan tanggapan para netizen. Menurutnya, ia tidak bermaksud untuk meromantisasi isu mental, justru ia sedang berusaha agar bisa sembuh dari kondisi yang sedang dialaminya.


"LO PIKIR GUE GA USAHA SEMBUH," tegas Nadin Amizah membalas salah satu tweet netizen.


Bagaimana respons selanjutnya dari Nadin Amizah soal isu kesehatan mental yang dihadapinya? TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

https://tendabiru21.net/movies/nine-1-2-weeks/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar