Kamis, 07 Januari 2021

Teleskop NASA Bakal Pecahkan Misteri Pembentukan Semesta

 Masih sangat banyak yang harus dipelajari dari teori Big Bang. NASA punya teleskop luar angkasa terbaru yang akan berusaha memecahkan misteri tentang asal pembentukan alam semesta.

Teori Big Bang adalah model kosmologis yang menggambarkan bagaimana alam semesta kita saat ini muncul pertama kali. Konsep tersebut masih menyimpan berjuta misteri, terutama terkait dengan apa yang terjadi dalam mikrodetik awal setelah Big Bang atau ledakan dahsyat itu sendiri.


Apa yang terjadi dalam sepersekian detik ketika alam semesta kita akan terbentuk? NASA ingin mencari tahu. Untuk melakukannya, badan antariksa nasional AS ini telah merancang teleskop yang akan mampu menyelidiki alam semesta untuk mendapatkan bukti momen-momen paling awal.


Teleskop tersebut diberi nama SPHEREx, singkatan dari Spectro-Photometer for the History of the Universe, Epoch of Reionization and Ices Explorer. SPHEREx saat ini memasuki tahap desain akhir dan mulai dibangun agar siap diluncurkan pada 2024 dan 2025.


Dikutip dari Cnet, Rabu (6/1/2021) SPHEREx diperkirakan punya wujud seukuran mobil subcompact. Teleskop luar angkasa ini akan memetakan empat kali seluruh langit, membuat database besar tentang bintang, galaksi, nebula (awan gas dan debu di luar angkasa), dan banyak benda langit lainnya.


Jika semua berjalan sesuai rencana, SPHEREx akan menjadi misi NASA pertama yang menciptakan peta spektroskopi langit penuh dalam near-infrared dengan mengamati total 102 warna near-infrared.


"Itu seperti beralih dari gambar hitam-putih ke warna," jelas Allen Farrington, manajer proyek SPHEREx.


"Prioritas pertama SPHEREx adalah mencari bukti dari sesuatu yang menurut NASA "mungkin terjadi kurang dari sepermiliar per satu miliar detik setelah Big Bang," tambahnya.


Dengan memetakan miliaran galaksi di seluruh alam semesta, NASA berharap dapat menemukan pola statistik yang dapat membantu menjelaskan apa yang terjadi segera setelah Big Bang, ketika alam semesta mulai berkembang. Peta yang baru dibuat juga akan membantu mencari es air dan molekul organik beku di sekitar bintang yang baru terbentuk.


Tim SPHEREx juga berharap bisa menemukan lebih banyak hal tentang pembentukan galaksi dan mungkin dapat menemukan bagaimana beberapa galaksi pertama kali menciptakan bintang.

https://kamumovie28.com/movies/everafter/


Huawei Patenkan Sistem Kontrol Drone Baru Berteknologi AI


 Huawei perusahaan raksasa teknologi asal China menghadirkan produk dengan beberapa kategori berbeda mulai dari elektronik konsumen hingga peralatan telekomunikasi.

Yang terbaru, kini Huawei mulai menjajaki kategori baru termasuk Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau drone.


Dilansir detiKINET dari Gizmochina, Rabu (6/1/2021), Huawei telah diizinkan untuk mengajukan paten terkait drone yang diterbitkan dengan nomor CN110737212B bernama Sistem dan Metode Kontrol UAV. Meski paten ini sudah dipublikasikan belum lama ini nyatanya Huawei sudah mengajukannya pada Juli 2018.


Sesuai dengan judulnya sendiri paten tersebut terkait dengan sistem kendali dan metode pengelolaan drone. Sistem yang disarankan dalam paten ini antara lain meliputi unit tugas, modul tindakan pertama, unit sensor, modul fungsi pertama, modul komputasi kolaboratif dan modul respons pertama.


Unit tugas membagi tugas setelah mendapatkannya menjadi tindakan target dan informasinya dikirim ke modul fungsi pertama dan modul respons oleh modul tindakan pertama.

https://kamumovie28.com/movies/the-touchables/

Fakta CNSA, Kibarkan Bendera China di Bulan Hingga Bawa Sampelnya ke Bumi

 CNSA jadi salah satu topik yang jadi trending di mesin pencari Google. Hal ini disebabkan penemuan puing logam berukuran besar di Teluk Ranggau, Sei Cabang, Kumai, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah dengan logo dan tulisan CNSA.

Puing tersebut diduga kuat milik China National Space Administration (CNSA) atau Badan Antariksa Nasional China.


Mengutip dari situs cnsa.gov.cn, Rabu (6/1/2021) CNSA adalah organisasi pemerintah China yang bertanggung jawab atas pengelolaan kegiatan ruang angkasa untuk penggunaan sipil dan kerja sama ruang angkasa internasional dengan negara lain.


Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Thomas Djamaluddin, menyebutkan puing tersebut diduga adalah bagian dari roket yang dipakai untuk peluncuran satelit milik China.


Berikut fakta soal CNSA:

1. Kirim Misi Kibarkan bendera China di Bulan


Lewat misi Chang'e 5 pada Desember 2020 lalu, CNSA berhasil mengibarkan bendera China di Bulan menggunakan alat dengan sistem mekanis.


Hanya saja bendera tersebut tak ditancap di permukaan Bulan, melainkan dipasang pada wahana Chang'e 5.


Seperti dikutip dari Space, bendera China tersebut terbuat dari kain dengan berat hanya 12 gram dan diklaim warnanya mampu bertahan pada perbedaan suhu plus maupun minus 150 derajat celcius.


Material kain bendera itu dibuat secara khusus agar bendera dapat bertahan pada lingkungan bulan yang keras sehingga tidak pudar, berwarna, atau berubah bentuk.

https://kamumovie28.com/movies/stepmom-2019/


2. Bawa Sampel Bulan Seberat 1,7 kg


Tak hanya mengibarkan bendera China, misi Chang'e 5 juga mengirimkan sampel permukaan Bulan ke Bumi. Kapsul yang membawa sampel tersebut telah mendarat di kawasan Mongolia pada 16 Desember 2020 lalu.


Kapsul tersebut membawa sampel sebanyak 1,7 kg. Seperti dikutip dari Universe Today, batuan Bulan itu merupakan sampel pertama dalam waktu 44 tahun terakhir.


Misi membuat China menjadi negara ketiga yang mampu membawa sampel dari Bulan setelah Amerika Serikat dan Uni Soviet.


CNSA lalu menyerahkan sampel Chang'e-5 ke laboratorium sampel bulan di National Astronomical Observatories di Chinese Academy of Sciences pada 19 Desember 2020.


Menurut pejabat terkait, penelitian sampel Bulan tersebut akan membantu memperluas pemahaman ilmiah tentang pembentukan dan evolusi alam.


3. Baru memulai program luar angkasa pada 1994


CNSA dibentuk pada tahun 1993, setahun setelah itu China secara resmi memulai proyek program luar angkasa. Terbilang baru jika dibandingkan dengan NASA, Amerika Serikat.


Program awal ini mengembangkan pesawat ruang angkasa bernama Shenzhou dengan mengandalkan desain pesawat ruang angkasa Soyuz Rusia yang dimodernisasi para insinyur China.


CNSA memiliki kantor pusat di Beijing. Badan ini punya 3 fasilitas peluncuran pesawat luar angkasa, yakni di Taiyuan di Provinsi Shanxi, Jiuquan di Provinsi Gansu, dan Xichang di Provinsi Sichuan.


4. Menyiapkan Misi Chang'e 6 Kembali ke Bulan


Tak berhenti di misi Chang'e 5, CNSA sudah mempersiapkan program lanjutan Chang'e 6.


Chang'e 6, dijadwalkan meluncur pada 2023 mendatang. Misi ini akan mengumpulkan lebih banyak sampel dari kutub selatan bulan.


CNSA juga telah merancang misi Chang'e 7 dan Chang'e 8. Hanya saja misi ini belum ditetapkan tahun peluncurannya.

https://kamumovie28.com/movies/stepmom-2/