Masih sangat banyak yang harus dipelajari dari teori Big Bang. NASA punya teleskop luar angkasa terbaru yang akan berusaha memecahkan misteri tentang asal pembentukan alam semesta.
Teori Big Bang adalah model kosmologis yang menggambarkan bagaimana alam semesta kita saat ini muncul pertama kali. Konsep tersebut masih menyimpan berjuta misteri, terutama terkait dengan apa yang terjadi dalam mikrodetik awal setelah Big Bang atau ledakan dahsyat itu sendiri.
Apa yang terjadi dalam sepersekian detik ketika alam semesta kita akan terbentuk? NASA ingin mencari tahu. Untuk melakukannya, badan antariksa nasional AS ini telah merancang teleskop yang akan mampu menyelidiki alam semesta untuk mendapatkan bukti momen-momen paling awal.
Teleskop tersebut diberi nama SPHEREx, singkatan dari Spectro-Photometer for the History of the Universe, Epoch of Reionization and Ices Explorer. SPHEREx saat ini memasuki tahap desain akhir dan mulai dibangun agar siap diluncurkan pada 2024 dan 2025.
Dikutip dari Cnet, Rabu (6/1/2021) SPHEREx diperkirakan punya wujud seukuran mobil subcompact. Teleskop luar angkasa ini akan memetakan empat kali seluruh langit, membuat database besar tentang bintang, galaksi, nebula (awan gas dan debu di luar angkasa), dan banyak benda langit lainnya.
Jika semua berjalan sesuai rencana, SPHEREx akan menjadi misi NASA pertama yang menciptakan peta spektroskopi langit penuh dalam near-infrared dengan mengamati total 102 warna near-infrared.
"Itu seperti beralih dari gambar hitam-putih ke warna," jelas Allen Farrington, manajer proyek SPHEREx.
"Prioritas pertama SPHEREx adalah mencari bukti dari sesuatu yang menurut NASA "mungkin terjadi kurang dari sepermiliar per satu miliar detik setelah Big Bang," tambahnya.
Dengan memetakan miliaran galaksi di seluruh alam semesta, NASA berharap dapat menemukan pola statistik yang dapat membantu menjelaskan apa yang terjadi segera setelah Big Bang, ketika alam semesta mulai berkembang. Peta yang baru dibuat juga akan membantu mencari es air dan molekul organik beku di sekitar bintang yang baru terbentuk.
Tim SPHEREx juga berharap bisa menemukan lebih banyak hal tentang pembentukan galaksi dan mungkin dapat menemukan bagaimana beberapa galaksi pertama kali menciptakan bintang.
https://kamumovie28.com/movies/everafter/
Huawei Patenkan Sistem Kontrol Drone Baru Berteknologi AI
Huawei perusahaan raksasa teknologi asal China menghadirkan produk dengan beberapa kategori berbeda mulai dari elektronik konsumen hingga peralatan telekomunikasi.
Yang terbaru, kini Huawei mulai menjajaki kategori baru termasuk Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau drone.
Dilansir detiKINET dari Gizmochina, Rabu (6/1/2021), Huawei telah diizinkan untuk mengajukan paten terkait drone yang diterbitkan dengan nomor CN110737212B bernama Sistem dan Metode Kontrol UAV. Meski paten ini sudah dipublikasikan belum lama ini nyatanya Huawei sudah mengajukannya pada Juli 2018.
Sesuai dengan judulnya sendiri paten tersebut terkait dengan sistem kendali dan metode pengelolaan drone. Sistem yang disarankan dalam paten ini antara lain meliputi unit tugas, modul tindakan pertama, unit sensor, modul fungsi pertama, modul komputasi kolaboratif dan modul respons pertama.
Unit tugas membagi tugas setelah mendapatkannya menjadi tindakan target dan informasinya dikirim ke modul fungsi pertama dan modul respons oleh modul tindakan pertama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar