Rabu, 03 Maret 2021

Spotify Hapus Ribuan Lagu K-Pop dari Kakao M, Kenapa?

 Penggemar musik K-Pop di seluruh dunia heboh hingga menjadi trending di jagat media sosial. Beberapa lagu K-Pop yang mereka sukai sudah tidak lagi tersedia di Spotify.

Diketahui Spotify belum lama diluncurkan di Korea Selatan di mana mereka harus berasing dengan layanan streaming musik lain seperti Melon, Genie, Flo dan masih banyak lagi.


Melon sendiri menjadi salah satu layanan streaming musik teratas di Korea Selatan dan menjadi rumah bagi katalog lengkap lagu-lagu lokal.


Kakao M sebagai perusahaan induk merupakan distributor dari ribuan lagu K-Pop dengan penyanyi-penyanyi ternama seperti IU, MONSTA X, SEVENTEEN, LOONA, MAMAMOO, THE BOYZ, GFRIEND, (G) I-DLE, ASTRO, dan banyak lagi.


Sayangnya mulai hari ini Senin 1 Maret lagu-lagu yang didistribusikan oleh Kakao M dilaporkan telah dihapus dari platform musik global, membuat penggemar dan artis hancur oleh berita tersebut.


Langkah ini pun diprotes salah satu satu penyanyi Korea Selatan Tablo Epik High. Lewat akun Twitternya ia mengungkapkan kekesalannya.


"Mengapa selalu seniman dan penggemarnya yang menderita ketika bisnis menempatkan keserakahan di atas seni?" tulisnya


Sementara itu, pendiri Manajemen EN Eddie Nam yang mengelola artis seperti Epik High dan Eric Nam mengimbau kedua belah pihak untuk memberikan solusi bagi penggemar dan artis.


Seorang juru bicara Spotify mengonfirmasi berita tersebut ke Bandwagon, mengatakan bahwa mereka telah bekerja dengan Kakao M selama satu setengah tahun terakhir untuk memperbarui perjanjian lisensi global.


"Fakta bahwa kami belum mencapai kesepakatan tentang kesepakatan global baru sangat disayangkan bagi artis mereka, serta untuk penggemar dan pendengar di seluruh dunia. Kami berharap gangguan ini hanya sementara dan kami dapat menyelesaikan situasi ini segera," kata Spotify seperti dilansir detiKINET dari Bandwagon, Senin (1/3/2021).

https://nonton08.com/movies/the-bodyguard-5/


Kabar Gembira! Bantuan Kuota Internet Kemendikbud Cair di Tanggal Ini


 - Bantuan kuota internet gratis kembali disalurkan oleh pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk bulan Maret sampai Mei 2021.

Sebelumnya, bantuan kuota internet Kemendikbud tersebut diberikan kepada para pelajar hingga guru pada September-Desember 2020, untuk mempermudah proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di tengah pandemi COVID-19.


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan, berbeda dari bantuan sebelumnya, subsidi kuota internet selama tiga bulan ke depan ini telah dilakukan modifikasi untuk memaksimalkan penggunaan dari bantuan kuota internet Kemendikbud.


"Hari ini adalah kabar membahagiakan, karena hari ini kami ada kabar baik bagi bapak-ibu guru, dosen, sekaligus adik-adik mahasiswa dan pelajar, yakni kebijakan bantuan kuota data internet tahun 2021," ucap Nadiem dalam konferensi pers virtual, Senin (1/3/2021).


Setelah dinilai mendapat respon positif pada penyaluran bantuan kuota internet Kemendikbud pada 2020, pemerintah kembali menyalurkan program serupa terhitung dari bulan Maret sampai Mei 2021.


"Karena itulah kami akan melanjutkan bantuan kuota internet ini selama tiga bulan ke depan. Tapi, ada sedikit perbedaan, kami mendengar dan masukan dari masyarakat untuk meningkatkan fleksibilitas daripada penggunaan kuota internet tersebut," kata Nadiem.


"Jadi, di 2021, kita akan memberikan kuota GB yang lebih kecil daripada kuota belajar sebelumnya, tetapi kuota ini merupakan kuota umum, jadi bisa mengakses seluruh laman dan aplikasi, kecuali aplikasi yang diblokir," sambung Mendikbud.


Dalam bantuan kuota internet Kemendikbud kali ini, tidak ada lagi pemisahan Kuota Belajar dan Kuota Umum, yang ada hanya Kuota Umum saja, berikut rinciannya:

https://nonton08.com/movies/sleepaway-camp/

Gaet XL Axiata, 2 BUMDes Ini Mulai Teraliri Layanan Internet

 Berkolaborasi dengan XL Axiata, Badan Aksesibilitas Telkomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyediakan layanan internet bagai Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Melalui kerja sama tersebut, XL Axiata akan memberikan layanan Internet Service Provider (ISP) kepada dua BUMDes, yaitu Gerbang Lentera di Semarang dan Bumi Dipasena Jaya di Tulang Bawang, Lampung.


Direktur Layanan Telekomunikasi Informasi untuk Badan Usaha Bakti Kominfo Dhia Anugrah Febriansa mengatakan, dampak pandemi COVID-19 dirasakan sebagian besar masyarakat Indonesia, termasuk di pedesaan. Minimnya akses internet yang memadai, pada akhirnya membuat lambatnya daya serap masyarakat baik dari sisi perekonomian, pendidikan, hingga sektor lainnya.

https://nonton08.com/movies/summercamp/


"Banyaknya usaha masyarakat yang bernaung di bawah BUMDes menjadikan lembaga ini sebagai wadah terbaik, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk berkembang. Kerjasama ini hadir dalam bentuk layanan internet dari XL Axiata bagi BUMDes melalui ISP," ujar Dhia dalam keterangan tertulis, Senin (1/3/2021).


"Untuk itu, kami senantiasa memfasilitasi dan memberikan peluang bagi semua pihak yang ingin bekerjasama mendukung percepatan pertumbuhan berbagai sektor di pedesaan," ucapnya menambahkan.


Sementara itu, Chief Enterprise dan SME Officer XL Axiata Feby Sallyanto mengatakan bahwa kedua BUMDes akan menerima layanan internet dari XL Axiata sesuai dengan kebutuhan masing-masing.


"Penyaluran dan pemanfaatan layanannya pun sepenuhnya akan digunakan masing-masing BUMDes baik untuk mendukung proses usaha, bisnis dan pendidikan," kata Feby.


Kerja sama ini pula menjadi kendaraan bagi XL Axiata untuk mendorong percepatan pembangunan ekonomi digital dengan melakukan berbagai macam pelatihan guna memasarkan produk secara digital, sehingga bisnis dapat menyasar kepada pasar yang lebih luas lagi. Dengan kolaborasi ini, diharapkan ke depannya akan menyasar lebih banyak BUMDes di Indonesia.


Sebagai informasi, XL Axiata akan menyediakan layanan internet yang secara khusus bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh kedua BUMDes, Gerbang Lentera di Semarang dan Bumi Dipasena Jaya di Tulang Bawang, Lampung, serta masyarakat setempat dalam mengembangkan usahanya.


Di sisi lain, guna terus mendukung pemanfaatan internet oleh masyarakat di pedesaan, XL Axiata terus melanjutkan proses fiberisasi jaringan. Fiberisasi ini untuk mendukung peningkatan kualitas jaringan data di setiap area karena salah satu manfaat dari proses ini adalah kapasitas jaringan transport menjadi lebih besar.


Fiberisasi disebutkan mampu meningkatkan kualitas jaringan untuk menopang sejumlah layanan data dengan kapasitas besar maupun layanan yang dibutuhkan para pelaku usaha di pedesaan seperti market place, streaming video, hingga pemanfaatan Internet of Things (IoT).


Program Kemitraan BUMDes Bakti merupakan program orkestrasi Bakti dalam melakukan layanan internet mandiri yang berkelanjutan, untuk memenuhi kebutuhan desa melalui kerjasama antara Bakti, Penyelenggara Akses Internet dan BUMDes, serta didukung oleh Kementerian Lembaga dan Pemerintah Daerah terkait.

https://nonton08.com/movies/summer-camp-2/