Minggu, 04 April 2021

YouTube Akan Sembunyikan Jumlah Dislike?

 YouTube telah mengumumkan eksperimen barunya, yaitu menyembunyikan fitur dislike (ketidaksukaan). Tujuannya adalah untuk mencegah agar ketidaksukaan massal dan mungkin sengaja dilakukan untuk merendahkan video dari para pembuat konten.

Dalam eksperimen ini, statistik dari fitur like (suka) dan dislike (tidak suka) dapat dilihat di halaman masing-masing kreator YouTube Studio, akan tetapi hanya jumlah like saja yang akan ditampilkan secara pubik di setiap video yang dibuat oleh mereka.


Lebih lanjut YouTube menjelaskan bahwa dislike dapat berdampak negatif pada kesehatanmental pembuat konten dan bisa juga memotivasi munculnya kampanye untuk tidak menyukai sebuah konten tertentu.


"Dalam menanggapi umpan balik pembuat konten seputar ketidaksukaan bertarget, kami menguji beberapa desain baru yang tidak menunjukkan jumlah ketidaksukaan publik," tulis YouTube di akun Twitter resminya.


Para pembuat konten mengandalkan fitur jumlah suka dan tidak suka sebagai bentuk masukan untuk memandu hasil kreatif mereka. Tetapi di sisi lain, dianggap mudah untuk menyalahgunakan fitur tersebut.


Ketika YouTube pertama mengumumkan bahwa mereka sedang mencari cara untuk mengatasi masalah dengan tombol dislike, mereka mempertimbangkan tiga alternatif yakni menyembunyikan angka like dan dislike, menambah lebih banyak pilihan interaksi, atau menghapus kedua tombol tersebut sepenuhnya.


Pengujian menyembunyikan tombol dislike ini dilakukan hanya untuk sebagian video pembuat konten, namun jika pengguna melihatnya di sebuah halaman atau sebagai penonton, artinya YouTube sedang mengumpulkan masukan untuk pengembangan lebih lanjut.

https://trimay98.com/movies/hitman-agent-jun/


Xiaomi Gelontorkan Rp 145 Triliun Bikin Mobil Listrik


 Xiaomi ternyata benar-benar serius memasuki bisnis mobil listrik. Vendor ponsel asal China ini mengumumkan akan menyiapkan USD 10 miliar (Rp 145 triliun) dalam 10 tahun ke depan untuk mengembangkan mobil listrik pintar.

Xiaomi akan membentuk anak perusahaan yang fokus dalam bisnis mobil pintar dengan nilai investasi awal sebesar 10 miliar Yuan atau Rp 22 triliun. CEO Xiaomi Lei Jun juga akan memimpin unit baru tersebut.


"Xiaomi berharap untuk menawarkan kendaraan listrik pintar untuk memungkinkan semua orang di dunia menikmati hidup pintar kapan saja, di mana saja," kata Xiaomi dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari CNBC, Rabu (31/3/2021).


Saat ini, Xiaomi menyandang status sebagai vendor ponsel terbesar ketiga di dunia. Selain ponsel, mereka juga memproduksi beragam gadget, mulai dari alat cukur elektrik, sikat gigi, jam tangan pintar hingga skuter.


Kini mereka memasuki salah satu area bisnis paling kompetitif di China. Mereka tidak hanya bersaing dengan produsen mobil ternama di Negeri Tirai Bambu, seperti Geely dan BYD, tapi juga nama baru seperti Nio dan Xpeng Motors.


Perusahaan teknologi China juga mulai merambah sektor mobil listrik. Baidu yang merupakan Google-nya China, belum lama ini meluncurkan perusahaan mobil listrik dan menggaet CEO untuk memimpin bisnis tersebut.


Xiaomi juga bukan satu-satunya vendor ponsel yang terjun ke bisnis ini. Apple telah lama dirumorkan akan meluncurkan mobil listriknya sendiri, yang kemungkinan akan dikembangkan dengan produsen mobil yang sudah mapan.


Mobil listrik memang sedang ngetren di China berkat dukungan kebijakan yang kuat dari pemerintah, termasuk memberikan subsidi. Firma riset Canalys memperkirakan akan ada 1,9 juta kendaraan listrik yang dijual di China pada 2021, mewakili pertumbuhan 51% year-on-year.

https://trimay98.com/movies/love-is-a-bird/



Kalian Dukung Irene Menang atau Gothamchess?

 Pertandingan Irene Kharisma Sukandar vs Gothamchess alias Levy Rozman akan segera dilaksanakan pada Rabu, 31 Maret 2021. Jelang pertandingan, banyak perdebatan dari netizen terkait siapa yang akan menang.

Pertandingan ini hanya laga persahabatan saja, di mana kemungkinan besar masuk dalam agenda kolaborasi yang sudah mereka rencanakan melalui live Instagram (23/3). Penggemar bisa menyaksikan keseruanya di akun twitch.tv/irenesukandar atau twitch.tv/GothamChess pada pukul 22.00 WIB.


Setelah berakhirnya polemik Dewa Kipas dengan Gothamchess, euforia catur di Indonesia semakin tinggi. Ditambah kehadiran sosok pecatur Indonesia lainnya seperti Susanto Megaranto, Irene Kharisma Sukandar dan Chelsie Monica Ignesias Sihite di channel Youtube Deddy Corbuzier.


Hal ini yang membuat netizen semakin penasaran dengan dunia catur di Indonesia. Sejak informasi pertandingannya dengan Gothamchess disampaikan oleh Irene di Twitter, banyak perdebatan netizen di kolom komentar terkait siapa pemenang nantinya. Ada netizen mendukung Irene, ada pula yang menyukai Levy Rozman namun lebih memilih Irene sebagai pemenangnya. Sebagian pun mendukung Gothamchess.


Sedikit informasi, Irene merupakan Woman Grandmaster yang masuk dalam 100 pemain wanita terbaik di dunia terhitung bulan Maret 2021. Saat ini dia menduduki peringkat 49 di kategori Blitz dengan rating 2313. Sedangkan GothamChess alias Levy Rozman adalah International Master dengan rating Blitz 2376.


Mari melihat statistik permainan mereka berdua di Blitz berdasarkan laporan Fide. Ketika menggunakan bidak putih, Irene sudah memenangkan 45 pertandingan, 4 seri, dan 22 kali kalah. Sedangkan ketika menggunakan bidak hitam, dia sudah memenangkan 38 kali pertandingan, 13 seri dan 20 kalah.


Bergeser ke GothamChess, dalam penggunaan bidak putih, dia sudah memenangkan 33 pertandingan, 1 seri dan 11 kali kalah. Kemudian ketika menggunakan bidak hitam 26 pertandingan sudah dimenangkan, 5 seri dan 16 kali kalah.


Dari data tersebut, menurut detikers sendiri siapa yang akan menang, apakah Irene Kharisma Sukandar atau GothamChess alias Levy Rozman? Tentukan pilihan kalian di bawah ya.

https://trimay98.com/movies/99-names-of-love/


YouTube Akan Sembunyikan Jumlah Dislike?


 YouTube telah mengumumkan eksperimen barunya, yaitu menyembunyikan fitur dislike (ketidaksukaan). Tujuannya adalah untuk mencegah agar ketidaksukaan massal dan mungkin sengaja dilakukan untuk merendahkan video dari para pembuat konten.

Dalam eksperimen ini, statistik dari fitur like (suka) dan dislike (tidak suka) dapat dilihat di halaman masing-masing kreator YouTube Studio, akan tetapi hanya jumlah like saja yang akan ditampilkan secara pubik di setiap video yang dibuat oleh mereka.


Lebih lanjut YouTube menjelaskan bahwa dislike dapat berdampak negatif pada kesehatanmental pembuat konten dan bisa juga memotivasi munculnya kampanye untuk tidak menyukai sebuah konten tertentu.


"Dalam menanggapi umpan balik pembuat konten seputar ketidaksukaan bertarget, kami menguji beberapa desain baru yang tidak menunjukkan jumlah ketidaksukaan publik," tulis YouTube di akun Twitter resminya.

https://trimay98.com/movies/train-to-busan/