YouTube telah mengumumkan eksperimen barunya, yaitu menyembunyikan fitur dislike (ketidaksukaan). Tujuannya adalah untuk mencegah agar ketidaksukaan massal dan mungkin sengaja dilakukan untuk merendahkan video dari para pembuat konten.
Dalam eksperimen ini, statistik dari fitur like (suka) dan dislike (tidak suka) dapat dilihat di halaman masing-masing kreator YouTube Studio, akan tetapi hanya jumlah like saja yang akan ditampilkan secara pubik di setiap video yang dibuat oleh mereka.
Lebih lanjut YouTube menjelaskan bahwa dislike dapat berdampak negatif pada kesehatanmental pembuat konten dan bisa juga memotivasi munculnya kampanye untuk tidak menyukai sebuah konten tertentu.
"Dalam menanggapi umpan balik pembuat konten seputar ketidaksukaan bertarget, kami menguji beberapa desain baru yang tidak menunjukkan jumlah ketidaksukaan publik," tulis YouTube di akun Twitter resminya.
Para pembuat konten mengandalkan fitur jumlah suka dan tidak suka sebagai bentuk masukan untuk memandu hasil kreatif mereka. Tetapi di sisi lain, dianggap mudah untuk menyalahgunakan fitur tersebut.
Ketika YouTube pertama mengumumkan bahwa mereka sedang mencari cara untuk mengatasi masalah dengan tombol dislike, mereka mempertimbangkan tiga alternatif yakni menyembunyikan angka like dan dislike, menambah lebih banyak pilihan interaksi, atau menghapus kedua tombol tersebut sepenuhnya.
Pengujian menyembunyikan tombol dislike ini dilakukan hanya untuk sebagian video pembuat konten, namun jika pengguna melihatnya di sebuah halaman atau sebagai penonton, artinya YouTube sedang mengumpulkan masukan untuk pengembangan lebih lanjut.
https://trimay98.com/movies/hitman-agent-jun/
Xiaomi Gelontorkan Rp 145 Triliun Bikin Mobil Listrik
Xiaomi ternyata benar-benar serius memasuki bisnis mobil listrik. Vendor ponsel asal China ini mengumumkan akan menyiapkan USD 10 miliar (Rp 145 triliun) dalam 10 tahun ke depan untuk mengembangkan mobil listrik pintar.
Xiaomi akan membentuk anak perusahaan yang fokus dalam bisnis mobil pintar dengan nilai investasi awal sebesar 10 miliar Yuan atau Rp 22 triliun. CEO Xiaomi Lei Jun juga akan memimpin unit baru tersebut.
"Xiaomi berharap untuk menawarkan kendaraan listrik pintar untuk memungkinkan semua orang di dunia menikmati hidup pintar kapan saja, di mana saja," kata Xiaomi dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari CNBC, Rabu (31/3/2021).
Saat ini, Xiaomi menyandang status sebagai vendor ponsel terbesar ketiga di dunia. Selain ponsel, mereka juga memproduksi beragam gadget, mulai dari alat cukur elektrik, sikat gigi, jam tangan pintar hingga skuter.
Kini mereka memasuki salah satu area bisnis paling kompetitif di China. Mereka tidak hanya bersaing dengan produsen mobil ternama di Negeri Tirai Bambu, seperti Geely dan BYD, tapi juga nama baru seperti Nio dan Xpeng Motors.
Perusahaan teknologi China juga mulai merambah sektor mobil listrik. Baidu yang merupakan Google-nya China, belum lama ini meluncurkan perusahaan mobil listrik dan menggaet CEO untuk memimpin bisnis tersebut.
Xiaomi juga bukan satu-satunya vendor ponsel yang terjun ke bisnis ini. Apple telah lama dirumorkan akan meluncurkan mobil listriknya sendiri, yang kemungkinan akan dikembangkan dengan produsen mobil yang sudah mapan.
Mobil listrik memang sedang ngetren di China berkat dukungan kebijakan yang kuat dari pemerintah, termasuk memberikan subsidi. Firma riset Canalys memperkirakan akan ada 1,9 juta kendaraan listrik yang dijual di China pada 2021, mewakili pertumbuhan 51% year-on-year.
https://trimay98.com/movies/love-is-a-bird/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar