Kamis, 08 April 2021

Peneliti Ungkap Virus Lain yang Berpotensi Jadi Pandemi di Masa Depan

  Virus Corona SARS-CoV-2 adalah salah satu patogen baru yang saat ini telah menjadi pandemi, menyebar di dunia. Sebenarnya, masih ada ratusan ribu virus lain yang bersembunyi di tubuh hewan dan bisa saja menimbulkan ancaman serupa.

Saat ini, sebuah platform penelitian memberikan daftar peringkat virus hewan yang berpotensi menular ke manusia dan menyebabkan pandemi. Platform yang disebut SpillOver ini dirancang untuk membuat daftar pantauan dari virus hewan yang baru ditemukan dan bisa menimbulkan ancaman terbesar bagi kesehatan manusia.


"SARS-CoV-2 hanyalah satu contoh dari ribuan virus di luar sana yang berpotensi menyebar dari hewan ke manusia," kata Zoe Grange, pemimpin pengembangan SpillOver sebagai peneliti pascadoktoral dengan One Health Institute di University of California, Davis (UC Davis) yang dikutip dari Live Science, Kamis (8/4/2021).


"Kami tidak hanya perlu mengidentifikasi, tetapi juga memprioritaskan, ancaman virus dengan risiko limpahan terbesar sebelum pandemi dahsyat lainnya terjadi," lanjutnya.


Dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Science, para peneliti menuliskan sekitar 250 virus yang dikenal sebagai zoonosis, yaitu virus yang bisa menyebar dari hewan ke manusia, dan diperkirakan lebih dari 500.000 virus memiliki potensi limpahan.


Namun, dari ratusan ribu virus yang ada, tidak semuanya berpotensi pindah dari hewan ke manusia. Untuk itu, para peneliti membuat daftar dengan menyematkan nilai atau skor virus yang paling berisiko menular ke manusia.


Untuk mendapatkan skor tersebut, para peneliti mempertimbangkan 32 faktor risiko pada virus dan inangnya. Misalnya seperti seberapa banyak spesies hewan yang terinfeksi virus dan seberapa sering manusia berinteraksi dengan hewan liar di area tempat virus terdeteksi.


Dari 887 virus yang ada pada satwa liar, para peneliti mendapatkan 12 virus teratas dalam daftar patogen zoonosis. Pada peringkat pertama ada virus Lassa, SARS-CoV-2 di peringkat kedua, dan virus Ebola di peringkat ketiga.


Adapun sumber inang atau hewan yang membawa ketiga virus tersebut, seperti virus Lassa yang berasal dari tikus, Ebola dari kelelawar, dan virus SARS-CoV-2 yang sampai saat ini inangnya masih belum diketahui pasti. Dengan SpillOver, para peneliti pun memvalidasi beberapa virus yang berpotensi mengancam kehidupan manusia.


Ada beberapa virus yang belum menjadi zoonosis atau berpindah ke manusia dan disebut cukup berbahaya, salah satunya yaitu Coronavirus 229E yang berasal dari stain kelelawar.


Selain itu, virus lainnya yang berada pada peringkat teratas yaitu virus Corona PREDICT CoV-35. Virus ini termasuk dalam keluarga virus Corona yang menginfeksi kelelawar Afrika dan Asia Tenggara.

https://tendabiru21.net/movies/the-boy-2/


Gejala Hipersomnia, Kondisi yang Diidap Echa 'Putri Tidur' di Kalsel


Siti Raisa Miranda alias Echa menjadi perbincangan lagi karena kondisi yang membuat dirinya bisa tidur selama berhari-hari. Kondisinya ini dikaitkan dengan sindrom langka, sindrom Kleine-Levin, yang merupakan penyakit hipersomnia periodik yang bisa membuat pengidapnya tidur dalam waktu lama.

Gadis 17 tahun asal Banjarmasin Kalimantan Selatan ini sudah 13 hari terbaring di tempat tidur. Ia sempat dirawat di RSUD Dr Ansari Saleh, namun dibawa pulang karena hasil pemeriksaan menunjukkan kondisinya 'normal-normal saja'.


Ini bukan kali pertama Echa jadi perbincangan terkait kondisinya tersebut. Pada 2017, Echa juga sempat viral dikaitkan dengan Kleine-Levin Syndrome atau sindrom putri tidur. Sindrom ini ditandai dengan hipersomnia sebagai gejala utama.


Hipersomnia sendiri adalah kondisi yang membuat seseorang merasakan mengantuk yang berlebihan di siang hari. Kondisi ini masih bisa terjadi meski penderitanya sudah tidur dalam waktu yang lama.

https://tendabiru21.net/movies/the-boy/

Dikaitkan dengan Echa 'Putri Tidur' dari Kalsel, Apa Itu Hipersomnia?

 Echa si 'Putri Tidur' dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan kembali jadi perbincangan karena kondisi hipersomnia yang diidapnya. Sebagaimana pernah dialaminya pada 2017, kini ia kembali tertidur hingga 13 hari.

Kondisi Echa dikaitkan dengan sindrom langka, yaitu sindrom Kleine-Levin. Sindrom ini merupakan penyakit hipersomnia periodik yang bisa membuat pengidapnya tertidur dalam jangka waktu lama.


Apa sih hipersomnia itu?

Hipersomnia adalah kondisi yang membuat kamu merasa mengantuk yang berlebihan pada siang hari. Kondisi ini juga dapat terjadi meski kamu sudah tidur dalam waktu yang lama. Hipersomnia dapat disebut dengan excessive daytime sleepiness (EDS).


Dikutip dari laman Healthline, ada dua jenis hipersomnia yang didasarkan pada faktor penyebab, yaitu primer dan sekunder.


Hipersomnia primer disebabkan karena adanya gangguan fungsi sistem saraf pusat dalam yang berfungsi mengatur waktu untuk terjaga dan terlelap. Kondisi ini bisa membuat si penderita bisa merasakan kantuk secara tiba-tiba. Mereka bisa merasakan kantuk pada siang hari meskipun waktu tidur pada malam sudah terpenuhi.


Sedangkan pada sindrom hipersomnia sekunder lebih cenderung disebabkan oleh rasa lelah akibat kekurangan waktu tidur tidur pada malam hari. Namun, kondisi ini juga bisa disebabkan oleh adanya riwayat penyakit kronis dan dampak dari konsumsi alkohol atau obat-obatan tertentu.


Siapa yang berisiko mengalami hipersomnia?

Orang dengan kondisi yang membuat mereka lelah di siang hari paling berisiko mengalami hipersomnia ini. Kondisi ini pun termasuk apnea tidur, kondisi ginjal, kondisi jantung, kondisi otak, depresi atipikal, dan fungsi tiroid yang rendah.


American Sleep Association mengatakan bahwa kondisi tersebut lebih mempengaruhi pria daripada wanita.


Orang yang minum alkohol dan merokok secara teratur juga berisiko mengalami hipersomnia. Selain itu, obat yang menyebabkan kantuk dapat memiliki efek samping yang mirip dengan hipersomnia.

https://tendabiru21.net/movies/unspoken-2/


Peneliti Ungkap Virus Lain yang Berpotensi Jadi Pandemi di Masa Depan


 Virus Corona SARS-CoV-2 adalah salah satu patogen baru yang saat ini telah menjadi pandemi, menyebar di dunia. Sebenarnya, masih ada ratusan ribu virus lain yang bersembunyi di tubuh hewan dan bisa saja menimbulkan ancaman serupa.

Saat ini, sebuah platform penelitian memberikan daftar peringkat virus hewan yang berpotensi menular ke manusia dan menyebabkan pandemi. Platform yang disebut SpillOver ini dirancang untuk membuat daftar pantauan dari virus hewan yang baru ditemukan dan bisa menimbulkan ancaman terbesar bagi kesehatan manusia.


"SARS-CoV-2 hanyalah satu contoh dari ribuan virus di luar sana yang berpotensi menyebar dari hewan ke manusia," kata Zoe Grange, pemimpin pengembangan SpillOver sebagai peneliti pascadoktoral dengan One Health Institute di University of California, Davis (UC Davis) yang dikutip dari Live Science, Kamis (8/4/2021).


"Kami tidak hanya perlu mengidentifikasi, tetapi juga memprioritaskan, ancaman virus dengan risiko limpahan terbesar sebelum pandemi dahsyat lainnya terjadi," lanjutnya.


Dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Science, para peneliti menuliskan sekitar 250 virus yang dikenal sebagai zoonosis, yaitu virus yang bisa menyebar dari hewan ke manusia, dan diperkirakan lebih dari 500.000 virus memiliki potensi limpahan.

https://tendabiru21.net/movies/the-sea-of-trees/