Virus Corona SARS-CoV-2 adalah salah satu patogen baru yang saat ini telah menjadi pandemi, menyebar di dunia. Sebenarnya, masih ada ratusan ribu virus lain yang bersembunyi di tubuh hewan dan bisa saja menimbulkan ancaman serupa.
Saat ini, sebuah platform penelitian memberikan daftar peringkat virus hewan yang berpotensi menular ke manusia dan menyebabkan pandemi. Platform yang disebut SpillOver ini dirancang untuk membuat daftar pantauan dari virus hewan yang baru ditemukan dan bisa menimbulkan ancaman terbesar bagi kesehatan manusia.
"SARS-CoV-2 hanyalah satu contoh dari ribuan virus di luar sana yang berpotensi menyebar dari hewan ke manusia," kata Zoe Grange, pemimpin pengembangan SpillOver sebagai peneliti pascadoktoral dengan One Health Institute di University of California, Davis (UC Davis) yang dikutip dari Live Science, Kamis (8/4/2021).
"Kami tidak hanya perlu mengidentifikasi, tetapi juga memprioritaskan, ancaman virus dengan risiko limpahan terbesar sebelum pandemi dahsyat lainnya terjadi," lanjutnya.
Dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Science, para peneliti menuliskan sekitar 250 virus yang dikenal sebagai zoonosis, yaitu virus yang bisa menyebar dari hewan ke manusia, dan diperkirakan lebih dari 500.000 virus memiliki potensi limpahan.
Namun, dari ratusan ribu virus yang ada, tidak semuanya berpotensi pindah dari hewan ke manusia. Untuk itu, para peneliti membuat daftar dengan menyematkan nilai atau skor virus yang paling berisiko menular ke manusia.
Untuk mendapatkan skor tersebut, para peneliti mempertimbangkan 32 faktor risiko pada virus dan inangnya. Misalnya seperti seberapa banyak spesies hewan yang terinfeksi virus dan seberapa sering manusia berinteraksi dengan hewan liar di area tempat virus terdeteksi.
Dari 887 virus yang ada pada satwa liar, para peneliti mendapatkan 12 virus teratas dalam daftar patogen zoonosis. Pada peringkat pertama ada virus Lassa, SARS-CoV-2 di peringkat kedua, dan virus Ebola di peringkat ketiga.
Adapun sumber inang atau hewan yang membawa ketiga virus tersebut, seperti virus Lassa yang berasal dari tikus, Ebola dari kelelawar, dan virus SARS-CoV-2 yang sampai saat ini inangnya masih belum diketahui pasti. Dengan SpillOver, para peneliti pun memvalidasi beberapa virus yang berpotensi mengancam kehidupan manusia.
Ada beberapa virus yang belum menjadi zoonosis atau berpindah ke manusia dan disebut cukup berbahaya, salah satunya yaitu Coronavirus 229E yang berasal dari stain kelelawar.
Selain itu, virus lainnya yang berada pada peringkat teratas yaitu virus Corona PREDICT CoV-35. Virus ini termasuk dalam keluarga virus Corona yang menginfeksi kelelawar Afrika dan Asia Tenggara.
https://tendabiru21.net/movies/the-boy-2/
Gejala Hipersomnia, Kondisi yang Diidap Echa 'Putri Tidur' di Kalsel
Siti Raisa Miranda alias Echa menjadi perbincangan lagi karena kondisi yang membuat dirinya bisa tidur selama berhari-hari. Kondisinya ini dikaitkan dengan sindrom langka, sindrom Kleine-Levin, yang merupakan penyakit hipersomnia periodik yang bisa membuat pengidapnya tidur dalam waktu lama.
Gadis 17 tahun asal Banjarmasin Kalimantan Selatan ini sudah 13 hari terbaring di tempat tidur. Ia sempat dirawat di RSUD Dr Ansari Saleh, namun dibawa pulang karena hasil pemeriksaan menunjukkan kondisinya 'normal-normal saja'.
Ini bukan kali pertama Echa jadi perbincangan terkait kondisinya tersebut. Pada 2017, Echa juga sempat viral dikaitkan dengan Kleine-Levin Syndrome atau sindrom putri tidur. Sindrom ini ditandai dengan hipersomnia sebagai gejala utama.
Hipersomnia sendiri adalah kondisi yang membuat seseorang merasakan mengantuk yang berlebihan di siang hari. Kondisi ini masih bisa terjadi meski penderitanya sudah tidur dalam waktu yang lama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar