Rabu, 05 Mei 2021

Waspada! Ini 7 Provinsi yang Alami Lonjakan COVID-19 Jelang Mudik Lebaran

 Pemerintah resmi melarang mudik Lebaran 2021 yang berlaku mulai 6-17 Mei mendatang. Meski demikian masih ada warga yang nekat mudik ke kampung halaman di luar tanggal tersebut.

Kementerian Kesehatan mencatat ada provinsi tujuan mudik yang mengalami peningkatan kasus aktif virus Corona yang signifikan selama 11-30 April meski sudah ada pembatasan mobilitas jelang lebaran.


Berikut provinsi dengan peningkatan kasus aktif COVID-19 yang amat signifikan pada 11-30 April 2021:


Kepulauan Riau: 183,9 persen

Riau: 131,7 persen

Lampung: 100,8 persen

Kep. Bangka Belitung: 99,5 persen

Bengkulu: 94,9 persen

Sumatera Barat: 62,9 persen

Kalimantan Barat: 59,9 persen


"Kita juga melihat adanya arus mudik yang mungkin walaupun kita sudah lakukan pelarangan, masih ada 7 persen yang lolos walaupun kita sudah coba lakukan adanya antisipasi," kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi, Selasa (4/5/2021).


Nadia mengingatkan apabila masyarakat masih nekat melakukan mudik maka akan terjadi risiko lonjakan kasus COVID-19. Surat negatif Corona yang dibawa saat mudik pun tidak menjamin terbebas dari infeksi sebab penularan bisa terjadi di perjalanan.


Kementerian Kesehatan juga mencatat ada 19 provinsi yang mengalami kenaikan kasus aktif termasuk di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Daerah ini perlu diwaspadai karena menjadi sumber pemudik dan tujuan pemudik.


"Ini alarm untuk kita semua bagaimana kepatuhan memakai masker juga penting dalam hal akibat mobilitas yang sangat tinggi," papar Nadia.

https://cinemamovie28.com/movies/rising-shaolin-the-protector/


Bayi Ditemukan di Samping Jenazah Ibunya, Warga Tak Tolong karena Takut Corona


Kisah pilu kembali terjadi di India. Dalam sebuah insiden tragis, seorang bayi ditemukan di samping jenazah ibunya yang diduga telah meninggal selama 2 hari.

Dilaporkan juga bahwa bayi tersebut tidak makan atau minum sejak ibunya meninggal dunia. Hal yang paling menyayat hati adalah tidak ada sama sekali tetangganya yang berani menghubungi keluarga mereka karena takut kena Corona.


Setelah tercium bau dari jenazah sang ibu, barulah para warga memanggil polisi ke kediaman mereka di Pimpri Chinchwad, India. Polisi kemudian mendobrak pintu rumah dan menemukan bayi tersebut di sebelah ibunya.


Dilaporkan dari media lokal NDTV, para tetangga menolak untuk menggendong bayi malang itu karena khawatir virus Corona. Polisi Sushila Gabhale dan Rekha Waze pun mengambil alih dan memberinya makan.


"Saya juga punya dua anak, satu usia delapan, satu usia enam. Bayinya seperti anak saya sendiri, dia minum susu dengan sangat cepat karena dia sangat lapar," kata Sushila Gabhale.


Rekannya, Rekha, mengatakan anak itu secara ajaib baik-baik saja, hanya mengalami demam.


"Anak itu sedikit demam saat kami tunjukkan ke dokter. Dia menyuruh kami memberinya makan dengan baik, selebihnya baik-baik saja. Setelah memberi makan bayi biskuit dengan air, kami membawa anak itu ke rumah sakit pemerintah untuk tes COVID," ujar Rekha.


Tes Corona menunjukkan sang bayi negatif Corona.


Masih dilakukan otopsi untuk mengungkap penyebab kematian sang ibu. Belum diketahui apakah dia meninggal sebagai pasien Corona atau tidak.


"Suami wanita itu dilaporkan pergi ke Uttar Pradesh untuk bekerja. Kami menunggu dia kembali," kata Prakash Jadhav, Inspektur Polisi.

https://cinemamovie28.com/movies/a-better-tomorrow/

Satgas COVID-19: Zona Merah Salat Id di Rumah, Zona Lain Begini Aturannya

Menjelang akhir bulan Ramadhan, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mengeluarkan aturan serta protokol kesehatan wajib untuk menggelar salat id. Hal ini dilakukan untuk menjamin seluruh masyarakat terhindar dari risiko penularan COVID-19.

Disebutkan oleh juru bicara satgas COVID-19, Prof Wiku Adisasmito, salat idul fitri wajib dilakukan dari rumah masing-masing pada daerah berzona merah dan oranye.


"Pokok yang harus diperhatikan ialah diwajibkan beribadah dari rumah masing-masing bagi penduduk di daerah berzona merah dan oranye," ujar Prof Wiku dalam konferensi pers virtual, Selasa (4/5/2021).


Sementara itu, pada daerah dengan zona kuning dan hijau, pelaksanaan ibadah berjamaah atau salat id boleh dilakukan, tetapi dengan sejumlah syarat berikut:


Mampu meminimalisir kegiatan yang menimbulkan kerumunan selama menjalankan rangkaian ibadah berlangsung, contohnya seperti dengan berwudhu dari rumah

Membawa peralatan dan alat ibadah sendiri

Hanya diikuti oleh maksimal 50 persen dari kapasitas tempat

Membentuk satgas di masjid atau mushala untuk menegakkan kedisiplinan protokol kesehatan, termasuk memastikan ketersediaan fasilitas pendukung, seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer, dan desinfektan

Jika memungkinkan, memanfaatkan teknologi sebagai sarana pendukung ibadah, seperti mendengarkan khutbah melalui pertemuan virtual.

https://cinemamovie28.com/movies/fury/


Waspada! Ini 7 Provinsi yang Alami Lonjakan COVID-19 Jelang Mudik Lebaran


Pemerintah resmi melarang mudik Lebaran 2021 yang berlaku mulai 6-17 Mei mendatang. Meski demikian masih ada warga yang nekat mudik ke kampung halaman di luar tanggal tersebut.

Kementerian Kesehatan mencatat ada provinsi tujuan mudik yang mengalami peningkatan kasus aktif virus Corona yang signifikan selama 11-30 April meski sudah ada pembatasan mobilitas jelang lebaran.


Berikut provinsi dengan peningkatan kasus aktif COVID-19 yang amat signifikan pada 11-30 April 2021:


Kepulauan Riau: 183,9 persen

Riau: 131,7 persen

Lampung: 100,8 persen

Kep. Bangka Belitung: 99,5 persen

Bengkulu: 94,9 persen

Sumatera Barat: 62,9 persen

Kalimantan Barat: 59,9 persen


"Kita juga melihat adanya arus mudik yang mungkin walaupun kita sudah lakukan pelarangan, masih ada 7 persen yang lolos walaupun kita sudah coba lakukan adanya antisipasi," kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi, Selasa (4/5/2021).


Nadia mengingatkan apabila masyarakat masih nekat melakukan mudik maka akan terjadi risiko lonjakan kasus COVID-19. Surat negatif Corona yang dibawa saat mudik pun tidak menjamin terbebas dari infeksi sebab penularan bisa terjadi di perjalanan.


Kementerian Kesehatan juga mencatat ada 19 provinsi yang mengalami kenaikan kasus aktif termasuk di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Daerah ini perlu diwaspadai karena menjadi sumber pemudik dan tujuan pemudik.


"Ini alarm untuk kita semua bagaimana kepatuhan memakai masker juga penting dalam hal akibat mobilitas yang sangat tinggi," papar Nadia.

https://cinemamovie28.com/movies/sniper-assassins-end/