Rabu, 12 Mei 2021

4 Fakta Meninggalnya Pria Jaktim Usai Vaksin AstraZeneca

  Seorang pria asal Buaran, Jakarta Timur, Trio Fauqi Virdaus meninggal dunia usai disuntik vaksin Corona AstraZeneca. Namun, sampai saat ini penyebab kematian dan kemungkinan kaitannya dengan vaksin masih belum diketahui.

Ketua Komnas KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) Prof Hindra Hingky Irawan Satari menyebut, belum ada cukup bukti yang bisa menyatakan bahwa Fauqi meninggal karena vaksin yang diterimanya.

https://cinemamovie28.com/movies/get-the-girl/


Berikut beberapa fakta soal meninggalnya Fauqi usai disuntik vaksin AstraZeneca.



1. Tak ada keluhan saat observasi usai vaksinasi

Pasca menerima vaksin AstraZeneca, Fauqi melakukan observasi selama 30 menit. Selama masa observasi ia tidak merasakan keluhan apapun, sampai gejalanya muncul saat dirinya bekerja di kantor.


"Di kantor dia ngerasa nggak enak badan, jadi oleh pimpinannya diberikan izin untuk pulang, sampai pulang dia demam, menggigil, sakit kepala," tutur Prof Hindra saat dihubungi detikcom Senin (10/5/2021).


2. Tidak melaporkan KIPI yang dialami

Sayangnya, saat mengalami keluhan tersebut Fauqi tidak langsung melapor ke nomor telepon yang ada di belakang kartu vaksinasi. Ia memilih untuk berobat ke dokter umum, hingga membuat keadaannya semakin memburuk.


Fauqi mengalami gejala yaitu demam tinggi, menggigil, dan sakit kepala usai vaksinasi.

Dia tidak melapor ke tempat vaksin, kan ada nomor telepon kan di belakang kartu itu. Tapi dia mau berobat ke dokter di dokter biasa dia berobat. Jadi pertanyaan saya, apakah dia punya penyakit dokter langganan, kebetulan dokter langganannya nggak praktik, jadi nggak berobat," jelas Prof Hindra.


"Tengah malam dia demam, tinggi, nggak berobat juga, kemudian paginya dia merasa pegal, jadi dipijit, yang bersangkutan belum menikah jadi tinggal serumah dengan keluarga. Setelah dipijat itu pingsan dia, lalu dibawa ke RS di Rawamangun, namun ternyata sampai di RS death on arrival," lanjutnya.


Sesampai di RS, denyut nadi pria tersebut sudah tidak ada dan dinyatakan meninggal jam 12 siang. Itu terjadi sekitar 24 jam pasca vaksinasi.


3. Diinvestigasi Komnas KIPI

Sampai saat ini, Prof Hindra mengatakan pihaknya masih menyelidiki lebih lanjut terkait kasus ini. Ini dilakukan agar bisa mengetahui apakah penyebab kematian Fauqi berhubungan dengan vaksin atau tidak.

"Untuk mencari keterkaitan kalau demam menggigil itu memang gejala vaksin AstraZeneca, namun tidak menyebabkan kematian, kalau kematian kan blood clot," pungkasnya.


Hasilnya, pihak Komnas KIPI masih belum mendapat cukup bukti terkait penyebab kematian Fauqi. Masih dibutuhkan investigasi lebih lanjut.


"Komnas bersama Komda DKI sudah audit bersama pada Jumat yang lalu, dan internal Komnas kemarin sore menyimpulkan bahwa belum cukup bukti untuk mengaitkan KIPI ini dengan imunisasi, Oleh karena itu masih perlu dilakukan investigasi lebih lanjut," kata Prof Hindra, dikutip dari laman resmi Sehat Negeriku.


4. Vaksinasi tetap lanjut

Menanggapi kabar ini, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan vaksinasi Corona akan terus berlanjut. Hal ini didukung dengan stok vaksin di Indonesia yang terus meningkat.


"Lanjut vaksinasinya sampai ada rekomendasi dari BPOM dan ITAGI," jelas dr Nadia saat dihubungi detikcom, Senin (11/5/2021).


"Jadi terkait keputusan vaksinnya ditunda kita tunggu saja hasil dari Komda dan Komnas KIPI. Tapi vaksinasi tetap jalan, apalagi kan jumlah vaksin terbatas jadi jangan sampai kita menunda vaksinasi," lanjutnya.

https://cinemamovie28.com/movies/fox-hunting-2/

Klarifikasi Kemenhub Soal Usul 'Vaksin Corona Gratis' bagi Pemudik

 Baru-baru ini heboh pernyataan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi soal usulan 'vaksin COVID-19 gratis' untuk pemudik jalur darat. Ia menyebut hal ini untuk meminimalisir penularan Corona pada pemudik.

"Kami mengusulkan Pak Menko (Menteri Perekonomian) dan Menkes (Menteri Kesehatan) memberikan vaksin gratis untuk mereka yang melakukan perjalanan darat," kata dia dalam konferensi pers Senin (10/5/2021).


Namun, juru bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengklarifikasi pernyataan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karyadi Sumadi tersebut. Adapun yang dimaksud sebenarnya adalah 'tes COVID-19 gratis' bagi para pemudik jalur darat.


"Bersama ini kami menyampaikan klarifikasi bahwa yang dimaksud adalah diberikan test Covid-19 secara gratis," jelas Adita dalam rilis yang diterima detikcom Selasa (11/5/2021).


Berikut klarifikasi lengkap Kemenhub atas pernyataan Menhub Budi Karya Sumadi.


1. Menanggapi adanya sejumlah pemberitaan di Media yang mengutip pernyataan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam Konferensi Pers, Senin (10/5) kemarin, bahwa Menhub bahwa masyarakat yang melakukan perjalanan darat pada masa peniadaan akan diberikan vaksin gratis, bersama ini kami menyampaikan klarifikasi bahwa yang dimaksud adalah diberikan test Covid-19 secara gratis.


2. Jadi pernyataan yang benar adalah Menhub mengusulkan kepada Menko Perekonomian dan Menkes untuk memberikan tes Covid-19 gratis bagi mereka yang melakukan perjalanan melalui darat. Sementara untuk perjalanan transportasi lain akan diberlakukan pengetatan syarat perjalanan seperti pada masa pra peniadaan mudik.


3. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terjadinya lonjakan pada arus balik yang diprediksi mencapai puncak pada H+2 dan H+7 Idul Fitri 1442H/2021.


4. Ada dua hal yang kami usulkan untuk mengantisipasi potensi lonjakan pada arus balik. Pertama yaitu, menghimbau masyarakat untuk menunda kepulangan supaya tidak bertemu di satu tempat dan waktu tertentu yang dapat menimbulkan penumpukan. Kedua, kami usulkan dilakukan testing yang intensif di berbagai tempat yang konsentrasinya besar seperti di Madiun, Ngawi, Surabaya, Solo, Jogja, Semarang, Cirebon, Jakarta bahkan yang dari Sumatera di Bakauheni. Kami mengusulkan kepada Menko Perekonomian dan Menkes untuk memberikan tes Covid-19 gratis bagi mereka yang melakukan perjalanan melalui darat. Sementara untuk perjalanan transportasi lain akan diberlakukan pengetatan syarat perjalanan seperti pada masa pra peniadaan mudik.


5. Demikian untuk dapat menjadi klarifikasi dari pemberitaan sebelumnya.

https://cinemamovie28.com/movies/ouija-summoning-you-will-kill/


4 Fakta Meninggalnya Pria Jaktim Usai Vaksin AstraZeneca


 Seorang pria asal Buaran, Jakarta Timur, Trio Fauqi Virdaus meninggal dunia usai disuntik vaksin Corona AstraZeneca. Namun, sampai saat ini penyebab kematian dan kemungkinan kaitannya dengan vaksin masih belum diketahui.

Ketua Komnas KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) Prof Hindra Hingky Irawan Satari menyebut, belum ada cukup bukti yang bisa menyatakan bahwa Fauqi meninggal karena vaksin yang diterimanya.


Berikut beberapa fakta soal meninggalnya Fauqi usai disuntik vaksin AstraZeneca.



1. Tak ada keluhan saat observasi usai vaksinasi

Pasca menerima vaksin AstraZeneca, Fauqi melakukan observasi selama 30 menit. Selama masa observasi ia tidak merasakan keluhan apapun, sampai gejalanya muncul saat dirinya bekerja di kantor.


"Di kantor dia ngerasa nggak enak badan, jadi oleh pimpinannya diberikan izin untuk pulang, sampai pulang dia demam, menggigil, sakit kepala," tutur Prof Hindra saat dihubungi detikcom Senin (10/5/2021).


2. Tidak melaporkan KIPI yang dialami

Sayangnya, saat mengalami keluhan tersebut Fauqi tidak langsung melapor ke nomor telepon yang ada di belakang kartu vaksinasi. Ia memilih untuk berobat ke dokter umum, hingga membuat keadaannya semakin memburuk.


Fauqi mengalami gejala yaitu demam tinggi, menggigil, dan sakit kepala usai vaksinasi.

https://cinemamovie28.com/movies/the-fox-and-the-hound/