Kamis, 21 November 2019

Tetap Penuh Ambisi, India Kini Ingin Kirim Manusia ke Bulan

Bayang-bayang kegagalan misi Chandrayaan 2 yang gagal melakukan pendaratan di Bulan tak menghalangi India untuk bermimpi lebih besar lagi. Mereka berambisi mengirimkan manusia ke Bulan.

Keinginan tersebut sudah masuk dalam rencana Indian Space Research Organization (ISRO) di misi Chandrayaan 3, seperti dilansir detikINET dari Space, Senin (9/9/2019). ISRO memiliki niatan untuk menjalankan Chandrayaan 3 di masa depan.

Misi ini serupa dengan yang dimilliki Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), yang menargetkan melakukan pendaratan manusia di Bulan. Bedanya, tentu saja, adalah AS pernah melakukannya 50 tahun lalu, sedangkan India bahkan belum sukses mendaratkan wahana (tak berawak) di satelit alami Bumi tersebut.

Tak hanya di situ, ISRO juga disebutkan membidik misi antarplanet, termasuk kemungkinan penyelidikan ke Mars dan Venus. Sebenarnya, jika berbicara Mars, India sempat menghebohkan karena berhasil mengorbitkan satelit Mangalyaan di Planet Merah itu pada September 2014. https://bit.ly/2XFeYiw

"Ada batas-batas baru untuk dijelajahi dan tempat-tempat baru untuk dikunjungi. Kami akan naik ke kesempatan dan skala ketinggian kesuksesan yang lebih baru," ujar Perdana Menteri India Narendra Modi dalam sambutannya usai menyaksikan hilang kontak lander Vikram di Bulan.

Sumber yang sama juga mengatakan, India sedang dalam pembicaraan dengan Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA) dalam program penjelajahan ke Bulan yang lebih besar dan lebih baik lagi dari sebelumnya.

Wahana antariksa hasil duet badan antariksa ini untuk menjelajahi wilayah air beku di Bulan yang selama ini diduga tidak terpapar sinar Matahari sehingga tidak meleleh.

Kepala ISRO K. Sivan mengungkapkan, India memang terus mencari dan menambah rekanan internasional dalam misinya mengeksplorasi luar angkasa suatu hari nanti.

"Kami akan mengundang negara-negara lain juga untuk berpartisipasi dengan muatan mereka. Kami sedang mengerjakan konfigurasi Chandrayaan 3 dan akan memutuskan jadwal peluncuran di kemudian hari," tuturnya.

Sedangkan untuk Mars, keberhasilan misi sebelumnya membawa kepercayaan diri India mengeluarkan Mars Orbiter Mission 2 alias Mangalyaan 2. Disebutkan, upaya diluncurkan skeitar 2022. Begitu juga Venus yang sayangnya untuk satu ini belum diketahui lebih lanjut lagi.

India Boleh Gagal ke Bulan, Indonesia Mau ke Mana?

Kenyataan bahwa lander Vikram yang mengalami hilang kontak dengan tim di Bumi saat akan melakukan pendaratan di Bulan, membuat India harus lapang dada. Kendati harus menelan kekecewaan, mimpi negeri Bollywood ini masih terus berlanjut.

"Komunikasi dari lander ke ground station terputus," kata Kailasavadivoo Sivan, Chairman Indian Space Research Organization (ISRO) yang dikutip detikINET dari Guardian.

"Penurunan lander Vikram sudah sesuai rencana dan performanya normal sampai ketinggian 2,1 kilometer. Di saat yang sama, komunikasi hilang. Datanya masih dianalisis," sambungnya.

Perdana Menteri India Narendra Modi yang menyaksikan langsung momen pahit tersebut mengatakan mereka akan tetap berkomitmen pada program antariksa. "Kita tetap berharap dan akan terus bekerja keras dalam program antariksa kita," ujarnya.

Misi bernama Chandrayaan 2 yang berarti kendaraan Bulan dalam bahasa Sanskerta diterbangkan dari fasilitas Satish Dhawan Space Center di Andhra Pradesh pada 22 Juli. Pertengahan Agustus, ia berhasil mengorbit di satelit Bumi tersebut.

Chandrayaan 2 awalnya direncanakan mendarat di kutub selatan yang belum pernah dijelajahi, untuk mencari bukti adanya air dan mineral serta mengukur gempa Bulan. Ia membawa tiga bagian yaitu orbiter, lander dan sebuah rover.

Misi ini berbiaya hemat, hanya USD 145 juta atau lebih rendah dari biaya pembuatan film Avengers: Endgame. Akan tetapi keberhasilannya terbang ke Bulan membuktikan ilmuwan India mampu menjelajah angkasa secara mandiri. https://bit.ly/2O8lGdM

Merajut Mimpi Lagi, India Bakal Coba Sambangi Bulan Kembali

Belum lama misi Chandrayaan 2 hilang kontak saat akan mendarat di Bulan, tapi India sudah memulai merajut mimpi lagi di bidang antariksa lewat Chandrayaan 3. Misi tersebut dilaporkan memiliki tenggat waktu sampai November 2020.

Itu artinya, Indian Space Research Organization (ISRO) akan berupaya keras meluncurkan Chandrayaan 3 dalam setahun ke depan. Begitu yang diwartakan oleh Times of India, seperti yang dikutip oleh detikINET, Kamis (14/11/2019).

Untuk memuluskan rencana besar tersebut, ISRO telah membentuk sejumlah komite dan mengadakan empat pertemuan tingkat tinggi sejak Oktober kemarin. Langkah ini juga untuk mengatasi kegagalan seperti yang terjadi pada Chandrayaan 2 pada September lalu.

Mereka juga menerima berbagai saran dari para ahli guna meningkatkan peluang keberhasilan pendaratannya nanti. Salah satu ilmuwan membocorkan bahwa mereka memprioritaskan untuk memperkuat kaki lander agar bisa bertahan saat mendarat di Bulan.

Dalam misi Chandrayaan 3, ISRO memutuskan untuk mencoba melakukan pendaratan robotik di Bulan, namun tidak disertakan wahana yang mengorbitnya. Adapun wahana Chandrayaan 2 masih berada jalur orbit di Bulan meskipun rovernya gagal mendarat.

Sejauh ini ISRO telah melihat 10 aspek dari misi ini, termasuk pemilihan lokasi pendaratan, navigasi absolut dan navigasi lokal. "Sangat penting untuk melakukan anslisis terperinci tentang perubahan untuk meningkatkan sistem pendaratan rekomendasi dari komite ahli," kata sumber. https://bit.ly/336B7r0

Gagal Mendarat di Bulan, India Mau ke Venus

Gagal mendarat di Bulan tidak membuat India berhenti melakukan eksplorasi luar angkasa. Negeri Bollywood ini malah lebih berani dan menyasar destinasi baru, ke Venus.

Para ilmuwan dan engineer Indian Space Research Organisation (ISRO) telah mengajukan rencana untuk pengorbit Venus ke pemerintah India dan berharap mereka akan mendapatkan persetujuan untuk melanjutkan misi. Pesawat ruang angkasa mereka bisa diluncurkan hanya dalam beberapa tahun dan akan membawa lebih dari selusin instrumen.

"Tujuan utama adalah untuk memetakan permukaan Venus," kata salah satu ilmuwan ISRO, Nigar Shaji, seperti dikutip dari Space.com, Minggu (10/11/2019).

Menurut Shaji, pengorbit Venus saat ini sedang dirancang ISRO untuk bisa membuat dataset Venus dalam waktu sekitar satu tahun. Selain memetakan permukaan Venus, misi ini juga akan melihat lebih dalam ke planet itu untuk membantu para ilmuwan mengidentifikasi hotspot vulkanik yang tersebar di seluruh Venus.

"Instrumen di atas pesawat ruang angkasa juga akan mempelajari atmosfer planet dan ionosfer, serta bagaimana Venus berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya," tambah Shaji.

ISRO telah mengidentifikasi 16 instrumen yang diajukan para ilmuwan India untuk diterbangkan. Instrumen ini antara lain termasuk yang berfokus pada pemantauan awan, mengidentifikasi sambaran petir, mempelajari aliran udara dan mengukur partikel plasma bermuatan tinggi yang melewati Venus dalam perjalanan keluar dari Matahari.

Beberapa instrumen lainnya berasal dari kemitraan internasional. Sebanyak tiga instrumen di antaranya, merupakan usulan dari para ilmuwan AS. Namun menurut Shaji, ISRO memahami bahwa pendanaan untuk instrumen tersebut tidak layak, sehingga tiga instrumen tersebut tidak akan ikut diterbangkan.

Jika pengajuan misi disetujui, pesawat ruang angkasa menuju ke Venus akan meluncur Juni 2023, tepatnya menggunakan salah satu kendaraan peluncuran satelit ISRO Geosynchronous. Ini adalah jenis kendaraan yang sama dengan digunakan dalam misi peluncuran Chandrayaan-2 India ke Bulan. https://bit.ly/3497S8q