Selasa, 26 November 2019

Website AS Sarankan Jangan ke Bali, Warganya Malah Suka ke Sana

Website pariwisata asal Amerika Serikat (AS) memasukkan Bali ke daftar 'No Visit' 2020. Padahal, orang AS sendiri suka liburan ke Bali.

Dilansir detikcom dari News Australia, Kamis (21/11), website pariwisata asal AS, Fodor mengeluarkan daftar 'No Visit' alias daftar destinasi-destinasi dunia yang disarankan untuk jangan dikunjungi tahun 2020. Sayangnya, ada dua destinasi dari Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut yakni Bali dan Pulau Komodo.

Lantas seberapa besar kunjungan turis asal AS ke Pulau Dewata?

"Amerika hampir 150 ribu (turis) sudah ada peningkatan, karena kita kerja sama 2018 ke AS bussiness meeting dengan airline dan asosiasi di sana mereka sangat ingin tahu Bali, ingin datang ke Bali," jawab Ketua Promosi Badan Pariwisata Bali I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, saat berbincang via telepon, Rabu (20/11/2019) kemarin.

"Persoalannya airline-nya terlalu long haul, kalau mereka mau ke Bali dia harus ke New York-Frankfurt-Singapore-Denpasar itu 24 jam, sekarang sudah ada SQ dari New York-Singapore-Denpasar jadi lebih cepat," lanjutnya menjelaskan.

Rai mengatakan dari promosi tersebut ada peningkatan wisatawan AS ke Bali. Dia pun optimistis kunjungan wisatawan dari mancanegara juga makin meningkat pada 2020 mendatang.

"Ada pertumbuhan wisatawan AS 10%. Semua market kita harus maintain karena harus kita tingkatkan, 2020 kita harus meningkat 10-20 persen tapi yang middle up. Jadi dia length of stay lebih panjang, spending money lebih besar dan tidak membuat keributan," paparnya.

Selain itu, Bali terus gencar promosi pariwisata. Beberapa pasar diincarnya. https://bit.ly/2XNLkYn

"Kita sudah mengkaji untuk melakukan riset tentang pangsa pasar Bali ada empat traditional market Australia dan Eropa, kedua emerging market itu baru tumbuh kembang seperti India, ketiga rebound market begitu tumbuh kembali seperti Rusia, yang terakhir decliining market yang dulu rame, sekarang turun harus kita genjot, seperti Jepang," tutup Rai.

Website AS: Jangan Kunjungi Bali & Pulau Komodo di 2020

Beberapa website informasi perjalanan sudah membuat daftar tempat-tempat yang harus dikunjungi tahun 2020. Ada juga, daftar tempat-tempat yang jangan dikunjungi.

Dilansir detikcom dari News Australia, Senin (18/11/2019), website pariwisata asal Amerika Serikat (AS), Fodor mengeluarkan daftar 'No Visit' alias daftar destinasi-destinasi dunia yang disarankannya untuk jangan dikunjungi tahun 2020. Sayangnya, ada dua destinasi dari Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut!

Ada alasan-alasan tertentu dalam daftar destinasi 'Jangan Dikunjungi'. Misalnya, karena alasan keamanan, politik, overtourism, sampai wacana tiket masuk yang dinilai kemahalan.

Tercatat, ada 13 destinasi dalam daftar tersebut yang terbagi dalam 8 kategori. Untuk overtourism, destinasinya yakni Angkor Wat di Kamboja, Big Sur di California, dan Bali di Indonesia.

Overtourism merupakan suatu fenomena di mana sudah terlalu banyak kunjungan turis di suatu destinasi. Overtourism sudah dinilai sebagai suatu musibah. Sebabnya, suatu destinasi yang sudah kepenuhan turis bakal terkena dampak yang buruk. Dari tingkah turis nakal yang tidak terkontrol, kemacetan hingga rusaknya destinasi tersebut akibat vandalisme dan lainnya.

Ada lagi tempat-tempat yang akan mengenakan tiket masuk yang dinilai terlalu mahal. Ada dua destinasinya, yaitu Taman Nasional Galapagos di Ekuador dan Pulau Komodo di NTT, Indonesia.

Kabarnya, pemerintah Indonesia mewacanakan tiket masuk ke Pulau Komodo di Taman Nasional Komodo sebesar USD 1.000 atau setara dengan Rp 14 juta (dalam kurs Rp 14 ribu). Walau masih wacana, sudah bikin was-was turis dan operator tur. https://bit.ly/33n6vBA

Pemilik Airbnb Kaget, Rumahnya Hancur Setelah Diinapi Turis

Pemilik Airbnb ini sedih sekaligus geram. Turis yang menginap di rumahnya, menghancurkan seisi rumah. Jendela pun sampai pecah!

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, Senin (25/11/2019) peristiwa itu terjadi di pinggiran Kota Perth, Western Australia pada akhir pekan lalu. Kondisi rumah pemilik Airbnb tersebut sangat berantakan.

Engsel pintu dan gorden copot, dindingnya rusak, jendela sampai pecah, bahkan lampu meja sampai nyangkut di jendela. Sungguh berantakan!

Pemilik Airbnb pun melaporkan kepada pihak kepolisian, Western Australia Police Force. Menurut hasil penyelidikan dan keterangan saksi, saat itu terdengar suara hingar bingar dari rumah tersebut.

"Menurut saksi, sekitar 30 orang ada di rumah itu. Mereka sepertinya party dan sangat berisik," tulis keterangan dari polisi.

Diperkirakan, sang pemilik rumah rugi sampai AUD 50 ribu atau setara Rp 470 jutaan. Hingga kini, polisi masih menyelidiki dan mencari turis yang bermalam di rumah Airbnb itu.

Sewa Airbnb, Keluarga Ini Dikejutkan Kamera Tersembunyi

Harap hati-hati jika bermalam di akomodasi non hotel. Keluarga ini dikejutkan dengan kamera tersembunyi!

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, Jumat (5/4/2019) satu keluarga dari New Zealand menyewa rumah via Airbnb saat liburan ke Irlandia. Mereka adalah Nealie dan Andrew Barker, beserta 5 anaknya.

Ketika sampai di rumah tempat bermalamnya, semua berjalan baik-baik saja. Hingga Andrew, sang suami menaruh curiga pada suatu benda di dekat perangkat WiFi.

Andrew yang juga berprofesi sebagai ahli IT langsung mencari kebenarannya. Saat log in ke WiFi-nya, Andrew menemukan jaringan 'IP Camera' dan langsung mengakses via ponselnya.

Tak butuh waktu lama, dari ponsel Andrew langsung terhubung ke kamera tersembunyi di rumahnya yang menampilkan suasana dapur dan ruang keluarga. Andrew beserta istrinya sangat terkejut!

"Kita bisa menonton diri sendiri lewat ponsel," kata Andrew.

Andrew langsung menghubungi sang pemilik rumah. Awalnya sang pemilik rumah berdalih kalau kamera tersembunyi itu tidak berfungsi. Akan tetapi setelah didebat berkali-kali, pemilik rumah mengakui memang kamera tersembunyi di rumahnya memang berfungsi. Tujuannya, supaya bisa memantau rumahnya saat disewa turis.

Andrew sekeluarga langsung melapor ke pihak Airbnb dan pindah ke hotel terdekat. Pihak Airbnb langsung menanggapi persoalan Andrew, dengan meminta maaf dan mengembalikan seluruh biaya penginapan.

Apa yang menimpa Andrew dan keluarganya dapat bisa dijadikan pelajaran untuk kita. Supaya tetap hati-hati di mana saja, demi melindungi privasi sendiri. https://bit.ly/2rprExX

Hotel di Amerika Kasih Diskon untuk Keluarga Tidak Main Ponsel

Ponsel tidak bisa lepas dari tangan kita, bahkan liburan. Sebuah hotel di Amerika Serikat sampai memberikan diskon kalau tamu keluarga mau lepas dari ponsel.

Wyndham Hotels adalah sebuah jaringan penginapan dengan berbagai macam jenis hotel mewah di seluruh dunia. Dilihat dari detikTravel dari Travel+Leisure, Selasa (20/2/2018) selain berbagai fasilitas, Wyndham Hotels juga akan memberikan satu promosi menarik, yakni diskon kepada tamu keluarga yang sengaja meninggalkan telepon seluler.

Menurut mereka, 54 persen anak-anak merasa para orangtua selalu mengecek atau bermain ponsel terlalu sering. 32 persennya merasa mereka tidak dipedulikan saat orangtua terlalu sibuk dengan urusannya di telepon.

Sebesar potongan 5 persen dari harga total akan diberikan kepada keluarga yang meletakkan ponsel di kotak khusus. Reconnected, begitu nama program ini, berlaku di beberapa hotel saja yang termasuk Wyndham Grand Hotels, yakni Clearwater Beach, Orlando Bonner Creek, Chicago Riverfront, Hotel Galvez dan The Mills House.

Kotak tersebut nantinya punya mesin penghitung yang memiliki waktu tertentu untuk dibuka. Penawaran ini, juga berlaku mulai 23 Februari sampai 3 September 2018 mendatang.

Salah satu penggagas program Reconnected dari Wyndham Hotels, Noelle Nicolai menuturkan bahwa hal ini berfokus untuk menyadarkan orangtua agar anak-anak mereka lebih diperhatikan,

"Kami melihat banyak orangtua yang sering menelepon di berbagai area hotel, kamu harus memesan kursi ekstra karena pengunjung lebih suka bermain ponsel ketimbang berenang. Dengan program ini, mereka akan mengeksplor lebih banyak fasilitas daripada bermain gadget," ujarnya.

Selama mengikuti program Reconnected, para tamu juga akan dapat fasilitas kamera Polaroid instan, permainan benteng dari selimut serta berbagai tawaran menarik yang dapat membantu mempererat hubungan antar keluarga. https://bit.ly/2Oi8V0a