Website pariwisata asal Amerika Serikat (AS) memasukkan Bali ke daftar 'No Visit' 2020. Padahal, orang AS sendiri suka liburan ke Bali.
Dilansir detikcom dari News Australia, Kamis (21/11), website pariwisata asal AS, Fodor mengeluarkan daftar 'No Visit' alias daftar destinasi-destinasi dunia yang disarankan untuk jangan dikunjungi tahun 2020. Sayangnya, ada dua destinasi dari Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut yakni Bali dan Pulau Komodo.
Lantas seberapa besar kunjungan turis asal AS ke Pulau Dewata?
"Amerika hampir 150 ribu (turis) sudah ada peningkatan, karena kita kerja sama 2018 ke AS bussiness meeting dengan airline dan asosiasi di sana mereka sangat ingin tahu Bali, ingin datang ke Bali," jawab Ketua Promosi Badan Pariwisata Bali I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya, saat berbincang via telepon, Rabu (20/11/2019) kemarin.
"Persoalannya airline-nya terlalu long haul, kalau mereka mau ke Bali dia harus ke New York-Frankfurt-Singapore-Denpasar itu 24 jam, sekarang sudah ada SQ dari New York-Singapore-Denpasar jadi lebih cepat," lanjutnya menjelaskan.
Rai mengatakan dari promosi tersebut ada peningkatan wisatawan AS ke Bali. Dia pun optimistis kunjungan wisatawan dari mancanegara juga makin meningkat pada 2020 mendatang.
"Ada pertumbuhan wisatawan AS 10%. Semua market kita harus maintain karena harus kita tingkatkan, 2020 kita harus meningkat 10-20 persen tapi yang middle up. Jadi dia length of stay lebih panjang, spending money lebih besar dan tidak membuat keributan," paparnya.
Selain itu, Bali terus gencar promosi pariwisata. Beberapa pasar diincarnya. https://bit.ly/2XNLkYn
"Kita sudah mengkaji untuk melakukan riset tentang pangsa pasar Bali ada empat traditional market Australia dan Eropa, kedua emerging market itu baru tumbuh kembang seperti India, ketiga rebound market begitu tumbuh kembali seperti Rusia, yang terakhir decliining market yang dulu rame, sekarang turun harus kita genjot, seperti Jepang," tutup Rai.
Website AS: Jangan Kunjungi Bali & Pulau Komodo di 2020
Beberapa website informasi perjalanan sudah membuat daftar tempat-tempat yang harus dikunjungi tahun 2020. Ada juga, daftar tempat-tempat yang jangan dikunjungi.
Dilansir detikcom dari News Australia, Senin (18/11/2019), website pariwisata asal Amerika Serikat (AS), Fodor mengeluarkan daftar 'No Visit' alias daftar destinasi-destinasi dunia yang disarankannya untuk jangan dikunjungi tahun 2020. Sayangnya, ada dua destinasi dari Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut!
Ada alasan-alasan tertentu dalam daftar destinasi 'Jangan Dikunjungi'. Misalnya, karena alasan keamanan, politik, overtourism, sampai wacana tiket masuk yang dinilai kemahalan.
Tercatat, ada 13 destinasi dalam daftar tersebut yang terbagi dalam 8 kategori. Untuk overtourism, destinasinya yakni Angkor Wat di Kamboja, Big Sur di California, dan Bali di Indonesia.
Overtourism merupakan suatu fenomena di mana sudah terlalu banyak kunjungan turis di suatu destinasi. Overtourism sudah dinilai sebagai suatu musibah. Sebabnya, suatu destinasi yang sudah kepenuhan turis bakal terkena dampak yang buruk. Dari tingkah turis nakal yang tidak terkontrol, kemacetan hingga rusaknya destinasi tersebut akibat vandalisme dan lainnya.
Ada lagi tempat-tempat yang akan mengenakan tiket masuk yang dinilai terlalu mahal. Ada dua destinasinya, yaitu Taman Nasional Galapagos di Ekuador dan Pulau Komodo di NTT, Indonesia.
Kabarnya, pemerintah Indonesia mewacanakan tiket masuk ke Pulau Komodo di Taman Nasional Komodo sebesar USD 1.000 atau setara dengan Rp 14 juta (dalam kurs Rp 14 ribu). Walau masih wacana, sudah bikin was-was turis dan operator tur. https://bit.ly/33n6vBA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar