Selasa, 26 November 2019

Pemilik Airbnb Kaget, Rumahnya Hancur Setelah Diinapi Turis

Pemilik Airbnb ini sedih sekaligus geram. Turis yang menginap di rumahnya, menghancurkan seisi rumah. Jendela pun sampai pecah!

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, Senin (25/11/2019) peristiwa itu terjadi di pinggiran Kota Perth, Western Australia pada akhir pekan lalu. Kondisi rumah pemilik Airbnb tersebut sangat berantakan.

Engsel pintu dan gorden copot, dindingnya rusak, jendela sampai pecah, bahkan lampu meja sampai nyangkut di jendela. Sungguh berantakan!

Pemilik Airbnb pun melaporkan kepada pihak kepolisian, Western Australia Police Force. Menurut hasil penyelidikan dan keterangan saksi, saat itu terdengar suara hingar bingar dari rumah tersebut.

"Menurut saksi, sekitar 30 orang ada di rumah itu. Mereka sepertinya party dan sangat berisik," tulis keterangan dari polisi.

Diperkirakan, sang pemilik rumah rugi sampai AUD 50 ribu atau setara Rp 470 jutaan. Hingga kini, polisi masih menyelidiki dan mencari turis yang bermalam di rumah Airbnb itu.

Sewa Airbnb, Keluarga Ini Dikejutkan Kamera Tersembunyi

Harap hati-hati jika bermalam di akomodasi non hotel. Keluarga ini dikejutkan dengan kamera tersembunyi!

Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, Jumat (5/4/2019) satu keluarga dari New Zealand menyewa rumah via Airbnb saat liburan ke Irlandia. Mereka adalah Nealie dan Andrew Barker, beserta 5 anaknya.

Ketika sampai di rumah tempat bermalamnya, semua berjalan baik-baik saja. Hingga Andrew, sang suami menaruh curiga pada suatu benda di dekat perangkat WiFi.

Andrew yang juga berprofesi sebagai ahli IT langsung mencari kebenarannya. Saat log in ke WiFi-nya, Andrew menemukan jaringan 'IP Camera' dan langsung mengakses via ponselnya.

Tak butuh waktu lama, dari ponsel Andrew langsung terhubung ke kamera tersembunyi di rumahnya yang menampilkan suasana dapur dan ruang keluarga. Andrew beserta istrinya sangat terkejut!

"Kita bisa menonton diri sendiri lewat ponsel," kata Andrew.

Andrew langsung menghubungi sang pemilik rumah. Awalnya sang pemilik rumah berdalih kalau kamera tersembunyi itu tidak berfungsi. Akan tetapi setelah didebat berkali-kali, pemilik rumah mengakui memang kamera tersembunyi di rumahnya memang berfungsi. Tujuannya, supaya bisa memantau rumahnya saat disewa turis.

Andrew sekeluarga langsung melapor ke pihak Airbnb dan pindah ke hotel terdekat. Pihak Airbnb langsung menanggapi persoalan Andrew, dengan meminta maaf dan mengembalikan seluruh biaya penginapan.

Apa yang menimpa Andrew dan keluarganya dapat bisa dijadikan pelajaran untuk kita. Supaya tetap hati-hati di mana saja, demi melindungi privasi sendiri. https://bit.ly/2rprExX

Hotel di Amerika Kasih Diskon untuk Keluarga Tidak Main Ponsel

Ponsel tidak bisa lepas dari tangan kita, bahkan liburan. Sebuah hotel di Amerika Serikat sampai memberikan diskon kalau tamu keluarga mau lepas dari ponsel.

Wyndham Hotels adalah sebuah jaringan penginapan dengan berbagai macam jenis hotel mewah di seluruh dunia. Dilihat dari detikTravel dari Travel+Leisure, Selasa (20/2/2018) selain berbagai fasilitas, Wyndham Hotels juga akan memberikan satu promosi menarik, yakni diskon kepada tamu keluarga yang sengaja meninggalkan telepon seluler.

Menurut mereka, 54 persen anak-anak merasa para orangtua selalu mengecek atau bermain ponsel terlalu sering. 32 persennya merasa mereka tidak dipedulikan saat orangtua terlalu sibuk dengan urusannya di telepon.

Sebesar potongan 5 persen dari harga total akan diberikan kepada keluarga yang meletakkan ponsel di kotak khusus. Reconnected, begitu nama program ini, berlaku di beberapa hotel saja yang termasuk Wyndham Grand Hotels, yakni Clearwater Beach, Orlando Bonner Creek, Chicago Riverfront, Hotel Galvez dan The Mills House.

Kotak tersebut nantinya punya mesin penghitung yang memiliki waktu tertentu untuk dibuka. Penawaran ini, juga berlaku mulai 23 Februari sampai 3 September 2018 mendatang.

Salah satu penggagas program Reconnected dari Wyndham Hotels, Noelle Nicolai menuturkan bahwa hal ini berfokus untuk menyadarkan orangtua agar anak-anak mereka lebih diperhatikan,

"Kami melihat banyak orangtua yang sering menelepon di berbagai area hotel, kamu harus memesan kursi ekstra karena pengunjung lebih suka bermain ponsel ketimbang berenang. Dengan program ini, mereka akan mengeksplor lebih banyak fasilitas daripada bermain gadget," ujarnya.

Selama mengikuti program Reconnected, para tamu juga akan dapat fasilitas kamera Polaroid instan, permainan benteng dari selimut serta berbagai tawaran menarik yang dapat membantu mempererat hubungan antar keluarga. https://bit.ly/2Oi8V0a

Tidak ada komentar:

Posting Komentar