Sabtu, 12 Desember 2020

Corona Ngegas! Tembus 150 Ribu kasus, 3 Wilayah di DKI Ini Zona Merah

 Kasus baru COVID-19 di Indonesia masih terus bertambah setiap harinya. Bahkan dalam beberapa hari terakhir kasus baru kerap tembus lebih 5.000 pasien.

DKI Jakarta masih menjadi salah satu wilayah dengan penambahan kasus COVID-19 terbanyak. Hingga kini total kasus COVID-19 di DKI Jakarta sudah mencapai 150.250 kasus. Sementara pasien sembuh sebanyak 135.478 orang dan 2.900 meninggal dunia.


Sempat nihil, beberapa kota di DKI Jakarta kembali masuk zona merah penularan COVID-19. Zona merah adalah wilayah yang memiliki risiko tinggi untuk penyebaran Corona.


Berikut wilayah di DKI yang masuk zona merah per 11 Desember 2020 mengutip situs covid19.go.id:


Jakarta Utara

Jakarta Timur

Jakarta Selatan

Sementara itu zona oranye:

Jakarta Pusat

Jakarta Barat

Kepulauan Seribu

Berikut riwayat penambahan kasus baru COVID-19 di DKI Jakarta dalam sepekan:


Jumat (11/12/2020) tambah 1.232 total 150.250

Kamis (10/12/2020) tambah 1.180 total 149.018

Rabu (9/12/2020) tambah 1.237 total total 147.838

Selasa (8/12/2020) tambah 1.174 total 146.601

Senin (7/12/2020) tambah 1.466 total 145.427

Minggu (6/12/2020) tambah 1.331 total 143.961

Sabtu (5/12/2020) tambah 1.360 total 142.630

https://movieon28.com/movies/disclosure/


Sejumlah RS Mulai Buka Pre Order Vaksin COVID-19, Harga Masih Estimasi


Rumah Sakit UII (Universitas Islam Indonesia) di Kecamatan Pandak, Bantul, mulai membuka pre-order (PO) vaksinasi COVID-19 melalui akun Instagram @rumahsakit.uii. Mereka mulai menyediakan vaksinasi dengan estimasi waktu 1-2 bulan ke depan.

Direktur Utama Rumah Sakit UII, Widodo Wirawan membenarkan hal tersebut. Prosedur pemesanan sendiri sesuai dengan postingan di medsos Instagram.


"Prosedurnya sesuai dengan yang ada di medsos kami. Jadi (pendaftaran) melalui WA, nanti dari WA kan ada disuruh mengisi form, form registrasi sama kondisi terkini," katanya saat dihubungi wartawan, Jumat (11/12/2020) malam.


Menyoal biaya, Widodo menyebut masih sebatas estimasi. Namun, untuk perdosisnya Widodo menyebut tidak akan mencapai hingga jutaan rupiah.


"Biaya itu kisaran ya, jadi estimasi karena ini juga aslinya kita kan menunggu dari pemerintah ya. Itu kisaran Rp 450 ribu sampai Rp 500 ribu per dosis suntikan," ucapnya.


Baca juga: Tiba November 2020, Ini Beda 3 Vaksin COVID-19 di Indonesia Termasuk Harganya

Terkait merek vaksin, dia menyebut bukan Sinovac. Dia menyebut pembukaan PO vaksinasi sesuai arahan dari Kemenkes RI.


"Nggak (bukan Sinovac), mereknya kan dari pemerintah kan 3 merk itu kemungkinan besar, jadi kita menunggu tapi kami sudah diminta order. Jadi kami bantu pemerintah untuk nanti begitu sudah di-acc kemudian dari kami Bio Farma sudah bisa menyalurkan dan kami langsung bisa," katanya.


"Nggak, sebenarnya dari Kemenkes sudah meminta rumah sakit untuk mendata yang 1,2 juta kan untuk nakes nah Januari Februari masuk 45 juta dosis. Jadi pemerintah sudah mulai mendata ke rumah sakit yang mau memesan siapa dan lewat asosiasi rumah sakit juga sudah. Cuma nanti tiap rumah sakit beda timingnya, ada yang menunggu," imbuhnya.


Dia menambahkan bahwa antusias masyarakat cukup tinggi. "Sudah ada yang mendaftar, jadi bisa dikatakan antusiasmenya tinggi," ucapnya.


Selain di RS UII, pre order vaksin COVID-19 juga ditawarkan oleh sejumlah rumah sakit lain.

https://movieon28.com/movies/dangerous-liaisons/

Vaksin Pfizer 'Memakan Korban Jiwa', Begini yang Sesungguhnya Terjadi

 Vaksin Pfizer dilaporkan 'memakan korban jiwa'. Inggris mencatat ada laporan 2 warganya menunjukkan reaksi alergi terhadap vaksin Pfizer untuk virus Corona.

Warga Inggris yang merupakan tenaga medis itu menerima suntikan vaksin Pfizer pada Selasa (8/12/2020). Keduanya dirawat setelah mendapat suntikan vaksin Corona dari Pfizer.


Dikutip BBC, kondisi kesehatan kedua tenaga medis itu kini sudah membaik. Kepala National Health Service (NHS), Professor Stephen Powis memastikan hal itu.


Dua tenaga medis itu diketahui memiliki riwayat alergi. Akibatnya keduanya mengalami gejala reaksi anafilaksis yang umumnya memicu ruam kulit, sulit bernapas, hingga turunnya tensi darah.


Dikabarkan juga ada 6 orang meninggal selama uji coba tahap akhir vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19, seperti dikutip Reuters.


Namun dari 6 orang yang meninggal selama uji coba vaksin Pfizer-BioNTech, hanya 2 dari mereka yang diberi vaksin.


Sementara 4 orang lainnya diberi larutan garam dan air plasebo yang aman. Tidak ada hubungan kausal yang ditemukan antara vaksin dan kedua kematian tersebut.


Kasus kematian yang terjadi dinilai sejalan dengan angka kematian normal untuk populasi umum.


Terdapat juga 4 kasus Bell's Palsy (kelumpuhan wajah sebagian), tetapi tidak dianggap disebabkan oleh vaksin.


Pihak berwenang menyatakan gejala tersebut akan diawasi saat vaksin untuk COVID-19 didistribusikan.


Karena itu, otoritas kesehatan Inggris mengimbau, orang yang memiliki alergi terhadap obat dan makanan atau anafilaksis dilarang disuntik vaksin Pfizer.


Dosis kedua tidak boleh diberikan kepada siapa pun yang telah mengalami anafilaksis setelah pemberian dosis pertama vaksin ini.


Di sisi lain, FDA atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat mengungkapkan efek samping sementara dari vaksin Pfizer-BioNTech umum terjadi.


Artinya tidak ada masalah keamanan spesifik yang diidentifikasi yang akan menghalangi penerbitan izin penggunaan darurat.


FDA pun pada hari Kamis (10/12/2020), merekomendasikan penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin COVID-19 buatan Pfizer-BioNTech.


Amerika Serikat (AS) dan Kanada akan menjadi negara berikutnya setelah Inggris yang menjalankan program resmi vaksinasi massal dengan vaksin COVID-19 Pfizer.


Sementara Inggris pada pekan ini sudah memberi suntikan vaksin Pfizer usai mendapat EUA dari Medicines and Healthcare Products Regulatory Agency (MHRA).

https://movieon28.com/movies/fatal-attraction/


Corona Ngegas! Tembus 150 Ribu kasus, 3 Wilayah di DKI Ini Zona Merah


 Kasus baru COVID-19 di Indonesia masih terus bertambah setiap harinya. Bahkan dalam beberapa hari terakhir kasus baru kerap tembus lebih 5.000 pasien.

DKI Jakarta masih menjadi salah satu wilayah dengan penambahan kasus COVID-19 terbanyak. Hingga kini total kasus COVID-19 di DKI Jakarta sudah mencapai 150.250 kasus. Sementara pasien sembuh sebanyak 135.478 orang dan 2.900 meninggal dunia.


Sempat nihil, beberapa kota di DKI Jakarta kembali masuk zona merah penularan COVID-19. Zona merah adalah wilayah yang memiliki risiko tinggi untuk penyebaran Corona.


Berikut wilayah di DKI yang masuk zona merah per 11 Desember 2020 mengutip situs covid19.go.id:


Jakarta Utara

Jakarta Timur

Jakarta Selatan

Sementara itu zona oranye:

Jakarta Pusat

Jakarta Barat

Kepulauan Seribu

Berikut riwayat penambahan kasus baru COVID-19 di DKI Jakarta dalam sepekan:


Jumat (11/12/2020) tambah 1.232 total 150.250

Kamis (10/12/2020) tambah 1.180 total 149.018

Rabu (9/12/2020) tambah 1.237 total total 147.838

Selasa (8/12/2020) tambah 1.174 total 146.601

Senin (7/12/2020) tambah 1.466 total 145.427

Minggu (6/12/2020) tambah 1.331 total 143.961

Sabtu (5/12/2020) tambah 1.360 total 142.630

https://movieon28.com/movies/blue-velvet/