Kasus baru COVID-19 di Indonesia masih terus bertambah setiap harinya. Bahkan dalam beberapa hari terakhir kasus baru kerap tembus lebih 5.000 pasien.
DKI Jakarta masih menjadi salah satu wilayah dengan penambahan kasus COVID-19 terbanyak. Hingga kini total kasus COVID-19 di DKI Jakarta sudah mencapai 150.250 kasus. Sementara pasien sembuh sebanyak 135.478 orang dan 2.900 meninggal dunia.
Sempat nihil, beberapa kota di DKI Jakarta kembali masuk zona merah penularan COVID-19. Zona merah adalah wilayah yang memiliki risiko tinggi untuk penyebaran Corona.
Berikut wilayah di DKI yang masuk zona merah per 11 Desember 2020 mengutip situs covid19.go.id:
Jakarta Utara
Jakarta Timur
Jakarta Selatan
Sementara itu zona oranye:
Jakarta Pusat
Jakarta Barat
Kepulauan Seribu
Berikut riwayat penambahan kasus baru COVID-19 di DKI Jakarta dalam sepekan:
Jumat (11/12/2020) tambah 1.232 total 150.250
Kamis (10/12/2020) tambah 1.180 total 149.018
Rabu (9/12/2020) tambah 1.237 total total 147.838
Selasa (8/12/2020) tambah 1.174 total 146.601
Senin (7/12/2020) tambah 1.466 total 145.427
Minggu (6/12/2020) tambah 1.331 total 143.961
Sabtu (5/12/2020) tambah 1.360 total 142.630
https://movieon28.com/movies/disclosure/
Sejumlah RS Mulai Buka Pre Order Vaksin COVID-19, Harga Masih Estimasi
Rumah Sakit UII (Universitas Islam Indonesia) di Kecamatan Pandak, Bantul, mulai membuka pre-order (PO) vaksinasi COVID-19 melalui akun Instagram @rumahsakit.uii. Mereka mulai menyediakan vaksinasi dengan estimasi waktu 1-2 bulan ke depan.
Direktur Utama Rumah Sakit UII, Widodo Wirawan membenarkan hal tersebut. Prosedur pemesanan sendiri sesuai dengan postingan di medsos Instagram.
"Prosedurnya sesuai dengan yang ada di medsos kami. Jadi (pendaftaran) melalui WA, nanti dari WA kan ada disuruh mengisi form, form registrasi sama kondisi terkini," katanya saat dihubungi wartawan, Jumat (11/12/2020) malam.
Menyoal biaya, Widodo menyebut masih sebatas estimasi. Namun, untuk perdosisnya Widodo menyebut tidak akan mencapai hingga jutaan rupiah.
"Biaya itu kisaran ya, jadi estimasi karena ini juga aslinya kita kan menunggu dari pemerintah ya. Itu kisaran Rp 450 ribu sampai Rp 500 ribu per dosis suntikan," ucapnya.
Baca juga: Tiba November 2020, Ini Beda 3 Vaksin COVID-19 di Indonesia Termasuk Harganya
Terkait merek vaksin, dia menyebut bukan Sinovac. Dia menyebut pembukaan PO vaksinasi sesuai arahan dari Kemenkes RI.
"Nggak (bukan Sinovac), mereknya kan dari pemerintah kan 3 merk itu kemungkinan besar, jadi kita menunggu tapi kami sudah diminta order. Jadi kami bantu pemerintah untuk nanti begitu sudah di-acc kemudian dari kami Bio Farma sudah bisa menyalurkan dan kami langsung bisa," katanya.
"Nggak, sebenarnya dari Kemenkes sudah meminta rumah sakit untuk mendata yang 1,2 juta kan untuk nakes nah Januari Februari masuk 45 juta dosis. Jadi pemerintah sudah mulai mendata ke rumah sakit yang mau memesan siapa dan lewat asosiasi rumah sakit juga sudah. Cuma nanti tiap rumah sakit beda timingnya, ada yang menunggu," imbuhnya.
Dia menambahkan bahwa antusias masyarakat cukup tinggi. "Sudah ada yang mendaftar, jadi bisa dikatakan antusiasmenya tinggi," ucapnya.
Selain di RS UII, pre order vaksin COVID-19 juga ditawarkan oleh sejumlah rumah sakit lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar