Sabtu, 12 Desember 2020

Vaksin Pfizer 'Memakan Korban Jiwa', Begini yang Sesungguhnya Terjadi

 Vaksin Pfizer dilaporkan 'memakan korban jiwa'. Inggris mencatat ada laporan 2 warganya menunjukkan reaksi alergi terhadap vaksin Pfizer untuk virus Corona.

Warga Inggris yang merupakan tenaga medis itu menerima suntikan vaksin Pfizer pada Selasa (8/12/2020). Keduanya dirawat setelah mendapat suntikan vaksin Corona dari Pfizer.


Dikutip BBC, kondisi kesehatan kedua tenaga medis itu kini sudah membaik. Kepala National Health Service (NHS), Professor Stephen Powis memastikan hal itu.


Dua tenaga medis itu diketahui memiliki riwayat alergi. Akibatnya keduanya mengalami gejala reaksi anafilaksis yang umumnya memicu ruam kulit, sulit bernapas, hingga turunnya tensi darah.


Dikabarkan juga ada 6 orang meninggal selama uji coba tahap akhir vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19, seperti dikutip Reuters.


Namun dari 6 orang yang meninggal selama uji coba vaksin Pfizer-BioNTech, hanya 2 dari mereka yang diberi vaksin.


Sementara 4 orang lainnya diberi larutan garam dan air plasebo yang aman. Tidak ada hubungan kausal yang ditemukan antara vaksin dan kedua kematian tersebut.


Kasus kematian yang terjadi dinilai sejalan dengan angka kematian normal untuk populasi umum.


Terdapat juga 4 kasus Bell's Palsy (kelumpuhan wajah sebagian), tetapi tidak dianggap disebabkan oleh vaksin.


Pihak berwenang menyatakan gejala tersebut akan diawasi saat vaksin untuk COVID-19 didistribusikan.


Karena itu, otoritas kesehatan Inggris mengimbau, orang yang memiliki alergi terhadap obat dan makanan atau anafilaksis dilarang disuntik vaksin Pfizer.


Dosis kedua tidak boleh diberikan kepada siapa pun yang telah mengalami anafilaksis setelah pemberian dosis pertama vaksin ini.


Di sisi lain, FDA atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat mengungkapkan efek samping sementara dari vaksin Pfizer-BioNTech umum terjadi.


Artinya tidak ada masalah keamanan spesifik yang diidentifikasi yang akan menghalangi penerbitan izin penggunaan darurat.


FDA pun pada hari Kamis (10/12/2020), merekomendasikan penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin COVID-19 buatan Pfizer-BioNTech.


Amerika Serikat (AS) dan Kanada akan menjadi negara berikutnya setelah Inggris yang menjalankan program resmi vaksinasi massal dengan vaksin COVID-19 Pfizer.


Sementara Inggris pada pekan ini sudah memberi suntikan vaksin Pfizer usai mendapat EUA dari Medicines and Healthcare Products Regulatory Agency (MHRA).

https://movieon28.com/movies/fatal-attraction/


Corona Ngegas! Tembus 150 Ribu kasus, 3 Wilayah di DKI Ini Zona Merah


 Kasus baru COVID-19 di Indonesia masih terus bertambah setiap harinya. Bahkan dalam beberapa hari terakhir kasus baru kerap tembus lebih 5.000 pasien.

DKI Jakarta masih menjadi salah satu wilayah dengan penambahan kasus COVID-19 terbanyak. Hingga kini total kasus COVID-19 di DKI Jakarta sudah mencapai 150.250 kasus. Sementara pasien sembuh sebanyak 135.478 orang dan 2.900 meninggal dunia.


Sempat nihil, beberapa kota di DKI Jakarta kembali masuk zona merah penularan COVID-19. Zona merah adalah wilayah yang memiliki risiko tinggi untuk penyebaran Corona.


Berikut wilayah di DKI yang masuk zona merah per 11 Desember 2020 mengutip situs covid19.go.id:


Jakarta Utara

Jakarta Timur

Jakarta Selatan

Sementara itu zona oranye:

Jakarta Pusat

Jakarta Barat

Kepulauan Seribu

Berikut riwayat penambahan kasus baru COVID-19 di DKI Jakarta dalam sepekan:


Jumat (11/12/2020) tambah 1.232 total 150.250

Kamis (10/12/2020) tambah 1.180 total 149.018

Rabu (9/12/2020) tambah 1.237 total total 147.838

Selasa (8/12/2020) tambah 1.174 total 146.601

Senin (7/12/2020) tambah 1.466 total 145.427

Minggu (6/12/2020) tambah 1.331 total 143.961

Sabtu (5/12/2020) tambah 1.360 total 142.630

https://movieon28.com/movies/blue-velvet/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar