Senin, 03 Agustus 2020

5 Fakta yang Perlu Kamu Tahu Soal 'G-spot'

Sebelum lebih jauh membahas fakta-fakta terkait G-spot, ada baiknya kamu benar-benar paham apa itu G-spot. G-spot bisa didefinisikan sebagai 'kunci' yang bisa membuat wanita benar-benar mencapai klimaks saat bercinta.
Sebagian orang mungkin tidak terlalu memedulikan titik ini. Namun faktanya, titik ini bisa memberikan respon yang luar biasa pada wanita.

Berikut fakta-fakta terkait G-spot yang perlu kamu ketahui, dikutip dari Health:

1. Bagian dari klitoris

Awalnya titik ini dikenal sebagai titik Gräfenberg, yang diperkenalkan oleh Dr Beverly Whipple. Menurutnya, ada gerakan yang benar-benar bisa membuat wanita klimaks jika dilakukan pada area G-spot ini.

Namun sebenarnya G-spot ini bukan anatomi yang berbeda. Menurut para peneliti, G-spot ini termasuk dalam bagian jaringan klitoris kamu lho. Artinya, bisa disimpulkan kalau kamu sedang menstimulasi area G-spot, itu sebenarnya kamu juga sedang merangsang bagian klitoris wanita.

2. Sulit ditemukan

Meski ia berada di dalam bagian klitoris, masih banyak yang mengaku sulit untuk menemukan titik G pada wanita ini. Alasannya karena G-spot pada wanita memang bervariasi tempatnya. Namun, para peneliti menyarankan untuk fokus pada rangsangan di area klitoris, karena besar kemungkinan wanita akan segera ejakulasi, jika dibandingkan fokus di area lain.

3. Permainan G-spot dengan jari

Jika kamu kesulitan untuk menemukan titik G pada wanita, cobalah untuk membuatnya sesantai mungkin. Buat ia merasa relaks. Ketika dia terlihat sudah siap, mulai pijat area vaginanya, lalu perlahan masukkan satu atau dua jarimu dengan menggerakkan ke atas-bawah dan keluar-masuk.

Hal ini juga bisa dilakukan dengan menggunakan sex toy. Namun perlu diingat, pasangan harus merasa nyaman jika kamu ingin menggunakannya.

4. Tidak semua wanita bisa terangsang karena G-spot

Faktanya, tidak semua wanita 'puas' melalui stimulasi G-spot. Hal ini menjadi normal. Alasannya, tidak semua wanita terbiasa mengeksplorasi atau dieksplorasi dengan rangsangan di titik G ini, wanita juga perlu terbiasa untuk benar-benar dapat klimaks melalui stimulasi G-spot.

5. Posisi seks paling cocok buat G-spot

- Cowgirl

Mintalah pasangan berbaring telentang, lalu naik di atas mereka dengan posisi mengangkang. Posisi ini memungkinkan kamu untuk mengendalikan ritme, kedalaman, dan sedalam apa penetrasi, sehingga nantinya bisa ikut merangsang titik G.

Alih-alih naik turun, cobalah bergerak maju dan mundur untuk merangsang daerah G-spot pada dinding vagina bagian dalam. Namun menggabungkan keduanya juga tidak masalah.

- Gaya doggy

Gaya doggy juga bisa menjadi pilihan bercinta agar penetrasi bisa lebih dalam saat berhubungan seks.

Bahagia Pulang ke RI, Mahasiswa Ini Cerita Saat Corona Mewabah di Wuhan

Sebanyak 238 WNI telah kembali ke Jakarta setelah menjalani masa observasi selama 2 pekan di Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). Menteri Kesehatan (Menkes) menyatakan semua WNI dalam keadaan sehat.
Salah seorang WNI yang ikut observasi selama 14 hari tersebut ialah Eva. Eva mengaku mendapatkan pengalaman yang begitu berkesan selama menjalani observasi di Lanud Raden Sadjad di Natuna.

Eva mengatakan mendapatkan perhatian khusus soal kesehatan selama menjalani observasi. Waktu dua pekan di pangkalan militer Natuna tersebut pun dirasa senang.

"Fun ya, kami senang, happy banget. Berat badan kami naik. Karena memang masa observasi untuk meningkatkan kualitas kesehatan kami dan memang sangat diperhatikan. Tiap hari diperiksa. Bapak-bapak TNI baik banget," kata Eva Patmawaty di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (15/2/2020).

Eva kemudian menceritakan pengalaman selama berada di Wuhan saat virus Corona merebak. Mereka mengaku lebih sering berdiam diri di rumah karena takut terkena virus Corona.Eva menjalani observasi bersama kedua temannya, yakni Yuliannova Lestari Chaniago dan Gerard Ertandy. Mereka bertiga adalah mahasiswa Central China University yang ada di Kota Wuhan. Selain soal kualitas makanan, Eva mengatakan selama observasi, mereka rutin berolahraga tiap pagi dan sore.

"Di Wuhan memang selama masa lock down tidak bisa ke mana-mana, tapi itu pilihan kami. Jadi bukan pemerintah Tiongkok yang mengharuskan kami tinggal di rumah, tapi karena kami takut kena virusnya. Kan penyebarannya cepat banget," sebut Eva.

Baca juga: WNI Eks Karantina Diminta Lapor Jika Tak Enak Badan dalam Sebulan ke Depan
Baik Eva, Yuli, maupun Gerard mengaku sangat berterima kasih kepada masyarakat Natuna yang telah menerima mereka dengan sangat baik. Mereka juga berterima kasih kepada pemerintah Indonesia, termasuk KBRI China.

"Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada masyarakat Natuna yang sudah berbesar hati menerima kami semua selama observasi," ujar Eva.
https://nonton08.com/the-vanished-murderer/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar