Minggu, 14 Juni 2020

Ingat! Cuci Tangan Tak Harus Pakai Hand Sanitizer

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Banjarnegara membagikan 3.000 sabun pembersih tangan. Selain mengajak masyarakat hidup sehat, juga untuk membantah anggapan jika untuk menangkal virus corona harus menggunakan cairan pembersih tangan atau hand sanitizer.
"Ada 3.000 sabun cair untuk membersihkan tangan. Tujuannya adalah adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa membersihkan tangan tak harus pakai hand sanitizer. Padahal menggunakan sabun aja bisa asal sesuai aturan," jelas ketua IDI Banjarnegara dr Agus Ujianto usai membagikan sabun di Rumah Sakit Islam Banjarnegara, Minggu (8/3/2020).

Dalam kesempatan ini, ia juga mengajak masyarakat untuk terus hidup sehat untuk membentengi penyebaran virus corona. Ia juga menegaskan, mencuci tangan tidak harus dengan hand sanitizer atau sejenisnya. Sebab, menggunakan sabun di rumah juga bisa membersihkan kotaran serta virus yang menempel di tangan.

"Sebenarnya mencuci tangan pakai sabun biasa di rumah juga bisa asal sesuai prosedur," ujarnya.

Sementara itu di tempat yang sama, ketua tim satgas corona virus Banjarnegara dr Bugar Wijiseno mengatakan, kini pihaknya tengah menyosialisasikan pemahaman terkait virus corona terhadap para dokter di Banjarnegara. Mulai dari bagaimana menemukan kasus, mendiagnosis, menatalaksana, hingga merujuk.

"Langkah kami saat ini meningkatkan kemampuan di internal IDI sendiri tentang penyebaran virus corona. Jadi jangan sampai karena kurang kepemahaman dari dokter justru membuat panik yang lain," kata dia.

Saat ini, salah satu warga Banjarnegara masuk dalam pengawasan virus corona. Pasien tersebut baru pulang dari Malaysia. Dan kini sudah dirujuk untuk dirawat di Rumah Sakit Margono, Purwokerto.

Heboh ABG Bunuh Bocah 5 Tahun, Kenali 4 Ciri Psikopat pada Anak

 Seorang ABG perempuan berusia 15 tahun mendatangi Polsek Tamansari, Jakarta Barat baru-baru ini. Dia membuat kaget polisi karena mengaku telah melakukan pembunuhan terhadap seorang bocah berusia 5 tahun.
"Iya memang betul tadi pagi telah datang seorang anak ke Polsek Tamansari, dia meyerahkan diri," kata Kapolsek Tamansari Kompol Abdul Ghafur saat dihubungi detikcom, Jumat (6/3/2020).

Menanggapi hal ini, dr Andri, SpKJ, FAPM, psikiater Klinik Psikosomatik RS OMNI Alam Sutera menjelaskan dalam akun YouTube-nya Andri Psikosomatik, terkait beberapa hal yang menjadi tanda atau ciri-ciri anak yang memiliki 'bakat' untuk menjadi psikopat atau sosiopat. Meski begitu, hal ini tidak bisa sepenuhnya berlaku secara umum. Hal ini ia jelaskan agar orangtua nantinya bisa mencegah hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Berikut ciri-ciri yang dimaksud:

1. Perilaku kasar
Perilaku kasar pada anak perlu diwaspadai sebagai ciri-ciri psikopat. Normalnya, anak-anak berada pada fase yang lebih banyak bermain dan bergembira.

"Pada anak usia 2 tahun sebenarnya mereka sedang dalam masa-masanya bermain, jadi jarang sekali anak-anak di usia 2 tahun itu memperlakukan orang lain secara kejam apalagi dengan teman-teman yang berada di dalam lingkungan bermainnya. Mereka juga seringkali sangat fun di dalam kehidupan mereka," jelasnya, dikutip dari akun YouTube-nya Andri Psikosomatik, Minggu (8/3/2020).

2. Menyakiti binatang
Tak hanya berlaku kejam pada teman di sekitarnya, namun perilaku kejam pada hewan juga bisa menjadi indikasi seorang anak memiliki gangguan kejiwaan.

"Ketika seorang anak itu kejam paada binatang maka kita harus hati-hati karena kalau kejam sama binatang, di mana sebenarnya kondisi anak-anak tuh sangat suka dengan binatang makanya tidak heran di tokoh-tokoh kartun itu yang menarik malah binatang kaya mickey mouse," kata dr Andri.
https://nonton08.com/cast/niniek-l-karim/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar