Dansa bukan hanya soal joget-joget, apalagi untuk jenis-jenis dansa yang dikategorikan dance sport. Butuh komitmen tinggi bagi yang ingin menekuninya agar memberikan manfaat sehat bagi tubuh.
Titanno Bayuseto Dahono, seorang atlet dansa yang tergabung dalam Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI), membagikan tips untuk kamu yang ingin serius menekuni dance sport atau olahraga dansa. Ada beberapa faktor yang menjadi pendukung, salah satunya dedikasi.
"Tipsnya buat yang pengen serius jadi atlet itu adalah pertama dedikasi itu pasti banget, karena kita harus latihan itu minimal sehari sekali wajib. Yang kedua karena ini jatuhnya adalah pertandingan, kita butuh yang namanya sehat secara fisik sehat jasmani maupun rohani," jelasnya saat ditemui detikcom di Jalan Gedung Hijau Raya, Sabtu (7/3/2020).
Tak perlu khawatir jika ingin benar-benar menekuni olahraga dansa, semua hal bisa dipelajari. Menurut pria yang pernah memperkuat Timnas Dancesport Indonesia di Sea Games 2019 ini, sabar juga jadi kunci kalau ingin berhasil di bidang ini.
Mengingat olahraga dansa adalah perpaduan seni dan olahraga, tentu seseorang yang sudah memiliki bakat dan berlatih sejak kecil bisa berkembang lebih cepat. Ditambah lagi, sangat mungkin untuk bisa mewakili Indonesia dalam ajang-ajang pertandingan internasional cabang olahraga dansa.
"Itu pun bisa dilatih sebenarnya jadi nggak usah takut, terus kita harus belajar yang namanya sabar karena buat dansa ini kita adalah bidang seni, jadi nggak cepet, kecuali kalau memang yang sudah punya talent dari kecil kita latih sampai dewasa mereka harus berdansa terus ditingkatkan skillnya dan bisa buat diprospek untuk dijadikan atlet-atlet muda," ungkapnya.
Dikait-kaitkan dengan ABG Bunuh Bocah, Apa Bedanya Psikopat dan Sosiopat?
Seorang ABG (Anak Baru Gede) perempuan berusia 15 tahun membunuh bocah berusia 5 tahun. Kepada polisi, ABG berisinial N mengungkap hobinya menonton film horor, salah satunya film 'Chucky'. "Hobinya dia nonton film 'Chucky'," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, di Polres Jakpus, Jl Garuda, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (6/3/2020).
Apakah perilaku tersebut bisa dikategorikan psikopat atau sosiopat?
Belum diketahui pasti apakah dia benar-benar memiliki gangguan di antara keduanya. Butuh pemeriksaan klinis untuk memastikan hal tersebut.
Namun baik psikopat maupun sosiopat tidak memiliki perbedaan klinis. Istilah ini biasa digunakan untuk orang yang memiliki gangguan kepribadian antisosial (ASPD). Supaya tahu, berikut perbedaannya seperti dikutip dari WebMd.
1. Hati nurani
Seorang psikolog di Pusat Perawatan Kesehatan Mental Sacramento, dr L Michael Tompkins, EdD mengatakan hati nurani merupakan suara yang ada di dalam diri, untuk membuat kita sadar apa yang dilakukan itu benar atau salah. Orang sosiopat ataupun psikopat sama-sama kurang empati pada orang lain.
Orang sosiopat biasanya memiliki hati nurani, namun lemah. Dia mungkin tahu saat melakukan suatu tindakan kalau itu salah dan merasa menyesal. Tapi, perasaan itu tidak menghentikan perilakunya.
Sementara, orang psikopat tidak punya hati nurani. Orang itu akan melakukan tindakan yang salah, menutupinya dengan kebohongan, dan mungkin pura-pura tidak tahu. Dia hanya memikirkan keuntungan dan kesenangannya sendiri, serta senang melihat orang lain susah karenanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar