Sabtu, 13 Juni 2020

Ini Sebabnya Angka Kematian akibat Virus Corona Berbeda di Tiap Negara

Secara global, angka kematian akibat virus corona COVID-19 ada di sekitar angka 3,4 persen. Namun bila dilihat di tiap negara, terdapat variasi yang sangat beragam.
Kenapa mortalitas atau tingkat kematian akibat virus corona bisa berbeda-beda?

"Itu kan sebenarnya dikaitkan dengan banyaknya jumlah kasus (COVID-19) yang ditemukan," kata Ketua Pokja Penyakit Infeksi New Emerging dan Reemerging RSPI Sulianti Saroso dan dokter yang merawat pasien, dr. Pompini Agustina, SpP, di RSPI Sulianti Saroso pada detikcom, Senin (9/3/2020).

"Selain itu, tergantung pada beratnya kasus yang ditemukan. Dan itu (penyebab) yang sampai saat ini diketahui ya," imbuhnya.

Pada kesempatan yang berbeda, Ahli Penyakit Tropik dan Infeksi dari RS Ciptomangunkusumo (RSCM), dr Erni Juwita Nelwan, SpPD, mengatakan sampai saat ini mortalitas atau kematian akibat virus corona masih terbilang rendah. Dari sekian ratus pasien yang menjalani perawatan, persentase kematian masih rendah dan banyak pasien sudah dipulangkan atau rawat jalan.

"Untuk nCoV itu kalau kita lihat nggak sampai 5 persen kematiannya dan itupun kematiannya tidak dapat dikaitkan langsung dengan virus ini karena diduga meninggalnya justru karena komorbid atau penyakit penyerta yang sudah ada di pasien," kata dr Erlina Burhan, SpP, spesialis paru dari RS Pusat Persahabatan beberapa waktu lalu.

Meski angka kematiannya cukup rendah, penularannya tetap harus diwaspadai saat ini. Hal ini mengingat kegiatan manusia yang cepat dan beragam, bisa membuat kasus infeksi ini meningkat.

Ada 13 Kasus Baru, Pasien Positif Corona di Indonesia Naik Jadi 19 Orang

Pemerintah pada hari Senin (9/2/2020) mengumumkan lonjakan 13 kasus baru virus corona COVID-19. Ini artinya hingga saat ini total ada 19 orang yang terinfeksi virus di wilayah Indonesia.
"Kasus yang terkonfirmasi positif sebanyak 19," kata Jubir Pemerintah untuk urusan virus Corona, Achmad Yurianto, kepada wartawan di Istana Kepresidenan.

Dari 19 kasus, dua pasien di antaranya adalah Warga Negara Asing (WNA). Sementara kasus penularan juga ada yang merupakan imported case, atau pasien yang masuk ke wilayah RI namun tertular virus Corona di luar negeri.

Berikut detail dari 13 kasus baru yang dikonfirmasi:

Kasus 07
Seorang perempuan 59 tahun. Yuri menyebut, ini adalah imported case, dengan kata lain pasien ini baru kembali dari luar negeri. Kondisinya sakit ringan cenderung sedang.

Kasus 08
Seorang pria yang merupakan suami dari kasus 07. Kondisi pria tersebut sakit sedang cenderung berat. Sebelum tertular, pasien mengalami sakit diare dan memiliki riwayat diabetes.

Kasus 09
Wanita 55 tahun yang juga imported case, tak memiliki kaitan penularan dari cluster mana pun di Indonesia.

Kasus 10
Pria 29 tahun yang merupakan seorang WNA. Kasus 10 terkait dengan kasus 01. "Nampak dalam kondisi sakit ringan sedang, Ini adalah bagian dari tracing kita atas kasus 01," ujar Yuri.

Kasus 11
Seorang WNA perempuan usia 54 tahun. Kasus ini juga merupakan tracing kontak dari kasus 01.

Kasus 12
Pria berumur 31 tahun. Kasus ini juga merupakan tracing kontak dari kasus 01.

Kasus 13
Wanita berumur 16 tahun yang merupakan tracing kontak dari cluster kasus 03.

Kasus 14
Laki-laki 50 tahun Yuri menyebut ini adalah imported case.

Kasus 15
Perempuan umur 43 tahun. "Ini juga imported case," ujar Yuri.

Kasus 16
Wanita berumur 17 tahun. Kasus ini terkait dengan kasus nomor 15.

Kasus 17
Pria 56 tahun. Kasus ini tak terkait dengan cluster mana pun di Indonesia. Yuri menyebut kasus ini masuk imported case.

Kasus 18
Pria berumur 55 tahun imported case.

Kasus 19
Pria berumur 40 tahun yang juga imported case.

Pria yang akrab disapa Yuri ini tidak lagi menyebut di rumah sakit (RS) mana mereka diisolasi. Dari 6 kasus sebelumnya, Yuri menyebut RS Sulianti Saroso dan RS Persahabatan yang dijadikan lokasi isolasi pasien kasus 1 hingga kasus 6.

Untuk 13 kasus baru, Yuri hanya menyebut mereka diisolasi di Jakarta dan luar Jakarta.

"Ada di Jakarta dan luar Jakarta," kata Yuri.

Sebelum merahasiakan RS tempat 13 pasien diisolasi, Yuri mengatakan pasien kasus 1 dan kasus 2 virus Corona mengalami masalah psikologis karena identitas mereka yang diketahui.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar