Memasuki pekan kedua masa transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta, sejumlah area perkantoran mulai kembali dibuka. Namun, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membatasi tiap kantor hanya boleh memenuhi sekitar 50 persen kapasitas karyawannya.
"Untuk perkantoran proporsi karyawan yang bekerja di kantor adalah separuh dari seluruh karyawan, 50 persen lainnya bekerja di rumah. Pengaturannya diatur oleh masing-masing kantor dan dari 50 persen yang bekerja kita mengharuskan dibagi sekurang-kurangnya dua shift. Jadi 50 persen bekerja di kantor dan 50 persen di rumah," kata Anies beberapa waktu lalu.
Dengan kembalinya sebagian karyawan di kantor, terjadi peningkatan lalu lintas dan kebutuhan transportasi umum.
Bagaimana supaya aman dari virus Corona COVID-19 saat harus berangkat-pulang? Berikut panduan new normal atau kenormalan baru dari Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto:
1. Berangkat hanya bila dalam kondisi sehat dan selalu pakai masker
2. Jaga jarak dengan penumpang lain minimal satu meter.
3. Gunakan helm sendiri bila naik ojek.
4. Upayakan bayar secara non tunai. Bila pakai uang, cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer sesudahnya.
5. Tidak sering-sering menyentuh fasilitas umum.
6. Jangan menyentuh wajah atau mengucek mata dengan tangan.
7. Gunakan tisu bersih bila terpaksa.
Ojol Mulai Beroperasi, Sudahkah Semua Pakai Protokol Kesehatan?
Setelah menghilang beberapa bulan, akhirnya ojek online (ojol) kembali beroperasi. Mereka mulai beroperasi hari ini, Senin (8/6/2020), sesuai ketetapan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.
"Ojek sudah bisa angkut penumpang mulai Senin (8/6). Protokolnya itu sudah ada SK Kadishub ya. Jadi ojol itu wajib menerapkan protokol kesehatan," kata Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo saat dihubungi detikcom.
Adapun protokol kesehatan yang harus diterapkan, antara lain pengemudi dan penumpang wajib menggunakan masker serta membawa hand sanitizer. Pengemudi juga diwajibkan melakukan disinfeksi pada kendaraannya, setiap akan mengangkut penumpang.
Namun, berdasarkan pantauan tim detikcom,ojol yang beroperasi hari ini belum menerapkan hal itu. Salah satunya pengendaraojol,Ade.
Ia mengaku belum menyiapkan perlengkapan sesuai protokol karena belum memiliki modal awal untuk membeli hand sanitizer atau menyediakan disinfektan. Tapi, ia tetap menggunakan masker.
"Belum ada persiapan apa-apa. Cuma kita mulai dari nggak ada kontak sentuh sama penumpang, tetap pakai masker, abis baru narik belum ada modal," katanya pada detikcom, Senin (8/6/2020).
Sebagai persiapan awal, Ade mengaku sudah membersihkan atribut yang ia gunakan setiap kali mengangkut penumpang. Mulai dari mencuci helm, jaket, sampai sepeda motornya.
"Paling helm sih abis dicuci, ya abis nganggur dua bulan nggak dipakai juga kan. Sama motor dari semalam juga sudah dicuci bersih," ujarnya sambil tertawa.
5 Kebiasaan Buruk yang Bikin Jumlah Sperma Menyusut, Apa Saja?
Ada banyak kemungkinan yang bisa membuat jumlah sperma sedikit. Secara tidak sadar, aktivitas atau kebiasaan sehari-hari yang kamu lalui bisa menjadi penyebabnya.
Misalnya gaya hidup buruk seperti merokok hingga timbul rasa stres terus menerus. Agar tak berlarut-larut, catat lima kebiasaan yang mungkin menjadi faktor jumlah sperma sedikit, dikutip dari Boldsky.
1. Radiasi handphone
Terlalu lama main handphone ternyata bisa menjadi penyebab jumlah sperma sedikit, lho. Sebuah studi menemukan pria yang memainkan handphone lebih dari empat jam sehari memiliki jumlah sperma yang lebih sedikit.
Penyebabnya karena handphone biasanya ditaruh di dalam saku celana sehingga testis akan terpapar radiasi ponsel dan menimbulkan efek negatif pada jumlah sperma.
2. Celana terlalu ketat
Mengenakan celana yang terlalu ketat dapat meningkatkan suhu di sekitar testis. Terlebih bila dikenakan dalam waktu yang cukup lama, suhu testis akan terus meningkat dan mengakibatkan jumlah sperma menurun.
3. Stres
Stres juga jadi salah satu penyebab dari timbulnya masalah kesehatan. Tak hanya berakibat pada kesehatan emosional, stres juga memicu masalah pada infertilitas pria.
4. Merokok
Merokok disebut dapat sebabkan impotensi atau disfungsi ereksi. Selain dapat menurunkan jumlah sperma, kebiasaan merokok ini jika tidak dihentikan bisa menyebabkan masalah kesuburan.
5. Meminum alkohol
Sebuah studi mengatakan bahwa kandungan dalam alkohol dapat mencegah tubuh untuk menyerap seng, yang merupakan salah satu mineral terpenting dalam pembentukan sel sperma.
https://indomovie28.net/captain-tsubasa-2018-episode-2-subtitle-indonesia/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar