Sabtu, 06 Juni 2020

Larangan Merokok untuk 2 Pasien yang Sembuh dari Corona

Sudah ada dua pasien dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan yang sembuh dari virus Corona, yakni pasien nomor 6 dan 14. Mereka boleh pulang tapi dilarang merokok.
"Jangan merokok. Ini laki-laki dua-duanya. Saya tidak tahu apakah mereka merokok atau tidak, tapi kita akan mengatakan jangan merokok," kata Satgas Kewaspadaan dan Kesiagaan COVID-19 IDI, Erlina Burhan, di RS Persahabatan, Jalan Persahabatan Raya, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Kamis (12/3/2020).

Pemerintah menasihati pasien nomor 6 dan 14 supaya terus menjaga kesehatannya. Sebagaimana orang pada umumnya, mereka perlu tetap sehat supaya tidak kembali tertular COVID-19. Mereka perlu makan-makanan bergizi dan istirahat yang cukup.

"Kami akan berikan semacam edukasi, harus tetap pertahankan stamina dan kondisi tubuhnya," kata Erlina.

Selain itu, mereka juga tidak diperbolehkan bepergian ke luar rumah untuk sementara waktu. Meski begitu, mereka adalah orang-orang yang sudah sembuh dan bebas virus Corona.

"Bepergian dilarang dulu. Istirahat dulu di rumah. Paling aman 14 hari, walaupun sudah sembuh. Istirahat di rumah, jaga kesehatan," tutur Erlina.

WHO Tetapkan Pandemi Virus Corona, Apa Beda Endemi, Epidemi, dan Pandemi?

 Setelah dua pekan terakhir terjadi peningkatan jumlah kasus di luar China hingga 13 kali lipat dengan jumlah negara terdampak yang meningkat drastis, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi menetapkan COVID-19 sebagai pandemi. Walaupun WHO menekankan bahwa penggunaan istilah pandemi tidak berarti ada anjuran yang berubah dan negara tetap didorong untuk mendeteksi, mengetes, merawat, mengisolasi, melacak, dan menggerakkan masyarakatnya untuk mencegah virus corona.
"Ini bukan hanya krisis kesehatan masyarakat, ini adalah krisis yang akan menyentuh setiap sektor," kata Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO, dalam konferensi pers.

Perlu diketahui bahwa ada beberapa klasifikasi tingkat penyakit yang bergantung dari seberapa luas penyakit tersebut dan seberapa sering terjadi di dalam komunitas. Mulai dari endemi hingga pandemi, berikut penjelasannya dikutip dari CDC.

1. Endemi
Tingkat pertama keparahan penyakit disebut endemi. Endemi dikaitkan dengan jumlah penyakit yang ada di dalam suatu komunitas atau kehadiran konstan atau kejadian biasa pada penyakit tertentu di suatu wilayah.

2. Epidemi
Epidemi adalah peningkatkan mendadak dari jumlah kasus penyakit dari batas endemi di daerah tersebut. Epidemi juga terkait dengan penularan viru yang terbatas di satu lingkungan atau negara meski kadang penyakit menularnya menyebar dengan cepat ke banyak orang. Sebagai contoh, pada tahun 2003, epidemi sindrom pernapasan akut atau SARS yang parah merenggut nyawa hampir 800 orang di seluruh dunia.

3. Outbreak/wabah
Wabah dikategorikan saat penyakit sudah menularkan banyak orang dan kadang diartikan sebaai penyakit yang sudah lama tidak menjamgkiti masyarakat. Wabah bisa juga diartikan kasus penyakit yang terjadi dalam jumlah yang lebih besar dari yang diperkirakan di komunitas atau wilayah atau selama musim tertentu. Wabah dapat terjadi di satu komunitas atau bahkan meluas ke beberapa negara yang bertahan dari hari ke tahun.

4. Pandemi
Pandemi adalah epidemi atau penyakit yang menyebar ke beberapa negara lain dan mempengaruhi sejumlah besar orang di seluruh dunia. Pandemi biasanya juga disebut wabah penyakit global. HIV / AIDS adalah contoh dari salah satu pandemi global paling merusak dalam sejarah.

"Pandemi adalah penyebaran penyakit dari orang ke orang yang menyebabkan penyakit dan kematian yang signifikan pada skala dunia yang sangat luas," kata dr Charles Bailey, direktur medis pencegahan infeksi di Rumah Sakit St. Joseph di Orange County, California, kepada Healthline.
https://nonton08.com/black-clover-episode-12-subtitle-indonesia/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar