Baru-baru ini kematian George Floyd ramai diperbincangkan. Kematian George Floyd dinilai sebagai bentuk rasis yang dilakukan oleh polisi Minneapolis yang memicu amarah seluruh warga di dunia.
Tepatnya kemarin, Rabu (3/6/2020), hasil autopsi George Floyd dirilis oleh para petugas medis Kota Hannepin. George Floyd dinyatakan positif virus Corona COVID-19 tanpa gejala sejak April.
Dikutip dari NBC News, Andrew M Baker kepala pemeriksa medis Hannepin mengatakan kalau Departemen Kesehatan Minnesota mengatakan kemungkinan besar itu adalah hasil positif yang bertahan lama dari infeksi sebelumnya. Tidak ada bukti bahwa virus Corona berperan besar atas meninggalnya George Floyd.
Pemeriksa medis juga mengatakan ada kondisi 'signifikan' lain yang mendasari kematiannya. Termasuk penyakit jantung hipertensi, keracunan fentanyl, dan penggunaan metamfetamin baru-baru ini.
Kesimpulan-kesimpulan itu berbeda dengan otopsi independen yang dilakukan oleh patolog untuk keluarga Floyd. Autopsi itu menyimpulkan bahwa ia tidak memiliki masalah medis mendasar yang berkontribusi pada kematiannya. Ahli patologi juga mengatakan dia meninggal setelah aliran darah dan udara terputus ke otaknya, menyebabkan dia mati karena asfiksia mekanik.
Michael Baden, mantan pemeriksa medis Kota New York yang berada di antara dua dokter yang melakukan autopsi pribadi untuk keluarga Floyd minggu lalu, mengatakan para pejabat daerah tidak memberitahunya kalau Floyd telah dinyatakan positif terjangkit COVID-19.
"Direktur pemakaman tidak diberitahu, dan kami tidak diberitahu, dan sekarang banyak orang bergegas mencoba untuk ikut tes Corona," kata Baden.
3 Negara Sudah Mulai Buka Sekolah, Bagaimana New Normal Diterapkan?
Beberapa negara kembali membuka aktivitas sekolah dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini untuk menghindari penyebaran virus Corona COVID-19.
Jerman, Vietnam, bahkan Inggris kembali membuka sekolah di tengah pandemi Corona. Apa saja yang berubah di sekolah dan bagaimana mereka memastikan anak-anak aman saat melakukan aktivitasnya di sekolah?
1. Jerman
Salah satu sekolah di Jerman menerapkan swab test kepada siswa siswinya. Hasil tes Corona nantinya dikirim lewat email. Protokol kesehatan yang umumnya dilakukan di Jerman sebagai berikut.
- Melakukan swab test
- Lorong sekolah hanya dipakai satu arah saja
- Wajib pakai masker
- Siswa di ruangan kelas dibatasi
- Waktu mengajar dibagi dua gelombang
- Jarak kursi antara siswi satu dengan lainnya berjauhan sejauh 1,5 sampai 2 meter
- Jendela tetap dibuka untuk sirkulasi udara
"Kami menghargai program ini, karena membantu siswa merasa aman di kelas dan memungkinkan orang tua dan pengasuh lainnya untuk bekerja tanpa harus juga merawat anak-anak mereka selama hari kerja," jelas Hammermeister, siswa 17 tahun di Neustrelitz, kota kecil di Jerman, kepada New York Times.
2. Inggris
Mengutip BBC, beberapa sekolah dasar di Inggris telah dibuka kembali dan pembukaan sekolah bagi semua usia murid rencananya akan dibuka pada akhir Juni. Apa saja new normal yang diterapkan di sana?
- Satu ruangan tidak boleh lebih dari 15 siswa
- Murid terpisah sejauh 2 meter
- Cuci tangan teratur selama 20 detik
- Dilarang berbagi peralatan buku atau mainan
- Orang tua tidak boleh berkumpul di gerbang
- Menerapkan sistem satu arah di sekitar gedung sekolah sehingga meminimalisir seringnya terjadi kontak
- Jendela dipastikan selalu terbuka untuk mendorong aliran udara
3. Vietnam
Mengutip Vox News, Vietnam, negara yang melakukan tes massal dan pelacakan kontak yang agresif untuk tangani wabah Corona menggunakan metode serupa untuk membuka kembali sekolah. Setelah terjeda tiga bulan, 22 juta siswa di Vietnam diperbolehkan kembali sekolah dengan beberapa syarat seperti berikut.
- Melewati pemeriksaan suhu
- Memakai masker sepanjang hari saat berada di sekolah
- Tidak diizinkan mengikuti kegiatan sekolah jika demam
- Difasilitasi masker
- Melakukan sanitasi (cuci tangan)
- Jaga jarak
Beberapa orang mungkin merasa mengenakan masker selama berjam-jam tidak praktis, tetapi Pham Anh Kiet yang berusia 11 tahun bersekolah di Hanoi, tidak merasa keberatan. "Saya merasa aman ketika saya mengenakan masker dan memeriksa suhu tubuh saya, saya tidak takut terinfeksi virus Corona," kata Anh Kiet kepada Agence France-Presse (AFP) beberapa waktu lalu.
http://cinemamovie28.com/uq-holder-episode-2/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar