Kamis, 11 Juni 2020

Pria Inggris Jadi Manusia Kedua di Dunia yang Sembuh dari HIV

Seorang pria di London diyakini menjadi manusia kedua di dunia yang dinyatakan 'sembuh' dari infeksi HIV (Human Imunodeficiency Virus). Hasil tes 30 bulan terakhir tidak lagi menunjukkan adanya virus di tubuh pria tersebut.
Semula hanya disebut 'Pasien London', pria 40 tahun tersebut belakangan mengungkap identitasnya sebagai Adam Castillejo. Ia pertama kali didiagnosis mengidap HIV pada 2003.

Tahun lalu, ilmuwan melaporkan bahwa Castillejo mengalami 'remisi jangka panjang' setelah menjalani transplantasi sumsum tulang khusus. Saat itu, Castillejo telah dinyatakan bebas dari virus selama 18 bulan.

Kini, 12 bulan kemudian, dokter yang menanganinya makin yakin bahwa kasus ini menunjukkan 'kesembuhan'.

"Kami mengusulkan bahwa hasil ini menunjukkan kasus kedua pasien sembuh dari HIV," kata Ravindra Kumar Gupta, profesor mikrobiologi klinis dari University of Cambride.

Manusia pertama yang diyakini sembuh dari HIV adalah Timothy Brown, atau dikenal sebagai 'Pasien Berlin'. Sama seperti Castillejo, Brown juga menjalani transplantasi sumsum tulang pada 2007 dan kini telah bebas HIV selama lebih dari 10 tahun.

Meski demikian, para ilmuwan menekankan bahwa transplantasi semacam itu tidak akan menjadi terapi standar bagi seluruh pasien HIV. Selain karena berisiko, baik Castillejo maupun Brown menjalaninya lebih untuk mengatasi kanker dibanding HIV.

Membandingkan Cara Penanganan 4 Negara Paling Terdampak Virus Corona

 Sudah hampir tiga bulan lamanya virus corona COVID-19 menghantui masyarakat dunia. Jumlah yang terinfeksi pun sudah mencapai lebih dari 100.000 orang.
Hingga kini China, Italia, Iran dan Korea Selatan merupakan negara-negara yang memiliki kasus infeksi virus corona terbanyak di dunia. Meski begitu keempat negara ini memiliki cara penanganan yang berbeda-beda dalam melawan COVID-19.

Berikut penanganan yang dilakukan dari keempat negara ini untuk menghentikan penyebaran virus corona, seperti dikutip dari NPR.

1. China
Sebanyak 80.756 kasus infeksi virus corona terjadi di China dan 3.136 di antaranya meninggal dunia. Berbagai macam kebijakan telah dilakukan oleh pemerintah di China, mulai dari penutupan Wuhan pada 23 Januari, membangun rumah sakit dalam sepuluh hari untuk pasien COVID-19 hingga melarang warganya untuk beraktivitas di luar rumah.

Tak hanya itu, pemerintah setempat juga menyediakan segala kebutuhan warganya seperti bahan makanan dan obat-obatan sehingga mereka tak perlu lagi keluar rumah. Bahkan pemerintah akan memberikan imbalan kepada mereka yang melapor jika ada warga yang tak patuh untuk mengkarantina dirinya sendiri.

2. Italia
Hingga kini, pada Rabu (11/3/2020), sebanyak 10.149 kasus infeksi virus corona terjadi di Italia dan 631 di antaranya meninggal dunia. Jumlah ini telah meningkat pesat hanya dalam beberapa hari terakhir.

Pada hari Senin (9/3), Perdana Menteri Giuseppe Conte menyatakan semua Italia kini menjadi 'zona merah'. Artinya semua orang harus tinggal di rumah dan hanya boleh keluar jika ada keadaan darurat dan itu pun harus izin terlebih dahulu.

Segala bentuk pertemuan di area publik telah dilarang, sekolah dan Universitas diliburkan hingga semua acara olahraga domestik di negara ini pun ditangguhkan sementara.

3. Iran
Sebanyak 8.042 kasus infeksi virus corona terjadi di Iran dan 291 di antaranya meninggal dunia.

Berbagai macam penanganan telah dilakukan oleh pemerintah setempat untuk menekan penyebaran virus ini di Iran. Misalnya pertemuan di area publik sudah tidak diperbolehkan, bahkan termasuk shalat Jumat pun dilakukan secara tertutup.

Tak hanya itu, semua sekolah pun diliburkan dan para petugas kebersihan dikirim untuk mensterilkan kereta, bus dan berbagai macam area publik.

"Tindakan pencegahan yang ketat telah dilakukan, termasuk menyaring penumpang pesawat di gerbang keberangkatan bandara," ucap Menteri Luar Negeri Iran, Zavad Jarif.
https://indomovie28.net/star/svenja-jung/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar