Banyak rumor mengatakan bahwa semakin sering wanita melakukan hubungan seks, itu akan membuat lubang vaginanya semakin longgar. Benarkah?
Menurut ahli obstetri dan ginekologi di Westchester, New York, Alyssa Dweck, MD, vagina tidak mungkin menjadi longgar karena berhubungan seks, kecuali orang itu melakukan seks dengan cara yang tidak biasa.
"Vagina adalah area yang kaya akan saraf dan suplai darah, sehingga dengan berhubungan seks saja tidak akan menyebabkan peregangan yang permanen. Meskipun vagina memang nantinya akan meregang pada waktu tertentu," jelasnya yang dikutip dari Health, Rabu (17/6/2020).
Meregangnya vagina bisa terjadi pada waktu tertentu, misalnya saat si wanita sedang terangsang secara seksual. Secara alami, vagina akan terlubrikasi dan melebar agar penis bisa masuk untuk penetrasi. Jika masa tersebut selesai, vagina akan kembali ke bentuk semula.
Dr Dweck mengatakan, alasan lain yang bisa menyebabkan vagina menjadi longgar adalah dengan melahirkan secara normal melalui liang vagina. Kondisi ini membuat lubang serta liang vagina melebar, terlebih jika alat lain seperti gunting atau alat vakum digunakan.
"Bayi yang beratnya 4,5 kilogram bisa melewati vagina. Walaupun tidak bisa kembali 100 persen sama setelahnya, setidaknya itu (vagina) bisa kembali hampir ke bentuk normal," katanya.
Selain itu, jika tidak si wanita tidak melakukan seks dalam waktu lama pasca melahirkan, liang vagina bisa menyusut dan kembali kencang. Pada wanita yang menopause yang disebabkan karena turunnya produksi estrogen juga mengalami hal itu. Dari penjelasan tersebut, bisa disimpulkan bahwa hal ini adalah tidak benar
4 Olahraga Malam yang Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak
Olahraga yang tepat bisa meningkatkan kualitas tidur pada malam hari. Kualitas tidur yang baik merupakan salah satu faktor yang menjadikan daya tahan tubuh terjaga, apalagi di tengah wabah virus Corona.
Olahraga yang Anda pilih pun penting untuk ditentukan sejak awal. Terdapat beberapa jenis olahraga yang membuat tidur lebih nyenyak. Selain jenis olahraga, waktu pelaksanaan olahraga juga mempengaruhi kualitas tidur. Studi menunjukkan, jenis olahraga kardiovaskular, latihan kekuatan, dan yoga efektif meningkatkan kualitas tidur. Olahraga-olahraga menstimulasi adenosin yang dapat membuat tidur lebih nyenyak.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut empat olahraga yang membuat tidur lebih nyenyak.
1. Jogging
Berjalan santai atau jogging serta berlari dapat membuat tidur lebih nyenyak. Olahraga yang mudah dan murah ini mengaktifkan bagian-bagian tubuh.
Berjalan hingga berlari juga menurunkan tingkat stres sehingga membuat tidur lebih nyenyak.
2. Bersepeda
Sleep Foundation merekomendasikan olahraga aerobik atau kardio berupa bersepeda untuk meningkatkan kualitas tidur. Bersepeda dapat membantu melawan gejala insomnia.
3. Latihan kekuatan
Latihan kekuatan adalah latihan yang membuat otot bekerja lebih keras dari biasanya. Beberapa contoh latihan kekuatan adalah pushup, situp, squat, dan plank.
Otot-otot yang bekerja lebih keras akan berelaksasi di malam hari dan membuat tidur lebih nyenyak.
4. Yoga
Yoga adalah olahraga yang mengutamakan gerakan yang meregangkan dan merilekskan tubuh. Yoga membuat tubuh lebih tenang dan bernafas lebih baik. Kondisi ini akan membuat Anda tidur lebih cepat dan lebih nyenyak.
Selain jenis olahraga, waktu melaksanakan olahraga juga penting untuk membuat tidur lebih nyenyak. Dikutip dari situs kesehatan Health Line, untuk mendapatkan tidur yang nyenyak sebaiknya melakukan olahraga 3-6 jam sebelum tidur. Pastikan pula 45 menit sebelum tidur tubuh sudah rileks.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar