Kamis, 18 Juni 2020

Sering Gowes Bikin Pria Impoten? Cek Faktanya di Sini

Selama era new normal, kini banyak yang lebih memilih sepeda daripada angkutan umum sebagai moda transportasi. Bersepeda memang sejak dulu jadi aktivitas populer karena memiliki banyak manfaat khususnya bagi kesehatan.
Tetapi keseringan gowes dikaitkan dengan risiko disfungsi ereksi atau impoten pada pria. Bagaimana faktanya?

Pria yang sering bersepeda disebut bisa mengalami masalah ereksi karena terlalu banyak menghabiskan waktu duduk di kursi sepeda. Menurut laporan dari Harvard Special Health Report, Erectile Dysfunction, dalam keadaan tertentu mengendarai sepeda dapat merusak saraf karena menekan arteri di penis yang menyebabkan masalah ereksi. Risikonya bahkan disebut lebih tinggi pada pria yang bersepeda 3 jam seminggu.

Alasan bersepeda bisa menyebabkan disfungsi ereksi adalah karena kursi sepeda memberikan tekanan konstan pada perineum, area antara kelamin dan anus. Tekanan ini dapat membahayakan saraf dan memperlambat aliran darah sehingga menyebabkan kesemutan atau mati rasa pada penis dan akhirnya, impoten.

Namun tidak perlu terlalu khawatir. Sebuah studi observational tahun 2014 yang diterbitkan dalam Journal of Men's Health menemukan bahwa bersepeda tidak menimbulkan ancaman impoten yang serius atau infertilitas.

Peneliti mengamati sekitar 5.300 pesepeda pria yang mengisi kuisioner dan menanyakan berapa lama mereka bersepeda atau berkuda dalam lima tahun terakhir, apakah mereka mengalami gejala impoten atau telah didiagnosis mandul.

Hasilnya peneliti tidak menemukan hubungan antara waktu bersepeda dengan risiko impoten. Hal tersebut menjadi bukti bahwa bersepeda tidak secara langsung menyebabkan infertilitas atau disfungsi ereksi pada pria.

Namun jika merasa kesemutan atau mati rasa di penis, disarankan berhenti gowes dulu selama satu atau dua minggu. Sebab kondisi tersebut telah menandakan bahwa sepeda bisa saja menyebabkan masalah ereksi.

Selain itu, selalu beristirahat secara teratur selama perjalanan panjang dan mengenakan celana pendek serta bantalan sepeda empuk untuk perlindungan ekstra.

Telapak Kaki Sakit? Ini 10 Penyebabnya yang Harus Diketahui

 Telapak kaki sakit bisa bikin kita menjadi menderita. Kaki membawa kamu dari sana ke sini setiap hari. Namun kamu tidak terlalu memikirkan sampai kakimu sakit.
Untuk mendapatkan perawatan yang tepat, kamu perlu tahu masalahnya. Berikut penyebab telapak kaki sakit dikutip dari Webmd:

1. Sepatu
Sepatu hak tinggi, misalnya, memberi tekanan lebih pada bola kaki. Hindari sepatu hak yang lebih tinggi dari 2 1/4 inci saat kamu akan melakukan banyak jalan kaki. Sandal jepit dan sepatu yang terlalu lancip atau lentur juga bisa menyebabkan sakit kaki. Kamu dapat menghindari ini jika kamu mencocokkan sepatu dengan aktivitas.


2. Terkilir
Terkilir dapat memutar atau merobek ligamen yang menghubungkan tulang kamu satu sama lain, ketika kamu jatuh atau tertabrak. Terkilir bisa terjadi di tengah kaki atau di pangkal ibu jari kaki kamu.

Kaki pun menjadi bengkak dan memar, dan mungkin akan sulit untuk berjalan. Istirahatlah, kompres selama 2 hari pertama. Temui dokter Anda jika masih sakit setelah 2 minggu.

3. Radang Sendi
Banyak jenis radang sendi memengaruhi kaki Anda. Osteoartritis, yang paling umum, terjadi ketika tulang rawan rusak dan memungkinkan tulang bergesekan dengan tulang. Pada rheumatoid arthritis, lupus, dan gangguan autoimun lainnya, sistem kekebalan tubuh kamu menyerang sendi di kaki dan pergelangan kaki sehingga menyebabkan peradangan.

4. Patah Tulang
Kaki kamu terdiri dari banyak tulang kecil. Sangat mudah untuk patah salah satu dari mereka ketika kamu jatuh, kecelakaan, atau saat kamu sedang berolahraga. Kaki kamu kemungkinan akan terasa sakit dan bengkak serta memar.

5. Bunion
Penyebab telapak kaki sakit berikutnya yakni bunion. Bunion adalah benjolan pada ibu jari kaki yang dapat menjadi radang. Penyebab benjolan pemakaian sepatu sempit. Es, alas khusus, dan alas kaki yang lapang semuanya bisa membantu. Dokter mungkin menyarankan operasi pada kasus-kasus serius.

6. Neuropati Perifer
Neuropati perifer merupakan hasil dari kerusakan pada saraf yang menghubungkan sumsum tulang belakang ke kaki. Awalnya dimulai dengan mati rasa, kesemutan lalu berkembang seperti ditusuk. Diabetes adalah penyebab paling umum dari neuropati perifer, tetapi ada juga penyebab lain seperti obat kanker (kemoterapi), gagal ginjal, penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, bahan kimia beracun, infeksi, dan masalah gizi.

7. Retakan Kecil di Tulang
Berlari, bermain bola basket, tenis, dan olahraga lainnya, dapat menyebabkan retakan kecil pada tulang di bawah jari kaki kamu. Rasa sakit disertai pembengkakan yang menyebabkan cidera. Beristirahatlah selama 6-8 minggu untuk kesembuhanmu. Jika tidak, akan terjadi kerusakan lebih serius yang lebih sulit untuk diobati.
https://kamumovie28.com/fucking-berlin/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar