Dansa bukan cuma untuk hiburan lho, beberapa jenis dansa bahkan termasuk olahraga yang dikompetisikan. Salah satunya adalah cha cha cha, jenis dansa dari Amerika Latin yang gerakannya sangat energetik.
Ditemui detikcom di sela-sela sesi latihan atlet olahraga dansa di kawasan Jakarta Selatan, Titanno Bayuseto Dahono, salah seorang atlet dansa yang tergabung dalam Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI), menjelaskan cha cha cha punya gerakan energetik dan cepat. Dansa cha cha cha ini juga harus dibawakan oleh dua orang sebagai pasangan.
Saat latihan dimulai, pria yang akrab disapa Titan dan pasangannya Ratu menarikan dansa cha cha cha seperti sedang bermain kejar-kejaran sambil menari dengan koreografi yang begitu sulit dan cepat. Gerakan yang sulit untuk langsung dipahami orang awam, butuh berulang kali latihan untuk bisa menghapal setiap gerakannya.
Gerakan cha cha cha yang dipertandingkan secara International ini punya gerakan khusus yang sudah ditentukan standardnya. Temponya pun lebih cepat dengan cha cha cha aslinya. Meski begitu dansa ini identik dengan gerakan pinggul ke kanan dan ke kiri.
Dansa cha cha cha bisa memakai beragam jenis lagu. Namun yang membedakan dengan dansa lainnya adalah hitungan yang dimainkan saat dansa ini tak pernah berbeda.
"Walaupun ada banyak jenis variasi lagu, namun hitungan cha-cha-cha selalu sama yaitu 'two, three, four, and one' atau two, 'three, Cha-cha-cha!'. Itu kenapa disebut cha-cha-cha," jelas Titan yang ikut memperkuat Timnas Dancesport Indonesia untuk Sea Games 2019 yang lalu.
Cha cha cha ini jadi salah satu dari 5 dansa latin yang wajib dihapal saat dipertandingkan secara International.
"Kita dituntut untuk hapal 5 dansa ini, kalau di Latin American ada Cha Cha Cha, Samba, Rumba, Paso Doble, sama Jive. Saat pertandingan kita dansa nonstop selama 1 menit 40 detik di masing-masing tarian," ungkapnya saat ditemui di Jalan Gedung Raya Hijau, Jakarta Selatan, Sabtu (7/3/2020).
Terpopuler Sepekan: Ulah Jahil Refill Hand Sanitizer di Tempat Umum
Wabah virus corona COVID-19 membuat hand sanitizer langka di pasaran. Hand sanitizer yang disediakan di tempat umum pun tak luput dari 'penjarahan' tangan-tangan jahil yang iseng refill pakai botol kosong.
Di media sosial, para netizen mengeluhkan aksi refill botol hand sanitizer di tempat-tempat umum. Menurutnya, perilaku ini meresahkan karena menyalahgunakan fasilitas umum, sehingga cepat habis.
Penelusuran detikcom di lapangan, bukan hanya refill yang meresahkan. Hilangnya botol hand sanitizer di tempat umum juga menjadi perhatian tersendiri.
"Pernah hilang, sekali," kata seorang petugas kebersihan di Stasiun Jakarta Kota, Rabu (4/3/2020).
Agar tak hilang, botol hand sanitizer di dekat loket Stasiun Jakarta Kota bahkan sampai harus diselotip. Sedangkan di gerbong-gerbong kereta, botol hand sanitizer sampai harus dilem dengan bantalan perekat.
Itupun tidak menjamin aman. Sebuah foto yang beredar di media sosial menunjukkan hanya tersisa bantalan perekat saja, botol hand sanitizer sudah raib entah ke mana.
"Di lintas Bogor, iya memang hilang diambil. Hilangnya tidak tahu kapan, tapi baru ketahuan kemarin," kata Deddy Herlambang, seorang pengguna KRL rute Bogor yang mengambil foto tersebut dan membagikannya di media sosial.
Menanggapi fenomena ini, dr Mahesa Paranadipa, MH, Ketua Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia (MHKI) menyebutnya dilematis. Untuk disebut pencurian dan dikenai sanksi pidana, menurutnya masih debatable.
"Kita ambil contoh tisu sama sabun di toilet, nggak mungkin kita bilang pencurian kalau ada yang ngambil banyak kan," ungkapnya.
https://nonton08.com/cast/blair-hickey/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar