Kamis, 13 Februari 2020

Inilah Sungai Paling Cantik di Dunia

Sungai paling cantik di dunia berada di Kolombia. Sungai berair jernih ini memiliki 5 warna cerah yang membuat siapapun terkesima.

Apa yang terbayang oleh mu jika disebutkan kata sungai? Berair coklat? Ada buaya atau sampah? Di pinggirannya sungai ada pemancing atau bangku-bangku taman? Semua itu tidak kamu temukan di sungai Kolombia ini.

Dikumpulkan detikcom, Jumat (22/3/2019) sungai ini bernama Cano Cristales. Sungai ini berada di dekat Kota La Macarena, Kolombia.

Pemandangan di sini sangatlah unik dan indah. Kamu akan melihat sungai ini memiliki lima warna cerah. Sejatinya, warna ini bukanlah dari aliran air, namun karena lumut yang tumbuh di dasar sungai.

Menurut otoriter lingkungan setempat, tanaman langka atau endemik yang menyebabkan beragam warna itu disebut 'macarenia xlavigera'. Tanaman inilah yang menghiasi dasar Sungai Cano Cristales sepanjang 100 Km.

Ada warna kuning, hitam, merah, hijau dan biru yang menghiasi aliran sungai. Karena fenomena 5 warna ini, sungai ini juga dijuluki 'Sungai Pelangi'. Selain itu, juga ada julukan Sungai yang Mengalir dari Surga', 'Sungai Lima Warna' dan 'Pelangi yang Mencair'.

Sungai paling cantik di dunia berada di Kolombia. Sungai berair jernih ini memiliki 5 warna cerah yang membuat siapapun terkesima.

Apa yang terbayang oleh mu jika disebutkan kata sungai? Berair coklat? Ada buaya atau sampah? Di pinggirannya sungai ada pemancing atau bangku-bangku taman? Semua itu tidak kamu temukan di sungai Kolombia ini.

Dikumpulkan detikcom, Jumat (22/3/2019) sungai ini bernama Cano Cristales. Sungai ini berada di dekat Kota La Macarena, Kolombia.

Pemandangan di sini sangatlah unik dan indah. Kamu akan melihat sungai ini memiliki lima warna cerah. Sejatinya, warna ini bukanlah dari aliran air, namun karena lumut yang tumbuh di dasar sungai.

Menurut otoriter lingkungan setempat, tanaman langka atau endemik yang menyebabkan beragam warna itu disebut 'macarenia xlavigera'. Tanaman inilah yang menghiasi dasar Sungai Cano Cristales sepanjang 100 Km.

Jika traveler liburan ke Kolombia dan ingin menuju sungai cantik ini, harus sedikit berjuang ya. Turis harus naik pesawat dari Kota Bogota, ibukota Kolombia menuju La Macarena yang punya bandara kecil. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan naik mobil dan trekking menelusuri hutan.

Adapun waktu terbaik untuk datang dan menikmati keindahan sungai ini yaitu Juli-Desember. Di saat musim panas inilah, alga dan lumut tumbuh semakin banyak dengan warna yang beragam.

Kisah Jembatan yang Dibangun dari Batu Bacan dan Mahal Harganya

Jembatan Batu Bacan di kampung ini sudah terkenal ke seluruh Indonesia. Kini sewindu sudah jembatan ini dilalui warga, tanpa ada satupun batu yang dicongkel!

Saat detikcom menyambangi jembatan ini, Senin (4/3/2019) pagi, batu-batu berharga itu tetap menempel di lantainya. Orang tua, muda, hingga bocah berlalu-lalang seolah tak menghiraukan betapa mahalnya benda yang mereka injak ini.

Batu-batu itu selalu diinjak kaki-kaki orang yang menyeberang dari arah Desa Amasing Kota ke Amasing Kota Utara, Labuha, Pulau Bacan, Halmahera Selatan. Penduduk melewati jembatan 38 meter ini dengan pandangan lurus ke depan. Pagi itu hanya kami saja yang berjalan di atas jembatan sambil melihat ke bawah.

Terpantau, batu-batu di sini menancap kuat dan rata di konstruksi semen. Tak ada yang terlihat pecah, goyang, atau bekas congkelan. Ada satu sebab kenapa tak ada orang yang berani mencongkel batu ini.

"Tidak ada yang iseng mencongkel, soalnya ini yang bangun masyarakat sendiri," kata warga setempat bernama Aryadi (32), biasa dipanggil Yadi.

Bila orang-orang luar daerah menyebut ini sebagai Jembatan Batu Bacan, warga setempat sudah kadung akrab menyebut jembatan ini sebagai Jembatan Kabamas. Itu adalah nama lama sebelum jembatan ini direnovasi dan ditempeli batu berharga dari Pulau Kasiruta sejak 2011. Satu tokoh masyarakat bernama Muhammad Abusama mendanai, dan pembangunan dilakukan secara gotong royong oleh warga.

Batu-batu segenggaman tangan yang menempel di lantai jembatan ini berwarna hijau, ada yang hijau muda dan ada yang hijau tua. Yadi mengatakan batu ini telah berubah warna menjadi semakin cerah dari waktu ke waktu, karena begitulah 'batu hidup' karakteristik khas Bacan yang dipahami warga, apalagi batu ini sering terpoles oleh langkah-langkah kaki penduduk. Dia menunjuk satu batu seukuran 3/4 mouse komputer yang tertanam di jembatan, warnanya hijau muda dengan sedikit gradasi gelap.

"Yang seperti ini mahal ini, Rp 15 juta bisa ini. Tapi tetap tidak ada yang mencongkel," kata Yadi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar