Kamis, 06 Februari 2020

Kota Tua di Pekanbaru, Dulu Seram Kini Berwarna-Warni (2)

Keunikan acara itu karena menyatukan banyak elemen sejarah dan modern. Sebanyak tujuh komunitas mural di Pekanbaru juga ikut berkolaborasi dengan PHW dalam rangkaian RiauFest 2019. Komunitas tersebut antara lain Doodleart Pekanbaru, Kumaga, Komik Riau, Sikari, Hikaru, Urban Sketchers Pekanbaru, dan Peviart.

Seniman mural juga mulai membuat mural sepanjang 140 meter di dermaga tua Pelindo 1 yang juga menjadi lokasi penyelenggaraan RiauFest. Selama ini kawasan dermaga itu dibiarkan begitu saja sejak kapal tak lagi bersandar di sana.

Kawasan ini sangat berdekatan dengan Pasar Bawah Pekanbaru. Kawasan Pelindo malam hari hanya ada pemandangan yang gelap. Biasanya ada beberapa nongkrong di tepi pelabuhan hanya untuk memancing yang kadang sambil pacaran.

Kini, dengan adanya komunitas tersebut, mencoba menyulap kawasan pelabuhan yang sudah lama vakum dijadikan kawasan objek wisata.

Pengunjung RiauFest bisa melakukan 'Jelajah Kampung Bandar'. Panitia akan mengajak pengunjung untuk menelusuri kembali jejak sejarah Kota Pekanbaru yang terasa kental peninggalan arsitekturnya di area sepanjang tepian Sungai Siak.

Rute Jelajah Kampung Bandar ada sejumlah pemberhentian (check point), antara lain Rumah Singgah Sultan Siak, Rumah Tinggi (Rumah Tenun), Bandar Mural, Cerita Kampung Bandar, Massive Ground Mural Painting, Pusat Kuliner (sajian kuliner dan Nuansa Nostalgia), dan Pentas Kreatif Melayu.

Area pentas kreatif Melayu untuk penampilan musik dan hiburan lainnya akan berlokasi di area pelabuhan tua Pelindo1 dengan latar belakang langsung terlihat Jembatan Marhum Bukit. Panggung berkonsep terbuka itu menampilkan Freza and Friends, Wan Dance Studio membawakan koreografi Bokal, dan bintang utamanya Geliga Jazz featuring Bintang Indrianto, Kadek Rihardika (Fusionstuff), dan Bonita (Bonita & the Hus Band). Acara hiburan ini dibuka sejak pada Kamis (11/4) malam.

Meski sempat terkendala karena hujan turun jelang acara, pengunjung RiauFest merasa terhibur dengan penampilan musik terutama bintang utamanya. Pelantang suara dari Madas juga berhasil mengeluarkan ambiens dari tiap lagu yang dimainkan para musisi.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Riau, Fahmizal Usman pun mengaku sangat mengapresiasi iven tersebut.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan seperti Riau Festival ini, karena keuntungannya banyak. Dapat membantu pemerintah dalam mengembangkan sektor pariwisata dan meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. Apa lagi di sini, masyarakat dilibatkan langsung, seperti mereka bisa berjualan," kata Fahmizal.

Harapan dari musisi bintang tamu agar Riau Festival bisa digelar secara rutin tiap tahun karena dinilai sangat unik.

"Saya terpukau karena sejarah lokasi kampungnya ternyata ini kampung pertama di Pekanbaru, tidak banyak orang yang tahu. Maunya dengan acara ini diangkat lagi, itu bagus banget," kata gitaris Kadek Rihardika.

Kampung Bandar, kawasan kota tua di Pekanbaru, Riau kini berubah. Dulunya terkesan menyeramkan, tapi kini jadi kinclong dan berwarna-warni.

Kampung Bandar dan pelabuhan tua Pelindo kini terlihat lebih hidup dan jauh dari kesan kuno dan menyeramkan karena penyelenggaraan Riau Festival 2019 pada 11 April. Kawasan kota tuanya Pekanbaru di tepi Sungai Siak ini menjadi potensi wisata yang lekat dengan kehidupan warga dan sejarah masa lalu di dalamnya.

Warga Kampung Bandar terlihat antusias menyambut penyelenggaraan Riau Festival mulai dari memperbaiki jembatan kayu yang rusak, membuat lukisan di area pelabuhan, hingga ikut berjualan makanan saat acara.

"Senang karena nampak bersih, rapi jadinya. Saya bilang dinding (rumah) bapak dicat saja, sekarang jadi nampak semarak Kampung Bandar ini," kata warga Kampung Bandar, Pak Itam kepada detikcom, Jumat (12/4/2019).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar